Sunday, February 1, 2026

Seniman dan Karyanya

 Mengenal 12 Seniman Indonesia yang Mendunia


Seni rupa Indonesia telah lama menjadi bagian dari dinamika budaya global. Di balik keragaman etnis, tradisi, dan sejarahnya yang kaya, Indonesia berhasil melahirkan para seniman yang mampu menerobos batas geografis dan menempatkan karyanya sejajar dengan perupa dunia. Mereka tidak hanya menghadirkan visual yang estetik, tetapi juga membawa pesan-pesan sosial, politik, spiritual, hingga filosofi lokal yang memikat publik internasional.

1. Affandi

Courtesy of Negaraku

Affandi (1907–1990) adalah pelukis ekspresionis paling legendaris dari Indonesia. Gaya lukisnya yang khas, yaitu menggunakan tangan langsung alih-alih kuas, melahirkan karya-karya dengan emosi mentah yang intens. Karya-karyanya banyak menggambarkan penderitaan rakyat kecil, kesedihan manusia, dan sisi kemanusiaan yang mendalam. Affandi telah berpameran di lebih dari 30 negara, termasuk di São Paulo Biennale, Venice Biennale, dan Tokyo Biennale. Salah satu karyanya bahkan menjadi koleksi tetap di Museum of Modern Art (MoMA), New York. Tahun 2025, dalam peringatan 35 tahun wafatnya, karya-karyanya kembali dipamerkan secara besar-besaran di National Gallery of Singapore dalam pameran bertajuk “The Soul of the Archipelago.” Affandi tak hanya dikenang sebagai pelukis besar, tetapi juga sebagai wajah seni rupa Indonesia di mata dunia.

2. Raden Saleh

Courtesy of Kompasiana

Sebagai pelopor seni lukis modern Indonesia dan perwakilan awal Indonesia di kancah seni Eropa abad ke-19, Raden Saleh (1811–1880) merupakan figur monumental dalam sejarah seni Asia. Ia mengenyam pendidikan seni di Belanda dan bersahabat dengan bangsawan Eropa, termasuk Raja Belanda dan kaisar Jerman. Identitas karyanya mengadopsi gaya Romantisisme, namun menampilkan pemandangan dan peristiwa lokal seperti perburuan harimau atau adegan sejarah kolonial. Lukisannya yang terkenal, "Penangkapan Pangeran Diponegoro," kini menjadi simbol perlawanan nasional dan disimpan di Istana Negara. Pada 2023, karya-karya Raden Saleh menjadi bagian dari pameran besar “Oriental Visions” di Louvre, Paris, yang menyoroti pelukis non-Barat yang berkiprah di Eropa. Ia tetap menjadi figur penting dalam dialog seni global, terutama terkait poskolonialisme dan identitas Timur di Barat.

3. Christine Ay Tjoe

Courtesy of Ocula

Sebagai pelukis perempuan kontemporer paling menonjol dari Indonesia, Christine Ay Tjoe telah menjangkau pasar dan galeri seni kelas dunia. Lahir di Bandung, ia awalnya berkarya sebagai seniman grafis sebelum menemukan kekuatan dalam medium lukisan abstrak. Goresan-goresannya menyiratkan tema tentang kerentanan manusia, spiritualitas, serta dualitas dalam kehidupan. Karya-karyanya dipamerkan di galeri ternama seperti White Cube London dan Art Basel Hong Kong, serta masuk dalam koleksi pribadi di Amerika, Jepang, hingga Timur Tengah. Pada 2024, lukisannya “Black, kcalB” terjual lebih dari USD 800.000 dalam lelang Sotheby’s, menjadikannya salah satu seniman perempuan Asia Tenggara dengan nilai tertinggi. Christine membuktikan bahwa seni Indonesia mampu berbicara universal, namun tetap berpijak pada kontemplasi lokal yang dalam.

