Showing posts with label Tata Artistik. Show all posts
Showing posts with label Tata Artistik. Show all posts

Monday, January 26, 2026

Greenery dan Floor Clothing

 Topik: Greenery dan Floor Clothing


A. GREENERY

1. Pengertian Greenery

Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=Kdwks3x82w8

Dalam dunia tata artistik televisi, greenery adalah penggunaan elemen tanaman — baik asli maupun buatan — sebagai bagian dari dekorasi set.
Greenery berfungsi untuk menciptakan suasana yang lebih hidup, alami, segar, dan mendukung tema visual dalam produksi televisi.

2. Fungsi Greenery dalam Produksi Televisi

  • Menambah estetika: Memberikan keindahan visual.
  • Membangun atmosfer: Misal suasana taman, hutan, atau outdoor.
  • Mendukung tema: Misal tema pernikahan, acara religi, lifestyle, atau talkshow alam.
  • Menyamarkan kekurangan set: Menutup area yang kurang menarik.

3. Jenis-jenis Greenery

  • Tanaman asli: Memberikan kesan natural, namun membutuhkan perawatan lebih (penyiraman, pencahayaan).
  • Tanaman buatan: Lebih praktis, tidak membutuhkan perawatan, fleksibel untuk berbagai set.

Contoh tanaman populer:

  • Monstera
  • Palem
  • Pohon kecil dalam pot
  • Bunga hias (artificial)

4. Teknik Penataan Greenery

  • Layering: Menyusun tanaman bertingkat, dari kecil ke besar.
  • Grouping: Mengelompokkan beberapa tanaman untuk menciptakan focal point.
  • Balancing: Menyeimbangkan kiri dan kanan frame kamera.
  • Color Matching: Menyesuaikan warna daun atau bunga dengan palet warna set.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Pencahayaan: Hindari bayangan berlebihan dari tanaman.
  • Ukuran proporsional: Sesuaikan ukuran tanaman dengan skala set.
  • Penggunaan seperlunya: Jangan sampai greenery mengganggu fokus utama pada talent.

B. FLOOR CLOTHING


1. Pengertian Floor Clothing

Floor clothing dalam tata artistik televisi adalah penggunaan material penutup lantai untuk memperindah tampilan dasar set atau untuk mendukung kebutuhan visual tertentu.

Floor clothing bisa berbentuk:

  • Karpet
  • Vinyl
  • Kanvas
  • Rumput sintetis
  • Kain khusus (background material)

2. Fungsi Floor Clothing dalam Produksi Televisi

  • Menambah estetika lantai: Membuat lantai sesuai tema (misalnya mewah, rustic, modern).
  • Menciptakan batas ruang: Membantu framing visual di kamera.
  • Menyamarkan lantai asli: Jika lantai studio kurang sesuai.
  • Menambah keamanan: Karpet bisa mencegah slip, menyerap suara langkah.

3. Jenis-jenis Floor Clothing

Jenis Material

Karakteristik

Kelebihan

Kekurangan

Karpet

Tebal, bertekstur

Menambah kehangatan, mengurangi noise

Sulit dibersihkan

Vinyl

Tipis, bermotif

Banyak pilihan motif (kayu, marmer)

Bisa licin

Kanvas

Fleksibel, mudah digulung

Cocok untuk background tematik

Kurang tahan lama

Rumput Sintetis

Kesan outdoor, hijau

Sangat cocok untuk tema alam

Bisa mahal

4. Teknik Pemasangan Floor Clothing

  • Perhatikan ukuran: Pastikan menutupi area frame kamera.
  • Pengencangan: Floor cloth harus rapi tanpa lipatan.
  • Perekat tambahan: Gunakan tape atau perekat khusus untuk mencegah pergeseran.
  • Pencocokan warna: Sesuaikan warna/motif lantai dengan tema set.

5. Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Refleksi Cahaya: Hindari material yang terlalu mengilap.
  • Tekstur Aman: Pastikan aman untuk berjalan atau aktivitas talent.
  • Kebersihan: Floor clothing harus bersih dari noda agar tidak mengganggu tampilan HD kamera.

C. Contoh Aplikasi Greenery dan Floor Clothing dalam Program TV

Jenis Acara

Greenery

Floor Clothing

Talkshow Outdoor

Tanaman asli, pot besar

Rumput sintetis

Reality Show

Tanaman buatan ringan

Vinyl bermotif kayu

Acara Musik

Bunga warna-warni artistik

Karpet hitam elegan

Drama Televisi

Pohon kecil untuk set taman

Kanvas polos

Program Religi

Tanaman sederhana

Karpet bercorak islami


D. Tips Profesional Tata Artistik

  • Cek framing kamera sebelum finalisasi set.
  • Buat dummy test untuk melihat pantulan warna/cahaya.
  • Konsultasi dengan lighting crew agar greenery tidak mengganggu pencahayaan.
  • Simpan floor clothing cadangan untuk antisipasi kerusakan di tengah produksi.

