Kompetensi Dasar
3.5 menganalisis gambar perencanaan studio plan
4.5 membuat gambar perencanaan studio plan
A. Pengertian Floor Plan
Floor Plan adalah gambar atau denah tata letak area produksi yang menunjukkan posisi dan penempatan berbagai unsur produksi di dalam studio atau lokasi shooting.
Dalam produksi televisi, floor plan digunakan untuk menggambarkan secara jelas:
- posisi kamera;
- posisi pemain/presenter;
- posisi lighting;
- posisi properti;
- posisi set;
- posisi meja atau kursi;
- arah pergerakan kamera;
- area pergerakan pemain;
- posisi peralatan produksi lainnya.
Sederhananya:
Floor Plan adalah peta kerja yang menunjukkan "siapa berada di mana dan bergerak ke mana" selama proses produksi berlangsung.
Floor plan sangat penting karena seluruh kru dapat mengetahui posisi, arah, jarak, dan hubungan antarperalatan maupun pemain sebelum produksi dimulai.
B. Fungsi Floor Plan
Floor plan memiliki beberapa fungsi utama dalam produksi program televisi.
1. Sebagai Panduan Penempatan Peralatan
Floor plan membantu kru menentukan lokasi:
- Kamera 1
- Kamera 2
- Kamera 3
- Tripod
- Lighting
- Microphone
- Monitor
- Teleprompter
- Properti
- Set
Dengan demikian, peralatan tidak ditempatkan secara sembarangan.
2. Menentukan Posisi Pemain
Floor plan menunjukkan posisi:
- presenter;
- host;
- narasumber;
- talent;
- pemain;
- figuran.
Contohnya:
HOST → CAMERA 1
Artinya host diarahkan menghadap atau bekerja dengan kamera 1.
3. Menentukan Pergerakan
Floor plan dapat digunakan untuk menunjukkan pergerakan pemain maupun kamera.
Contoh:
Pemain A → → →
Menunjukkan arah perpindahan pemain.
Sedangkan:
CAM 1 ↔
dapat digunakan untuk menunjukkan arah pergerakan kamera.
4. Membantu Koordinasi Kru
Floor plan dapat digunakan bersama oleh:
- Sutradara
- Floor Director
- Kamerawan
- Penata Artistik
- Penata Cahaya
- Penata Suara
- Wardrobe
- Talent
Sehingga setiap departemen memahami kondisi area produksi.
5. Menghindari Kesalahan Teknis
Dengan floor plan, kru dapat mengetahui apakah posisi kamera:
- menghalangi kamera lain;
- mengganggu pergerakan pemain;
- masuk ke area lighting;
- mengganggu kabel;
- atau berada di area yang tidak aman.
C. Unsur-Unsur dalam Floor Plan
Floor plan produksi televisi biasanya memiliki beberapa unsur penting.
1. Kamera
Kamera merupakan salah satu unsur utama dalam floor plan.
Contoh penulisan:
- CAM 1
- CAM 2
- CAM 3
Biasanya kamera digambarkan dengan simbol sederhana dan diberi nomor.
Contoh:
📷 CAM 1
Yang perlu diperhatikan:
- posisi kamera;
- arah kamera;
- jarak kamera dengan objek;
- area gerak kamera.
2. Talent/Pemain
Posisi talent harus ditentukan dalam floor plan.
Contoh:
- HOST
- PEMAIN A
- PEMAIN B
- NARASUMBER
Posisi tersebut dapat ditandai dengan lingkaran atau simbol manusia.
Contoh:
○ HOST
atau
HOST
3. Lighting
Lighting menunjukkan posisi sumber cahaya.
Contohnya:
- Key Light
- Fill Light
- Back Light
- Hair Light
- Background Light
Lighting harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kamera dan pergerakan talent.
4. Set
Set adalah lingkungan visual yang dibuat atau ditata untuk mendukung cerita/program.
Contohnya:
- meja;
- kursi;
- sofa;
- backdrop;
- dinding dekorasi;
- panggung;
- meja presenter.
Dalam floor plan, set harus digambarkan sesuai dengan ukuran dan posisi sebenarnya.
5. Properti
Properti adalah benda yang digunakan untuk mendukung kegiatan atau cerita dalam produksi.
Contohnya:
- meja;
- kursi;
- laptop;
- televisi;
- telepon;
- buku;
- gelas;
- alat musik.
6. Area Pergerakan
Area pergerakan menunjukkan ruang yang dapat digunakan oleh:
- pemain;
- kamera;
- floor director;
- kru.
Area ini harus cukup luas dan tidak terhalang peralatan.
D. Arah Kamera dalam Floor Plan
Dalam floor plan, kamera tidak hanya menunjukkan posisi, tetapi juga arah pengambilan gambar.