4. I Nyoman Masriadi

Courtesy of Sarasvati

Masriadi, pelukis asal Bali yang berbasis di Yogyakarta, dikenal karena lukisan-lukisan figuratifnya yang kuat dan berisi sindiran tajam. Sosok-sosok berotot besar dengan gaya komik menjadi ciri khasnya, diiringi narasi tentang kehidupan urban, teknologi, kekuasaan, dan absurditas politik. Pada tahun 2008, lukisan Masriadi menjadi karya seni kontemporer Asia Tenggara pertama yang terjual lebih dari 1 juta dolar Amerika di Sotheby’s Hong Kong, sebuah tonggak sejarah seni Indonesia. Ia telah berpameran di Singapore Art Museum, Gajah Gallery, dan galeri internasional lainnya. Tahun 2025, ia akan membuka pameran tunggal di Museum of Contemporary Art Tokyo (MOT) yang kemudian menjadikannya seniman Indonesia pertama yang tampil dalam ruang utama institusi tersebut. Masriadi adalah wajah seni rupa modern Indonesia yang kuat dan jenaka.

5. Heri Dono

Courtesy of IndoArtNow

Dikenal dengan gaya eksentrik dan pemikiran avant-garde, Heri Dono adalah seniman kontemporer Indonesia yang menjelajahi batas antara budaya tradisional dan modernitas global. Ia menggunakan wayang, mitologi Jawa, dan unsur budaya pop dalam karya instalasi kinetik, lukisan, serta patung interaktif. Heri Dono adalah seniman Indonesia pertama yang diundang ke Venice Biennale (2003 dan 2015) dan telah memamerkan karyanya di lebih dari 40 negara. Tahun ini, ia menjadi salah satu pembicara utama di simposium seni Asia-Eropa di Berlin, menyoroti bagaimana tradisi bisa menjadi alat kritik kontemporer. Heri Dono menunjukkan bahwa kejenakaan bisa menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan serius tentang kekuasaan, militerisme, dan kemanusiaan.

6. Eko Nugroho

Courtesy of Frankfurter Kunstverein

Seniman asal Yogyakarta ini dikenal luas karena pendekatan multidisipliner dalam berkarya—memadukan mural, komik, bordir, seni jalanan, hingga patung. Estetikanya pun sangat khas yaitu penuh warna, figur-figur bertopeng, serta simbol-simbol sosial yang mencerminkan kegelisahan manusia di zaman modern. Karya Eko sering membahas tema kebebasan berekspresi, demokrasi, dan kehidupan urban di Asia Tenggara. Ia telah berpameran di berbagai museum bergengsi dunia seperti Mori Art Museum (Tokyo), Palais de Tokyo (Paris), hingga Singapore Art Museum. Tahun 2025, Eko kembali menjadi sorotan melalui kolaborasinya dengan seniman Korea Selatan untuk pameran bersama bertajuk "Urban Mutations" yang mengangkat fenomena masyarakat pasca-pandemi. Keberhasilannya memadukan akar budaya lokal dengan gaya global menjadikannya seniman yang menjembatani dunia Timur dan Barat secara autentik.

7. FX Harsono

Courtesy of Medium

Sebagai salah satu perintis seni kontemporer Indonesia, FX Harsono konsisten menjadikan karya seninya sebagai bentuk kritik sosial, terutama terkait isu kekerasan negara, sejarah yang dilupakan, dan identitas etnis Tionghoa-Indonesia. Karya-karyanya kerap berupa instalasi, performans, dan seni konseptual yang mengajak penonton untuk berpikir ulang mengenai sejarah bangsa dan luka-luka yang tak pernah diobati. Salah satu karya terkenalnya, “Writing in the Rain,” menampilkan dirinya menulis nama-nama Tionghoa di balik hujan tinta hitam, sebagai metafora tentang memudarnya sejarah kelompok minoritas di Indonesia. Tahun ini, FX Harsono menerima penghargaan “Lifetime Achievement in Asian Contemporary Art” dari Asia Art Archive, Hong Kong, atas dedikasinya terhadap seni sebagai medium aktivisme. Ia adalah suara penting yang tidak hanya merespons masa lalu, tetapi juga membentuk arah seni kontemporer Indonesia ke depan.

8. Titarubi

Courtesy of DW

Seniman perempuan asal Bandung ini mencuri perhatian dunia melalui karya-karya instalasi berskala besar yang sarat akan muatan sejarah, spiritualitas, dan pembacaan ulang atas peran perempuan. Ia menggunakan media yang tak lazim seperti arang, kayu, dan ribuan sendok perak untuk membangun narasi visual tentang kolonialisme dan ketimpangan struktural. Salah satu karyanya yang paling mencolok adalah perahu raksasa yang dilapisi sendok perak, yang pernah tampil di Venice Biennale tahun 2013 di mana karya tersebut dibuat untuk menyimbolkan sejarah perdagangan, eksploitasi, dan migrasi. Pada 2025, ia menyiapkan proyek kolaboratif dengan seniman Prancis untuk mengangkat tema feminisme Asia melalui instalasi suara dan tekstil di Centre Pompidou. Karya Titarubi menghadirkan suara perempuan Indonesia di kancah seni rupa dunia secara kuat, reflektif, dan menggugah.