Catatan untuk Siswa:
"Set televisi bukan sekadar latar belakang. Set adalah bagian dari cerita yang ingin kita sampaikan. Tata artistik adalah 'bahasa visual' yang harus dipahami dan dikomunikasikan dengan kuat."

Thursday, November 4, 2021

RIAS WAJAH SMINK

RIAS WAJAH SMINK
Penulis : Ucke Rakhmat Gadzali, S.Pd.



Rias wajah bukan merupakan suatu hal baru, karena sejak ribuan tahun yang lalu sudah dikenal dan diterapkan khususnya oleh kaum wanita, dimana setiap bangsa memiliki standar tertentu akan arti cantik. Tata rias adalah seni menggunakan bahan kosmetika untuk menciptakan wajah peran sesuai dengan tuntutan lakon. Selain itu tata rias adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang seni mempercantik diri sendiri atau orang lain dengan menggunakan kosmetika. Pemakaian kosmetika untuk tata rias sendiri telah dikenal sejak jaman dahulu, dimana kata kosmetikos bearti keterampilan berhias. 

Sementara itu di jaman modern seperti sekarang ini konsep cantik dengan make up sudah bergeser menjadi cantik dengan memiliki tubuh yang sehat, berpenampilan cantik, menarik serta tampil muda. Fungsi pokok rias adalah mengubah watak seseorang, baik dari segi fisik, psikis, dan sosial. Fungsi bantuan rias adalah untuk memberikan tekanan terhadap perannya. Sementara itu tujuan dari tata rias yaitu untuk memperelok dan mempercantik wajah dan tubuh, baik dengan kosmetik maupun dengan bantuan bedah plastik.

1. PENGERTIAN RIAS WAJAH SMINK

Rias Wajah Smink yaitu berimajinasi dan inisiatip agar dapat menampilkan beremacam – macam riasan dari ide kita sendiri.

2. TUJUAN RIAS WAJAH SMINK

  1. Untuk mengikuti karnaval 
  2. Mengikuti event-event
  3. Untuk mengembangkan bakat seni 
  4. Menutupi kekurangan
  5. Menunjukan wajah karakter yang diinginkan
  6. Menonjolkan kelebihan pada wajah

3. MANFAAT RIAS WAJAH SMINK

Kebutuhan dasar bagi setiap wanita sebagian mengatakan dengan alasan kesehatan atau tampil lebih cantik.


SEJARAH BADUT

Badut mengacu pada seseorang dengan dandanan lucu yang bahkan terkadang meniru karakter komik, riasan wajah menor, dan kostum berwarna unik, memiliki kemampuan memeragakan mimik lucu dan gerakan-gerakan konyol tanpa sedikitpun melepas kata-kata. Inilah yang membedakan badut dengan pelawak konvensional. Nah sekarang banyak muncul baju badut, kostum badut dengan aneka desain kostum badut.

Di abad pertengahan, atau sekitar tahun 500 Masehi hingga 1.500 Masehi, terdapat karakter badut yang sangat terkenal. Masyarakat Eropa, khususnya Italia, mengenalnya sebagai Arlecchino atau Harlequin, yang dipopulerkan oleh kelompok sandiwara Commedia dell arte. Kostum yang digunakannya pun masih sangat sederhana. Sedangkan busana badut yang seperti dikenal sekarang merupakan hasil perkembangan kostum yang pernah populer di Jerman dan Inggris, sekitar abad ke-18 Masehi. Kala itu, dandanan dan gaya pantomim Pickellherring begitu terkenal. Ciri-ciri dandanannya, baju dan sepatu gombrong (kebesaran), penutup kepala warna-warni, serta renda besar yang melingkar di seputar leher sang badut.

Pada abad ke-18 Masehi ini pulalah, badut mulai menjadi bagian penting dari sebuah pertunjukan sirkus. Maklum, atraksi sirkus biasanya dipenuhi adegan-adegan akrobat yang menegangkan. Nah, dengan kehadiran makhluk aneh pemancing tawa inilah, diharapkan dapat mengendurkan kembali urat saraf yang meregang. Hingga saat ini, aksi para badut tetap menjadi mata acara yang ditunggu-tunggu oleh para penonton.