Misalnya:
CAM 1 📷 ↓ ↓ HOST
Artinya Kamera 1 mengambil gambar ke arah host.
Contoh lainnya:
CAM 1 📷 → HOST ← 📷 CAM 2
Artinya terdapat dua kamera yang mengambil gambar dari arah yang berbeda.
E. Floor Plan 2D dan 3D
Floor plan dapat dibuat dalam bentuk 2D maupun 3D.
1. Floor Plan 2D
Floor plan 2D merupakan denah yang dilihat dari atas (top view).
Contohnya:
┌─────────────────────────────┐ │ │ │ 📷 CAM 1 │ │ ↓ │ │ │ │ HOST │ │ ○ │ │ │ │ 💡 LIGHT 💡 LIGHT │ │ │ │ 📷 CAM 2 │ └─────────────────────────────┘
Kelebihan:
- mudah dibuat;
- mudah dibaca;
- cepat untuk perencanaan;
- cocok digunakan saat persiapan produksi.
2. Floor Plan 3D
Floor plan 3D memberikan gambaran ruang yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.
Misalnya:
- bentuk ruangan;
- meja dan kursi;
- kamera;
- lighting;
- posisi pemain;
- set;
- properti.
Dengan 3D, siswa dapat lebih mudah memahami ukuran, jarak, tinggi, dan hubungan antarobjek.
F. Simbol-Simbol Sederhana Floor Plan
Agar floor plan mudah dibaca, digunakan simbol tertentu.
| Simbol | Keterangan |
|---|---|
| 📷 | Kamera |
| ○ | Talent/Pemain |
| ▬ | Meja |
| □ | Properti/Peralatan |
| 💡 | Lighting |
| → | Arah gerak |
| ↔ | Pergerakan kamera |
| ─── | Dinding/set |
| X | Posisi tertentu/mark |
Catatan: Dalam praktik profesional, simbol dapat berbeda sesuai standar produksi atau kebutuhan tim. Yang paling penting adalah simbol diberi keterangan/legend sehingga semua kru memahaminya.
G. Contoh Floor Plan Program Talk Show
Misalnya akan diproduksi program Talk Show sederhana dengan:
- 1 host;
- 2 narasumber;
- 3 kamera;
- 3 lighting;
- 1 meja;
- 3 kursi.
Denah sederhananya:
BACKDROP ┌────────────────────────────────┐ │ │ │ 💡 LIGHT │ │ │ │ ○ NARASUMBER 1 │ │ \ │ │ \ │ │ ▬▬▬ MEJA ▬▬▬ │ │ / │ │ ○ NARASUMBER 2 │ │ │ │ ○ HOST │ │ │ │ 📷 CAM 2 📷 CAM 3 │ │ │ │ 📷 CAM 1 │ │ ↑ │ │ │ │ 💡 LIGHT 💡 │ └────────────────────────────────┘
Dari denah tersebut, kru dapat memahami:
- posisi host;
- posisi narasumber;
- posisi meja;
- posisi kamera;
- posisi lighting;
- arah pengambilan gambar.
H. Langkah-Langkah Membuat Floor Plan
Langkah 1 – Pelajari Skenario
Baca skenario terlebih dahulu.
Cari tahu:
- siapa yang tampil;
- lokasi kejadian;
- aktivitas pemain;
- perpindahan pemain;
- kebutuhan properti.
Langkah 2 – Tentukan Area Produksi
Tentukan:
- ukuran studio/lokasi;
- pintu;
- jendela;
- panggung;
- dinding;
- area kosong.
Langkah 3 – Tentukan Posisi Set
Tempatkan:
- meja;
- kursi;
- sofa;
- backdrop;
- properti;
- dekorasi.
Langkah 4 – Tentukan Posisi Talent
Tentukan tempat pemain berdiri, duduk, atau bergerak.
Langkah 5 – Tentukan Posisi Kamera
Tentukan:
- jumlah kamera;
- posisi kamera;
- arah kamera;
- area pergerakan kamera.
Langkah 6 – Tentukan Posisi Lighting
Tentukan posisi lampu berdasarkan kebutuhan pencahayaan.
Perhatikan agar lampu:
- tidak mengganggu kamera;
- tidak menghalangi pemain;
- tidak membahayakan kru.
Langkah 7 – Berikan Label
Setiap objek harus memiliki keterangan.
Contoh:
CAM 1, CAM 2, HOST, LIGHT 1, SOFA, TABLE, DOOR.