9. Entang Wiharso

Courtesy of Srisasanti Syndicate

Dengan gaya yang memadukan kekerasan simbolik dan keindahan visual, Entang Wiharso dikenal karena karya-karya instalatif dan lukisan logamnya yang menggambarkan konflik, sejarah, serta identitas. Lahir di Tegal, Jawa Tengah, dan kini menetap di dua tempat yaitu Yogyakarta dan Rhode Island, AS, Entang menciptakan karya-karya monumental yang menggambarkan ketegangan antara budaya Timur dan Barat. Ia mewakili Indonesia di Venice Biennale 2013 dan terus berpameran secara global. Lukisan dan instalasinya seperti “Feast Table” dan “Love Me or Die” menjadi simbol dialog antarbudaya dan trauma kolektif. Tahun 2024 lalu, ia membuka pameran tunggal di Museum MACAN Jakarta, berjudul “Nations of Fear,” yang mengkritisi nasionalisme sempit dan kehilangan empati global. Karya Entang adalah refleksi akan dunia yang terus berubah dan rapuh.

10. Jeihan Sukmantoro

Courtesy of Auctions - Sidharta Auctioneer

Jeihan adalah pelukis legendaris asal Bandung yang dikenal dengan gaya potret berwarna kontras dan mata tokohnya yang dibiarkan kosong. Teknik ini dimaksudkan bukan sebagai kekurangan, melainkan simbol spiritualitas dan penggambaran sisi batin manusia. Ia menyebut lukisannya sebagai jendela jiwa, bukan hanya wajah. Sepanjang hidupnya, Jeihan menghasilkan ribuan lukisan yang tersebar di berbagai koleksi pribadi dan galeri dalam serta luar negeri. Setelah wafat pada 2019, namanya justru semakin diperbincangkan. Museum Jeihan yang dibuka di Bandung kini menjadi tempat dokumentasi dan studi seni penting. Pada 2025, retrospektif besar bertajuk “Mata yang Mendengar” diadakan di National Gallery Singapore, menandai peringatan enam tahun wafatnya. Warisan Jeihan tidak hanya pada teknik dan filosofi visual, tetapi juga kontribusinya membangun ruang seni alternatif di masa Orde Baru.

11. Made Wianta

Courtesy of Art World Database

Seniman Bali ini adalah salah satu tokoh penting dalam seni kontemporer Indonesia yang berhasil menjembatani nilai tradisi dan semangat eksperimentasi modern. Made Wianta menggabungkan kaligrafi Bali kuno, pola geometris, hingga teknologi digital dalam satu tarikan karya yang selalu menyimpan pesan ekologis dan spiritual. Ia telah berpameran di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat, termasuk di Venice Biennale dan Havana Biennale. Karya-karyanya kerap mengangkat isu lingkungan, seperti krisis air dan deforestasi, melalui simbol-simbol budaya yang khas Bali. Sebelum wafat pada 2020, ia aktif mendorong dialog lintas disiplin di antara seniman Asia. Tahun ini, keluarganya bersama beberapa kurator menginisiasi Wianta Foundation, sebuah lembaga riset seni berfokus pada keberlanjutan dan seni lokal-global. Made Wianta dikenang sebagai visioner yang menjadikan Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi pusat pemikiran seni.

12. Jompet Kuswidananto

Courtesy of LuxArtAsia

Terakhir yaitu Jompet Kuswidananto. Jompet adalah seniman kontemporer asal Yogyakarta yang dikenal karena karya-karya instalatif, performans, dan video art yang merefleksikan sejarah kolonial, kekuasaan, identitas Jawa, serta transformasi budaya Indonesia pasca-reformasi. Salah satu karya paling terkenal, “Java’s Machine: Family Chronicle,” menggunakan figur-figur tentara tanpa kepala dan instrumen marching band untuk menggambarkan narasi sejarah yang terputus dan manipulasi kekuasaan. Ia telah berpameran di Yokohama TriennaleAsian Art Biennale Dhaka, dan ZKM Karlsruhe di Jerman.