Badut pertama yang menjadi superstar sekaligus bintang sirkus di awal abad ke-18 Masehi adalah Joseph Grimaldi atau yang lebih dikenal dengan nama Joey Grimaldi. Ia melakukan pertunjukan di London pada awal tahun 1.800-an. Joey menciptakan karakter Jocy. Konon, kelebihan karakter Jocy yang membuatnya di kenang dalam sejarah perbadutan adalah kemampuannya menghidupkan tokoh badut yang diperankannya. Karakter Jocy tak sekadar melucu, tapi juga memainkan perasaan penontonnya lewat mimik sedih, bahkan ketakutan.Badut yang terkenal pertama dari Amerika adalah Dan Rice. Ia memanjangkan jenggotnya dan mengenakan baju yang menyerupai bendera Amerika. Dalam pertunjukannya, Dan Rice menggunakan seekor babi yang bernama Lord Byorn.


CONTOH RIAS WAJAH BADUT CANTIK


CONTOH RIAS WAJAH BADUT SIMPEL


CONTOH RIAS WAJAH BADUT SERAM









Thursday, October 14, 2021

Rias Karakter Tua

TATA ARTISTIK

MENERAPKAN TATA RIAS UNTUK PROGRAM TELEVISI

Penulis : Ucke Rakhmat Gadzali, S.Pd.


Pengertian Rias Karakter Tua

Rias karakter tua adalah merias dengan menjadikan talent jauh lebih tua dari usianya. Penambahan usia tergantung dari peran yang dibawakannya. Misal remaja usia 20 tahun, dirias menjadi usia 40 tahun

Pada dasarnya rias karakter hanya mampu membuat seseorang menjadi jauh lebih tua.

Remaja berusia 20 tahun dapat diubah menjadi nenek berusia 70 tahun, Sebaliknya nenek berusia 70 tahun tidak akan dapat dirubah menjadi remaja berusia 20 tahun.

Hal ini disebabkan kondisi kulit nenek 70 tahun yang sudah keriput, tidak akan mampu dirubah mulus kembali 50 tahun lebih muda.


Status Ekonomi dan Rias Karakter Tua

Apabila dalam cerita yang akan dibawakan adalah wanita tua dalam usia 50 tahun, maka:

  • Kondisi kulit wanita tua orang kaya, aktifitasnya jarang kena paparan langsung dengan sinar matahari, akan beda kondisinya denga wanita tua yang kesehariannya terkena paparan matahari (lebih gelap)
  • Garis kerutan wanita tua yang susah kehidupannya (dalam cerita), maka garis kerutannya akan lebih jelas dan dalam.

Langkah merias tua dua dimensi untuk TV

  • Pelajari naskah/ skrip peran dan gambaran fisik talent tersebut.
  • Mendiskripsikan ciri-ciri fisik talent dalam peran tersebut:

    1. Warna kulit
    2. Kekencangan kulit
    3. Daerah guratan/ kerutan yang tampak


Stylling Rambut

Rias Karakter tua, bukan hanya sebatas rias wajahnya saja, namun berkaitan dengan gaya penataan rambutnya.

Stylling

Setting cerita sedang dimana, dalam aktifitas apa, harus diperhatikan. Kadang terlihat, talent tidur/ bangun tidur masih dengan sasakan tinggi dan rapi

Kostum

Walau kostum bukan tugas dari make-up artis, namun harus berkomunikasi dengan wardrop yang akan dikenakan talent pada saat take shooting. 

Kosmetik

Make-up TV harus menyesuaikan karakter Kamera TV yang menangkap sangat tajam setiap objeknya. Sehingga:

  • Make up harus halus
  • Menggunakan kosmetik yang tidak mengkilat.
  • Kosmetik matt untuk menahan keluarnya keringat karena sorot lampu dengan watt yang tinggi
  • Kosmetik make-up TV dan film yang bagus biasanya mahal. Stasiun TV didaerah, biasanya kurang mensuport kosmetik ini.

Langkah merias

  1. Pembersihan wajah dan sisa make-up dengan cleanser sesuai jenis kulit klien
  2. Aplikasinya pengegar,
  3. Aplikasikan pelembab agar kulit tetap sehat
  4. Aplikasikan foundation waterproff dengan warna sesuai usia yang akan dirias dan perannya
  5. Aplikasi bedak yang transparan
  6. Membuat garis guratan, dengan pensil eye liner coklat yang lunak, atau dengan kuas sudut yang kecil membuat guratan dengan eye shadow coklat yang tidak mengkilat
  7. Peran shadding dan tinting disini sangat besar untuk membuat kesan lekukan mendalam dan kantong mata yang menonjol, dan alis yang turun.





Wednesday, October 6, 2021

Menerapkan Tata Rias pada Program TV

Hallo sahabat edukasi dimana pun anda berada, dibalik kemegahan dan keseruan film terdapat orang-orang dibelakang dan didepan layar/frame yang terus bekerja untuk membuat film menjadi layak untuk ditonton dan dipasarkan ke masyarakat. Orang-orang tersebut adalah para kru di lapangan maupun di luar lapangan, yakni produser, sutradara, penulis naskah, pemegang kamera, tata artistik, pengarah lampu, hingga pada pembantu umum. Salah satu dari kru film yang kali ini akan dibahas yakni Penata rias yaitu wajah, untuk proses film atau televisi itu sendiri.