Langkah 8 – Periksa Kembali
Pastikan:
☑ Kamera tidak saling menghalangi
☑ Pemain memiliki ruang bergerak
☑ Lighting dapat menerangi objek
☑ Kabel tidak mengganggu jalur
☑ Properti berada pada tempatnya
☑ Semua posisi dapat dipahami kru
I. Hubungan Floor Plan dengan Departemen Produksi
Floor plan tidak hanya digunakan oleh kamerawan.
| Departemen | Kegunaan Floor Plan |
|---|---|
| Sutradara | Menentukan konsep visual dan blocking |
| Floor Director | Mengatur posisi dan pergerakan talent |
| Kamerawan | Menentukan posisi kamera |
| Tata Artistik | Menentukan set dan properti |
| Lighting | Menentukan posisi lampu |
| Tata Suara | Menentukan posisi/pergerakan peralatan suara |
| Talent | Mengetahui posisi dan arah pergerakan |
Jadi, floor plan merupakan alat komunikasi visual antarbagian produksi.
J. Floor Plan dan Blocking
Blocking adalah pengaturan posisi dan pergerakan pemain/talent selama sebuah adegan atau program berlangsung.
Floor plan membantu menggambarkan blocking tersebut.
Contoh:
CAM 1 📷 ↓ A ○ ─────→ ○ B ↓ ○ C
Keterangan:
- A bergerak menuju B.
- B kemudian bergerak menuju C.
- Kamera harus menyesuaikan pengambilan gambar terhadap pergerakan tersebut.
Kesimpulan:
Floor Plan = peta posisi dan pergerakan.
Blocking = pengaturan posisi dan pergerakan pemain.
Keduanya saling berkaitan dalam perencanaan produksi.
K. Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang harus dihindari ketika membuat floor plan:
❌ 1. Posisi kamera tidak jelas
Tidak menunjukkan arah pengambilan gambar.
❌ 2. Tidak mencantumkan ukuran
Ukuran ruang atau objek tidak diperhitungkan.
❌ 3. Terlalu banyak simbol tanpa keterangan
Membuat kru sulit memahami denah.
❌ 4. Tidak memperhitungkan pergerakan
Kamera atau pemain tidak memiliki ruang bergerak.
❌ 5. Mengabaikan kabel dan keselamatan
Kabel dapat mengganggu pergerakan kru maupun talent.
❌ 6. Floor plan tidak sesuai kondisi sebenarnya
Denah harus menggambarkan kondisi produksi yang direncanakan secara realistis.
L. Prinsip Floor Plan yang Baik
Floor plan yang baik harus:
1. Jelas
Mudah dibaca oleh seluruh kru.
2. Sederhana
Tidak menggunakan simbol yang terlalu rumit.
3. Akurat
Posisi objek sesuai dengan kondisi yang direncanakan.
4. Terukur
Mempertimbangkan ukuran dan jarak.
5. Komunikatif
Dapat dipahami oleh berbagai departemen.
6. Aman
Memperhatikan jalur pergerakan dan kabel.
7. Fleksibel
Dapat disesuaikan jika terjadi perubahan saat produksi.
M. Kesimpulan
Floor Plan adalah denah atau peta produksi yang digunakan untuk merencanakan posisi kamera, talent, lighting, set, properti, serta pergerakan dalam sebuah produksi program televisi.
Bagi siswa PSPT, kemampuan membuat dan membaca floor plan sangat penting karena menjadi salah satu dasar dalam perencanaan produksi dan pengambilan gambar.
Dengan floor plan yang baik, proses produksi menjadi:
Lebih terencana → lebih terkoordinasi → lebih aman → lebih efisien → menghasilkan visual yang lebih baik.
Istilah penting yang perlu diingat siswa
Floor Plan – Camera Position – Talent – Blocking – Lighting – Set – Property – Camera Movement – Actor Movement – Production Area.
Tugas Praktik Sederhana
Buatlah floor plan untuk sebuah program talk show sederhana di studio sekolah.
Ketentuan:
- 2 orang host/talent;
- 2 narasumber;
- 3 kamera;
- minimal 3 lighting;
- 1 meja;
- 4 kursi;
- 1 backdrop;
- tentukan arah kamera;
- tentukan posisi dan pergerakan talent;
- gunakan simbol dan legenda.
Studio plan menggambarkan area studio berikut fasilitas seperti pintu keluar, fasilitas tenis, cyclorama, area servis, dan area penyimpanan. Studio plan ini akan memberikan gambaran di mana sebaiknya set diletakan. Jika set sudah diletakan di dalam studio plan maka akan menjadi gambar floor plan dalam studio yakni pandangan atas yang digambar pada media 2 dimensi yang memperlihatkan seluruh studio dan tata letak setting dalam studio. Gambar ini berfungsi untuk blocking peralatan bagi divisi videografi, tata suara, tata cahaya.





No comments:
Post a Comment