Tahun 2024, Jompet mengadakan pameran tunggal bertajuk The Inherited Echoes di The Museum of Modern Art Australia, yang menampilkan dokumentasi imersif tentang relasi kekuasaan, modernitas, dan spiritualitas di Asia Tenggara. Melalui perpaduan media dan pemikiran mendalam, Jompet berhasil menciptakan ruang reflektif yang mengundang penonton global memahami kompleksitas sejarah Indonesia. Ia melengkapi daftar seniman Indonesia yang tak hanya dikenal di dunia, tetapi juga mengubahnya.

Dua belas nama ini adalah sebagian kecil dari wajah seni rupa Indonesia yang terus tumbuh, berkembang, dan diterima dunia. Mereka bukan hanya memamerkan karya di luar negeri, tetapi turut membentuk wacana global tentang seni, identitas, sejarah, dan masa depan. Di tengah era digital dan perubahan sosial cepat, karya-karya mereka tetap relevan dan menginspirasi generasi baru seniman Indonesia untuk berpikir melampaui batas. Seni rupa Indonesia tidak hanya hadir sebagai bentuk estetika, tetapi juga sebagai jembatan pemahaman lintas budaya dan nilai-nilai kemanusiaan.

Mengamati dan Mendeskripsikan Karya Seni Rupa

Mengamati dan Mendeskripsikan Karya Seni Rupa


1. Tujuan Pembelajaran

Siswa diharapkan mampu:

  • Mendeskripsikan karya seni rupa yang diamati dengan tepat.

  • Menganalisis karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan.

  • Menginterpretasi makna dan nilai estetika karya seni rupa. 

2. Pengalaman Mengamati Karya Seni Rupa

Amati karya seni di sekitar kamu — di rumah, sekolah, atau ruang publik — lalu ceritakan pengalamanmu dalam:

  • Apa yang kamu lihat?

  • Bagaimana perasaanmu saat melihat karya itu?

  • Apa pesan atau makna yang kamu dapatkan?

👉 Semua orang bisa mengamati karya seni karena setiap orang memiliki pengalaman visual. 


3. Mendeskripsikan Karya Seni Rupa

Dalam mendeskripsikan karya seni, perhatikan hal-hal berikut:

🔹 Medium (Teknik & Bahan)

Contoh: Lukisan di kanvas yang menggunakan cat minyak → tekniknya adalah melukis, dan bahannya adalah cat minyak & kanvas.

Image

Image

Image

Image

Contoh Medium Seni Rupa:

  • Lukisan cat minyak di kanvas

  • Sketsa pensil di kertas

  • Patung dari marmer

  • Grafiti mural di dinding


4. Unsur Utama Dalam Karya Seni

Dalam mendeskripsikan karya, perhatikan unsur visual yang tampak, seperti:

  • Bentuk

  • Warna

  • Garis

  • Ruang

  • Tekstur

Unsur ini membantu dalam pengamatan visual. 

Image

Image

Image

Image


5. Menganalisis Karya Seni Rupa

Analisis seni merupakan proses melihat lebih dalam setelah mendeskripsi. Analisis mencakup:

✳️ Metode Kritik Seni (menurut Feldman dan sumber lain):

  1. Deskripsi (Description): apa yang kamu lihat secara faktual.

  2. Analisis Formal (Formal Analysis): bagaimana unsur-unsur seni itu disusun.

  3. Interpretasi (Interpretation): apa makna, pesan, atau emosi dalam karya.

  4. Evaluasi / Penilaian (Evaluation / Judgement): menilai kualitas atau nilai estetika karya. 


6. Tempat Mengapresiasi Karya Seni Rupa

Karya seni tidak hanya dipajang di sekolah — berikut tempat-tempat lain yang sering digunakan:

🖼️ Galeri

Tempat menampilkan karya seni sebagai pameran (sering komersial). 

🏛️ Museum

Ruang penyimpanan karya seni & benda sejarah yang dapat dilihat umum untuk tujuan edukatif. 

🚶 Ruang Publik

Contoh: patung di taman, mural di dinding kota. 

🎨 Ruang Alternatif

Digunakan komunitas seni untuk berkumpul, berdiskusi, dan pameran.