Seni menggunakan bahan kosmetik untuk mewujudkan peranaan atau disebut tata rias. Tata rias mampu memberikan kesan yang lebih fantastik dengan dandanan yang mumpuni untuk membentuk karakter yang sesuai dengan naskah yang akan diproduksi. Dengan tata rias seorang pemain mampu memerankan dengan sempurna dengan bantuan tata rias. Titik tolak pemikiran  tata rias, yaitu

  1. Melihat dengan jelas yang dikemukakan untuk suatu peran 
  2. Kepribadian pemain 
  3. Berhubungan dengan seluruh pertujukan yang ditampilkan

Tata rias wajah adalah seni menggunakan bahan-bahan kosmetik untuk mewujudkan wajah peranan (Harymawan,1988:134). Tugas seorang penata rias adalah member bantuan dengan jalan memberi dandanan atau perubahan-perubahan pada para pemain hingga terbentuk dunia panggung sandiwara suasana yang kena dan wajar.

Tata rias dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu 

  1. tata rias wajah dasar 
  2. tata rias wajah khusus. 

Tata rias wajah dasar mencakup tata rias wajah untuk pagi hari, tata rias wajah untuk sore hari dan tata rias wajah untuk malam hari (Asi Tritanti, 2007:1). 

Tata rias wajah film digolongkan menjadi 3, yaitu :

1. Rias wajah cantik : menyempurnakan kecantikan si pemain film



2. Rias wajah karakter : dibuat sedemikian rupa sehingga menunjang penjiwaan karakter tokoh yang diperankan, tanpa harus mengubah total


3. Rias wajah smink : menciptakan imajinasi baru pada tokoh.



Tata rias berfungsi untuk menampilkan dimensi wajah pemain dan menegaskan garis-garis wajah karakter, sehingga saat berekspresi muncul efek gerak yang tegas dan dapat di tangkap oleh kamera. Seorang penata rias harus mencermati gerak ekspresi wajah untuk menentukan garis yang akan dibuat.

Seperti gambar diatas, seorang pemuda tampan dirias dengan teknik tata rias wajah smink. Karena menciptakan imajinasi baru. Seorang penata rias membuat riasannya juga tetap berpacu pada naskah yang sutradara inginkan. Apakah itu berkarakter seram seperti monster dan lain sebagainya, penata rias harus tetap cekatan dan kreatif mewujudkan tata rias yang keren demi kelangsungan produksi film dan jika di televisi sama saja, tak jauh beda. Bedanya hanya pada budget yang di siapkan apakah dengan budget yang besar atau yang seadanya semua bisa di bicarakan antar tim produksi.

Anda berkomitmen untuk seni tata rias untuk film dan televisi. Anda terobsesi dengan aspek kerajinan tangan. Proses kreatif anda dimulai dengan naskah dan dimana orang lain mungkin hanya melihat monster atau ratu kecantikan, tatapan artis dan desain detail akan berujung pada eksekusi teliti yang membuat anda dipekerjakan lagi dan lagi. Bekerja dengan professional gairah lain yang menghargai visi tunggal dan dedikasi untuk penonton, maka anda seorang penata rias atau Makeup artist.

Tak hanya di film, produksi televisi juga sama tugasnya. Penata rias televisi termasuk rias wajah film, hanya disini kamera perekamnya adalah kamera elektronik (sinematron). Karena itu prinsip dasarnya juga tidak jauh berbeda dengan rias wajah panggung,fantasi disini lebih spesifik diperhitungkan ketajaman gambar kurang baik disbanding dengan yang diberikan di film. Tata rias dibuat agak mendekati tata rias panggung, yaitu agak tebal dan sedikit kontras. Tetapi perlu juga diperhitungkan pengaruh lampu sorot yang dapat mempengaruhi warna.

Dari beberapa pemaparan dan penjelasan tentang tata rias wajah, bisa di jawab judul artikel yang dimaksud , pentingkah tata rias wajah di sebuah film dan televisi ? yaitu sangat penting. Karena dalam sebuah produksi harus berpacu pada Mise En Scene yaitu pengadeganan. Yang berupa setting, makeup atau wardrobe, lighting dan ekspresi atau gestur. Yang menjadi satu kesatuan dan memang harus menjadi kesatuan. Karena pada dasarnya, artis/actor tidak akan bisa sempurna jika belum di makeup. Maka dari itu, tata rias wajah sangat penting untuk produksi yang baik.