💻 Ruang Virtual

Disajikan melalui platform digital seperti Instagram, situs web, atau pameran online. 

Image

Image

Image

Image


7. Cara Mengapresiasi Karya Seni Rupa

Beberapa cara yang dapat dilakukan saat mengunjungi pameran seni:

  • Berbicara dengan seniman atau pemandu pameran.

  • Mengikuti tur galeri atau membaca label karya.

  • Tidak menyentuh karya tanpa izin.

  • Mengikuti aturan yang berlaku di ruang pameran. Image

Image

Image

Image


8. Dampak dan Manfaat Karya Seni Rupa

Mengamati karya seni dapat memberi:

  • Nilai estetika dan pengalaman visual yang menyenangkan.

  • Dampak emosional dan psikologis.

  • Meningkatkan kreativitas dan imajinasi.

  • Membantu melepaskan stres. (www.slideshare.net)

Image

Image

Image

Image



Monday, January 26, 2026

Greenery dan Floor Clothing

 Topik: Greenery dan Floor Clothing


A. GREENERY

1. Pengertian Greenery

Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=Kdwks3x82w8

Dalam dunia tata artistik televisi, greenery adalah penggunaan elemen tanaman — baik asli maupun buatan — sebagai bagian dari dekorasi set.
Greenery berfungsi untuk menciptakan suasana yang lebih hidup, alami, segar, dan mendukung tema visual dalam produksi televisi.

2. Fungsi Greenery dalam Produksi Televisi

  • Menambah estetika: Memberikan keindahan visual.
  • Membangun atmosfer: Misal suasana taman, hutan, atau outdoor.
  • Mendukung tema: Misal tema pernikahan, acara religi, lifestyle, atau talkshow alam.
  • Menyamarkan kekurangan set: Menutup area yang kurang menarik.

3. Jenis-jenis Greenery

  • Tanaman asli: Memberikan kesan natural, namun membutuhkan perawatan lebih (penyiraman, pencahayaan).
  • Tanaman buatan: Lebih praktis, tidak membutuhkan perawatan, fleksibel untuk berbagai set.

Contoh tanaman populer:

  • Monstera
  • Palem
  • Pohon kecil dalam pot
  • Bunga hias (artificial)

4. Teknik Penataan Greenery

  • Layering: Menyusun tanaman bertingkat, dari kecil ke besar.
  • Grouping: Mengelompokkan beberapa tanaman untuk menciptakan focal point.
  • Balancing: Menyeimbangkan kiri dan kanan frame kamera.
  • Color Matching: Menyesuaikan warna daun atau bunga dengan palet warna set.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Pencahayaan: Hindari bayangan berlebihan dari tanaman.
  • Ukuran proporsional: Sesuaikan ukuran tanaman dengan skala set.
  • Penggunaan seperlunya: Jangan sampai greenery mengganggu fokus utama pada talent.

B. FLOOR CLOTHING


1. Pengertian Floor Clothing

Floor clothing dalam tata artistik televisi adalah penggunaan material penutup lantai untuk memperindah tampilan dasar set atau untuk mendukung kebutuhan visual tertentu.

Floor clothing bisa berbentuk:

  • Karpet
  • Vinyl
  • Kanvas
  • Rumput sintetis
  • Kain khusus (background material)

2. Fungsi Floor Clothing dalam Produksi Televisi

  • Menambah estetika lantai: Membuat lantai sesuai tema (misalnya mewah, rustic, modern).
  • Menciptakan batas ruang: Membantu framing visual di kamera.
  • Menyamarkan lantai asli: Jika lantai studio kurang sesuai.
  • Menambah keamanan: Karpet bisa mencegah slip, menyerap suara langkah.

3. Jenis-jenis Floor Clothing

Jenis Material

Karakteristik

Kelebihan

Kekurangan

Karpet

Tebal, bertekstur

Menambah kehangatan, mengurangi noise

Sulit dibersihkan

Vinyl

Tipis, bermotif

Banyak pilihan motif (kayu, marmer)

Bisa licin

Kanvas

Fleksibel, mudah digulung

Cocok untuk background tematik

Kurang tahan lama

Rumput Sintetis

Kesan outdoor, hijau

Sangat cocok untuk tema alam

Bisa mahal

4. Teknik Pemasangan Floor Clothing

  • Perhatikan ukuran: Pastikan menutupi area frame kamera.
  • Pengencangan: Floor cloth harus rapi tanpa lipatan.
  • Perekat tambahan: Gunakan tape atau perekat khusus untuk mencegah pergeseran.
  • Pencocokan warna: Sesuaikan warna/motif lantai dengan tema set.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Refleksi Cahaya: Hindari material yang terlalu mengilap.
  • Tekstur Aman: Pastikan aman untuk berjalan atau aktivitas talent.
  • Kebersihan: Floor clothing harus bersih dari noda agar tidak mengganggu tampilan HD kamera.