Bahan tata rias (make up) yang diperhatikan untuk kebuuhan produksi 

  1. Base 
  2. Foundation 
  3. Lines 
  4. Rouge 
  5. Cleansing


DAFTAR RUJUKAN

http://www.geocities.ws/kurcantik204/Wajah_Film_bel1a.pdf,16/6/2015

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2012-1-00390-mc%201.pdf,15/6/2015  

http://dilihatya.com/2397/pengertian-televisi-menurut-para-ahli,15/6/2015

jhttp://tp.ac.id/dokumen/karakter/+wajah+dalam+teater, 15/6/2015

https://vfs.edu/programs/makeup,15/6/2015

Wednesday, September 22, 2021

FUNGSI, TIM DAN TAHAPAN KERJA PENATA BUSANA

***

Fungsi Tata Busana

Tata busana adalah seni pakaian dan segala perlengkapan yang menyertai untuk menggambarkan tokoh. Tata busana termasuk segala asesoris seperti topi, sepatu, syal, kalung, gelang , dan segala unsur  yang melekat pada pakaian.

Fungsi tata busana dalam kehidupan sehari-hari untuk melindungi tubuh, mencitrakan kesopanan, dan memenuhi hasrat manusia akan keindahan. Namun tata busana dalam program TV atau Film memiliki fungsi yang lebih kompleks yaitu untuk mencitrakan keindahan penampilan, membedakan satu pemain dengan pemain yang lain, menggambarkan karakter tokoh peran, memberikan efek gerak pemain, dan memberikan efek dramatik. 

a) Mencitrakan Keindahan Penampilan 

Tata busana dalam film berfungsi sebagai bentuk ekspresi untuk tampil lebih indah dari penampilan  sehari-hari. 


b) Membedakan Satu Pemain Dengan Pemain Yang Lain 


Artis / talent menampilkan tokoh yang bermacam-macam karakter dan latar belakang sosialnya. Penonton membutuhkan suatu penampilan yang berbeda-beda antara satu tokoh dengan tokoh yang lain. Busana menjadi salah satu tanda penting untuk membedakan satu tokoh dengan tokoh yang lain. Penampilan busana yang berbeda akan menunjukkan ciri khusus seorang tokoh, sehingga penonton mampu mengidentifikasikan tokoh dengan mudah. 

c) Menggambarkan Karakter Tokoh Peran 

Fungsi penting busana dalam film adalah untuk menggambarkan karakter tokoh peran. Perbedaan karakter dalam busana dapat ditampilkan melalui model, bentuk, warna, motif, dan garis yang diciptakan. Melalui busana,  penonton terbantu dalam  menangkap karakter yang berbeda dari setiap tokoh. Contohnya, tokoh seorang pelajar yang pendiam, rajin, dan alim, busananya cenderung rapi, sederhana, dan tanpa asesoris yang berlebihan. Sebaliknya, tokoh seorang pelajar yang bandel, brutal, dan sering membuat onar, busananya dilengkapi asesoris dan cara pemakaiannya seenaknya tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan sekolah. 

d) Memberi Ruang  Gerak Pemain 

Tata busana memiliki fungsi memberikan ruang gerak kepada pemain untuk mengekspresikan karakternya. Busana diciptakan untuk memberikan ruang gerak pemain sehingga segala bentuk gerak dapat diekspresikan secara maksimal. Pemain memiliki bentuk dan karakteristik gerak yang berbeda dan membutuhkan bentuk dan gaya busana yang berbeda pula. Busana bukan sebagai penghalang bagi aktivitas pemain, sebaliknya memberi keluasan gerak pemain

e) Memberikan Efek Dramatik 

Busana juga berfungsi memberikan efek dramatik. Busana mendukung dramatika sebuah adegan dalam lakon. Gerak pemain akan lebih ekspresif dan dramatik dengan adanya busana. Efek dramatik busana juga bisa muncul dari perkembangan tokoh. Selain itu, saat busana dipakai untuk bermain bisa melahirkan bentuk dan efek gerak tertertu yang mampu memukau.


Tim Penata Busana dalam Produksi Film

Dalam produksi film, penata busana mempunyai wewenang besar untuk memberi sentuhan kreatif pada kostum yang dipakai aktor maupun aktris. Dengan pemilihan busana yang tepat tentu akan dapat memperkuat karakter tokoh dalam film. Untuk itulah ia wajib melakukan riset perihal busana, dari hasil riset itulah yang akan dijadikan acuan dalam mengetahui karakter pemain, waktu dan setting dalam film.

Busana dapat menjadi salah satu elemen yang menjadi jiwa dalam film, oleh karena itu penata busana juga harus mampu memahami isi cerita dan menerjemahkan naskah film dengan “bahasa” -nya. Sulitnya menentukan kostum yang tepat dan sesuai untuk para pemeran dalam film maka di bagian Costume Department biasanya diisi oleh beberapa personel yang bertanggungjawab, yakni :

1. Costume Designer


Costume Designer memiliki tanggung jawab pada proses perancangan, perencanaan, pengaturan konstruksi garmen mulai dari bahan kain yang digunakan, warna dan ukurannya. Seluruh busana yang dipakai oleh aktor dan aktris di depan layar menjadi tanggung jawabnya.

Agar dapat memahami dengan cepat dalam menginterpretasikan karakter dari tokoh yang ada dalam film, Costume designer biasanya akan bekerja secara langsung dengan sutradara sekaligus dapat saling berkonsultasi dengan Production designer

2. Costume Supervisor


Costume Supervisor  merupakan seseorang yang akan bekerja langsung dengan desainer busana dan departemen logistik. Adapun tugasnya yakni membantu merancang sebuah busana,  mengawasi pembuatan seluruh produksi kain, memastikan busana yang dibuat sudah sesuai dengan sketsa rancangan, dan mengatur segala keperluan penyimpanannya.

3. Key Customer

Key Customer  memiliki tanggung jawab untuk membantu costume supervisor dalam mengatur produksi busana dan memenuhi keperluan pakaian/kostum dari pemeran utama.

4. Costume Standby

Costume Standby bertanggung jawab untuk mengawasi kontinuitas keperluan busana yang digunakan oleh aktor dan aktris dalam setiap adegan.

5. Art Finisher


Art Finisher bertanggung jawab dalam memberikan sentuhan-sentuhan artistik dari busana yang digunakan untuk keperluan syuting. Dengan berbagai cara  Art Finisher harus bisa membuat busana menjadi apa yang dibutuhkan dalam visual, misalnya merubah pakaian baru menjadi lebih lawas, kotor, basah atau yang lainnya.

6. Cutter

Cutter bertanggung jawab untuk memperbaiki busana dan melakukan segala pekerjaan penjahit pada waktu syuting berlangsung.


Tahapan Kerja Penata Busana

Membuat busana untuk artis / talent membutuhkan persiapan yang matang dengan tata urutan kerja yang sistematik.  Seorang perancang busana tidak bisa kerja sendiri, karena karyanya berhubungan dengan tata artistik lain. Tahapan kerja penata busana dalam proses produksi adalah menganalisis naskah, diskusi dengan sutradara dan tim artistik, mengenal pemain, persiapan produksi, desain, dan pengerjaan. 

a) Menganalisis Naskah 

Naskah adalah sumber gagasan dari sebuah pementasan teater. Gagasan kreatif seorang penata busana mengacu langsung pada naskah yang akan dipentaskan. Menganalisis naskah artinya adalah memahami naskah secara utuh. Seorang penata busana menganalisis naskah untuk mengetahui jenis busana, model, warna, tekstur, dan motif yang dibutuhkan.

Memahami naskah bermula dari mempelajari tokoh. Keutuhan  tokoh yang menyangkut dimensi fisik, psikologis, serta latar sosial sangat menentukan arah rancangan busana. Seorang penata busana perlu juga mempelajari aktivitas tokoh yang menyangkut karakteristik akting. Seorang tokoh dalam naskah mungkin banyak melakukan adegan perkelahian dengan motif gerak silat, sehingga penata busana perlu membuat busana yang memiliki pola tertentu sehingga memberi ruang gerak secara maksimal.  Dengan mempelajari naskah, seorang penata busana bisa mengetahui perubahan busana dalam setiap adegan atau babak. Semua aspek yang menyangkut fungsi busana dalam sebuah pementasan perlu dicermati oleh penata busana.  

Memahami naskah akan memberikan ide-ide kreatif terhadap penata busana. Saat mempelajari naskah, seorang penata busana perlu membuat catatan-catatan penting terkait dengan gagasannya maupun hal-hal yang akan didiskusikan dengan tim artistik yang lain. Seorang penata busana juga perlu mencatat kesulitankesulitan, baik menyangkut model busana, maupun aspek teknik. Dengan mempelajari naskah dengan baik, seorang penata busana memperoleh gambaran yang utuh tentang rancangan busana yang dibutuhkan. 

b) Diskusi Dengan Sutradara dan Tim Artistik 

Penata busana perlu melakukan diskusi dengan sutradara untuk memperoleh pemahaman  yang sama terhadap naskah. Gagasan sutradara tentang busana juga merupakan masukan yang penting bagi penata busana. Diskusi yang dilakukan dengan sutradara menyangkut model busana, bentuk, warna, motif, garis, serta kemungkinan-kemungkinan akting yang membawa konsekuensi pada rancangan busana. Masukan sutradara menjadi landasan  untuk membuat desain. 