C. Contoh Aplikasi Greenery dan Floor Clothing dalam Program TV

Jenis Acara

Greenery

Floor Clothing

Talkshow Outdoor

Tanaman asli, pot besar

Rumput sintetis

Reality Show

Tanaman buatan ringan

Vinyl bermotif kayu

Acara Musik

Bunga warna-warni artistik

Karpet hitam elegan

Drama Televisi

Pohon kecil untuk set taman

Kanvas polos

Program Religi

Tanaman sederhana

Karpet bercorak islami


D. Tips Profesional Tata Artistik

  • Cek framing kamera sebelum finalisasi set.
  • Buat dummy test untuk melihat pantulan warna/cahaya.
  • Konsultasi dengan lighting crew agar greenery tidak mengganggu pencahayaan.
  • Simpan floor clothing cadangan untuk antisipasi kerusakan di tengah produksi.

Catatan untuk Siswa:
"Set televisi bukan sekadar latar belakang. Set adalah bagian dari cerita yang ingin kita sampaikan. Tata artistik adalah 'bahasa visual' yang harus dipahami dan dikomunikasikan dengan kuat."

Sunday, January 25, 2026

Bentuk Negara dan Bentuk serta Sistem Pemerintahan



A. Pengantar Materi

Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mengatur wilayah, rakyat, dan kekuasaan pemerintahannya. Cara pengaturan tersebut tercermin dalam bentuk negara serta bentuk dan sistem pemerintahan yang dianut. Pemahaman terhadap materi ini penting agar peserta didik mampu memahami karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan membandingkannya dengan negara lain di dunia.


B. Bentuk Negara

1. Pengertian Bentuk Negara

Bentuk negara adalah susunan atau organisasi kekuasaan suatu negara yang dilihat dari hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah atau wilayah-wilayah yang ada di dalamnya.


2. Macam-Macam Bentuk Negara

a. Negara Kesatuan (Unitaris)

Negara kesatuan adalah negara yang kekuasaan tertingginya berada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah pusat dapat melimpahkan sebagian wewenangnya kepada daerah melalui sistem otonomi.

Ciri-ciri negara kesatuan:

  • Satu konstitusi (UUD)

  • Satu kepala negara dan kepala pemerintahan

  • Kedaulatan berada di pemerintah pusat

  • Kebijakan nasional ditentukan oleh pemerintah pusat

Contoh negara kesatuan:

  • Indonesia

  • Jepang

  • Prancis

  • Thailand

Negara Kesatuan dapat dibedakan menjadi:

  1. Sentralisasi: seluruh urusan pemerintahan diatur oleh pemerintah pusat.

  2. Desentralisasi (Otonomi Daerah): pemerintah daerah diberi kewenangan mengatur urusan tertentu.


b. Negara Serikat (Federasi)

Negara serikat adalah negara yang terdiri dari beberapa negara bagian yang bergabung dan menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada pemerintah federal.

Ciri-ciri negara serikat:

  • Terdiri dari negara bagian

  • Setiap negara bagian memiliki pemerintahan sendiri

  • Kedaulatan dibagi antara pemerintah federal dan negara bagian

  • Memiliki konstitusi federal

Contoh negara serikat:

  • Amerika Serikat

  • Jerman

  • Australia

  • Malaysia


C. Bentuk Pemerintahan

1. Pengertian Bentuk Pemerintahan

Bentuk pemerintahan adalah cara pengangkatan kepala negara serta hubungan antara kepala negara dengan rakyatnya.


2. Macam-Macam Bentuk Pemerintahan

a. Monarki

Monarki adalah bentuk pemerintahan yang kepala negaranya adalah raja atau ratu.

Jenis-jenis monarki:

  1. Monarki Absolut: kekuasaan raja tidak dibatasi undang-undang (contoh: Arab Saudi).

  2. Monarki Konstitusional: kekuasaan raja dibatasi konstitusi (contoh: Jepang).

  3. Monarki Parlementer: raja hanya sebagai simbol negara, pemerintahan dijalankan oleh parlemen (contoh: Inggris).


b. Republik

Republik adalah bentuk pemerintahan yang kepala negaranya dipilih oleh rakyat atau wakil rakyat untuk masa jabatan tertentu.

Ciri-ciri republik:

  • Kepala negara adalah presiden

  • Masa jabatan tertentu

  • Kekuasaan berdasarkan konstitusi

Contoh negara republik:

  • Indonesia

  • Korea Selatan

  • Filipina



D. Sistem Pemerintahan

1. Pengertian Sistem Pemerintahan

Sistem pemerintahan adalah hubungan kerja antara lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam menjalankan pemerintahan negara.


2. Macam-Macam Sistem Pemerintahan

a. Sistem Pemerintahan Presidensial

Sistem pemerintahan di mana presiden berkedudukan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Ciri-ciri sistem presidensial:

  • Presiden dipilih langsung oleh rakyat

  • Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen

  • Menteri bertanggung jawab kepada presiden

  • Masa jabatan presiden tetap

Contoh negara: Indonesia, Amerika Serikat


b. Sistem Pemerintahan Parlementer

Sistem pemerintahan di mana kepala pemerintahan adalah perdana menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen.

Ciri-ciri sistem parlementer:

  • Kepala negara terpisah dari kepala pemerintahan

  • Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen

  • Parlemen dapat menjatuhkan kabinet

Contoh negara: Inggris, Malaysia


c. Sistem Pemerintahan Campuran (Semi Presidensial)

Sistem pemerintahan yang menggabungkan unsur presidensial dan parlementer.

Ciri-ciri sistem campuran:

  • Ada presiden dan perdana menteri

  • Presiden dipilih rakyat

  • Perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen

Contoh negara: Prancis


E. Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan Indonesia

Indonesia menganut:

  • Bentuk negara: Negara Kesatuan

  • Bentuk pemerintahan: Republik

  • Sistem pemerintahan: Presidensial

Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 1 ayat (1) dan ayat (2).


F. Perbandingan Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan

AspekNegara Kesatuan        Negara Serikat
KedaulatanPemerintah pusat                Dibagi pusat & daerah
Konstitusi          Satu UUD        UUD federal & negara bagian
ContohIndonesia        Amerika Serikat


1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

  1. Pasal 1 ayat (1)

    "Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik."

    Pasal ini menegaskan bahwa Indonesia menganut bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik.

  2. Pasal 1 ayat (2)

    "Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar."

    Ketentuan ini menjadi dasar prinsip demokrasi dan kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia.

  3. Pasal 1 ayat (3)

    "Negara Indonesia adalah negara hukum."

    Pasal ini menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan pemerintahan harus berdasarkan hukum.

  4. Pasal 4 ayat (1)

    "Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar."

    Pasal ini merupakan dasar penerapan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia.

  5. Pasal 6A ayat (1)

    "Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat."

    Ketentuan ini memperkuat ciri sistem presidensial yang demokratis.

  6. Pasal 7

    "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan."

  7. Pasal 17 ayat (1) dan (2)

    (1) Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. (2) Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.

    Pasal ini menegaskan bahwa menteri bertanggung jawab kepada Presiden, bukan kepada DPR.


2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (TAP MPR)

  1. TAP MPR No. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan

    Menegaskan bahwa UUD 1945 merupakan hukum dasar tertinggi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

  2. TAP MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan terhadap Materi dan Status Hukum TAP MPRS dan TAP MPR

    Menegaskan keberlakuan UUD 1945 hasil amandemen sebagai dasar sistem pemerintahan Indonesia saat ini.


3. Undang-Undang Terkait Penyelenggaraan Pemerintahan

  1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

    Mengatur pelaksanaan otonomi daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU No. 12 Tahun 2011

    Mengatur pembentukan peraturan perundang-undangan sebagai wujud negara hukum.

Featured Post

Seniman dan Karyanya

  Seni rupa Indonesia telah lama menjadi bagian dari dinamika budaya global. Di balik keragaman etnis, tradisi, dan sejarahnya yang kaya, In...