Diskusi dengan tim artistik menjadi proses kerja yang penting bagi seorang penata busana. Khususnya dengan penata cahaya. Pencahayaan berpengaruh langsung pada dimensi dan warna busana.  Penata busana  perlu menyampaikan warna yang dipakai sehingga tidak memunculkan efek-efek lain yang tidak diinginkan. Dalam diskusi, semua gagasan artistik diungkapkan untuk mencapai kesepakatan pengolahan unsur-unsur estetiknya.

c) Mengenal Pemain 

Membuat busana terkait langsung bentuk  tubuh pemain. Tokoh dalam naskah mempunyai karakteristik tubuh yang tidak selalu sesuai dengan bentuk tubuh pemain. Bentuk tubuh pemain memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam membuat rancangan busana. Oleh karena itu, penata busana perlu mencatat dengan cermat karakteristik tubuh pemain. Anatomi tubuh yang tidak sesuai perlu dicarikan solusinya sehingga sesuai dengan kebutuhan tokoh.  

d) Persiapan Produksi 

Desain busana menentukan pengadaan dan produksi. Pengadaan dan produksi akan terkait dengan waktu, biaya, serta tenaga yang terlibat. Pengadaan busana dengan cara memadukan busana yang sudah ada, membutuhkan waktu dan biaya yang relatif sedikit. Sebaliknya, busana yang harus diproduksi membutuhkan waktu, biaya, serta tenaga yang relatif banyak. Hal ini perlu dipertimbangkan agar busana dapat disediakan tepat pada waktu yang telah ditentukan. 

Selain itu, persiapan pementasan juga merupakan hal yang penting. Persiapan pementasan perlu pengelolaan tersendiri. Pengelolaan persiapan pementasan dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan busana berdasarkan tokoh. Busana untuk masing-masing tokoh dikelompokkan tersendiri dengan catatan khusus terkait dengan jenis busana, asesoris, serta peralatan yang dibutuhkan. Busana-busana yang membutuhkan perlakukan khusus, seperti harus diseterika, dibuat kusut, dirancang untuk sobek saat dipakai akting, dan sebagainya, juga harus diperhatikan. Penata busana juga perlu memperhatikan pergantian busana tiap babak atau adegan. Semuanya harus ditata dalam alur kerja yang sistematis. 

e) Desain 

Desain busana berarti rancangan  tentang suatu bentuk dan model busana. Desain menjadi media untuk menggambarkan gagasan perancang busana. Fungsi lain dari desain adalah sebagai alat mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain untuk dapat diwujudkan dalam bentuk busana yang sebenarnya. Secara garis besar, desain dibedakan menjadi dua, yaitu desain ilustrasi dan desain produksi. 

Desain ilustrasi busana merupakan desain dasar yang tidak memiliki keterangan spesifik tentang busana. Ilustrasi busana berupa gambar yang menjadi gagasan dasar dan membutuhkan penjabaran teknik apabila hendak diproduksi.  

Desain ilustrasi dengan gambar detail realistik akan memberikan kemudahan bagi sutradara dan tim tata artistik yang lain untuk memahami. Tetapi karena desain ilustrasi masih merupakan tahap awal tentunya akan sedikit menyulitkan bagi penata busana untuk menggambar desain ulang setelah mendapatkan penyesuaian dari sutradara. Pada tahap awal, gambar desain berupa sketsa lebih dianjurkan, karena masih adanya penyesuaian di sana-sini sehingga tidak terlalu menyulitkan dalam mengubah gambar desainnya. 

Desain produksi adalah desain yang dibuat dengan tujuan untuk diproduksi. Oleh karena itu mengandung keterangan-keterangan teknik yang rinci, dan jelas sehingga dapat dibaca dan diwujudkan ke dalam bentuk busana yang sesungguhnya.   

f) Pengerjaan 


Pengerjaan busana untuk artis / talenttergantung dari desain untuk menentukan teknik pengerjaan. Suatu busana mungkin tidak perlu dibuat, karena dapat memanfaatkan busana yang ada untuk ditata sedemikian rupa sesuai dengan rancangan. Akan tetapi, desain busana hanya bisa diwujudkan dengan memproduksi, mulai dari menyiapkan bahan sampai proses penjahitan.


Thursday, August 26, 2021

Jenis-jenis Busana


Hallo sahabat edukasi, Sebelum anda mempelajari desain busana, Anda perlu mengetahui bagian-bagian dan jenis-jenis busana.

Berdasarkan jenisnya, busana bisa dikelompokkan menjadi:

  1. Blus (Blouse)
  2. Jas (Jacket)
  3. Kemeja (Shirt)
  4. Setelan (Suit)
  5. Rok (Skirt)
  6. Mantel (Coat)
  7. Gaun (Dress)
  8. Rompi (Vest)
  9. Celana (Pant)
  10. Celana Terusan (Jump Suite)
Selengkapnya, silahakan lihat modul berikut Klik disini


Wednesday, August 25, 2021

Menganalisis Kostum untuk Pengisi Acara

Kostum atau busana merupakan cara berpakaian disuatu daerah tertentu. Pakaian yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kesempatan pada saat itu, yang biasanya digunakan untuk pertunjukan diatas panggung dan juga depan kamera. Kostum dapat berupa pakaian secara umum atau gaya berpakaian tertentu pada orang kelas masyarakat atau periode tertentu. Istilah ini juga berhubungan dengan pengaturan artistik aksesoris pada gambar, patung, puisi sesuai dengan jaman, tempat atau keadaan (Nina Surtiretna, 1993: 27).

Kata lain dari penata busana adalah Wardrobe, Wardrobe dalam arti sebenarnya adalah lemari dinding tempat menyimpan pakaian, awalnya nama “wardrobe” dimaksudkan pada sebuah ruangan di dinding yang menyatu dengan tembok. Sebutan lain untuk wardrobe adalah armoire. Namun, dalam istilah televisi dan film istilah wardrobe langsung dikaitkan pada masalah pakaian atau kostum pemain itu sendiri, bukan tempat peyimpanannya.

Menurut Nina Kusumawati dkk (2017:22) “Wardrobe merupakan orang yang bekerja mengatur segala bentuk pakaian atau yang dikenakan pemain dalam melakukan adegan sesuai dengan tuntutan cerita atau skenario”.

Memilih pakaian untuk sebuah pertunjukan film atau televisi bukan perkara mudah, selain harus punya sense of art dia juga mesti memiliki skill yang baik. Memang orang yang mengurus wardrobe tidak harus bisa merancang sebuah kostum tapi alangkah baiknya jika dia punya pengalaman bekerjasama dengan seorang costume designer.

Menurut (Soedarsono, 1978:34) secara umum warna kostum yang dipilih berdasarkan warna yang memiliki makna teatrikal dan sentuhan emosional. Mengenai pemilihan warna didalam kostum sebaiknya dipilih sesuai dengan perpaduan antara warna tata arias wajah dan rambut agar terbentuk suatu kesatuan didalam penerapan tokoh atau karakter yang akan dimunculkan.
Kostum merupakan unsur pelengkap yang tidak kalah pentingnya untuk menunjang kreasi anatara kostum, tata rias wajah, hiasan dan asesoris. Kostum yang pertama kali tampak membantu menggariskan karakternya, dan kostum tampak kemudian memperkuat kesan itu atau mengubahnya menurut keperluan pemeran atau pemain. Kostum dan make-up merupakan sesuatu yang berkaitan satu sama lain. Kostum dan make-up adalah element secara fisik dan simbolik yang paling dekat dengan seseorang aktor an karakternya (Williard F.Bellman, 1977: 269)

a. Tujuan Kostum 
Berbusana yang di pakai manusia beranekaragam bentuk dan fungsinya. Fungsi berbusana dalam kehidupan sehari-hari untuk melindungi tubuh, menciptakan kesopanan, dan memenuhi hasrat manusia akan keindahan menurut (nelot, 2009:22), fungsi berkostum dalam pegelaran antara lain :

1) Menciptakan keindahan penampilan 
Tata Busana dalam pagelaran berfungsi sebagai bentuk 
ekspresi untuk tampil lebih indah dari penampilan sehari-hari. Kostum pagelaran dibuat secara khusus dan dilengkapidengan asesoris sesuai kebutuhan pagelaran. 

2) Membedakan satu dengan yang lain 
Membedakan satu dengan yang lain dalam pagelaran, menampilkan tokoh dengan karakter yang berbeda dan latar belakangnya. Penonton membutuhkan suatu penampilan yang dapat membedakan dari pemain satu dengan yang lain dan kostum tersebut menggambarkan atau menonjolkan ciri khas suatu tokoh. 

3) Menggambarkan karakter tokoh 
Melalui kostum, karakter seseorang dapat dilihat. Perbedaan karakter dalam busana dapat ditampilkan melalui model, bentuk, warna, motif, dan garis yang diciptakan. 

4) Memberi ruang gerak 
Kostum bukan sebagai penghalang bagi aktivitas, sebaliknya memberi ketulusan seseorang untuk mengekspresikan karakternya. 

5) Memberikan efek dramatik 
Busana mendukung dramatika sebuah adegan dalam lakon. Gerak pemain akan lebih expresif dan dramatik dengan adanya kostum.

b. Jenis Kostum 
Busana (kostum) beragam jenis dan bentuk. Tata busana secara garis besar dapat digolongkan dalam beberapa jenis, yaitu; 

1) Kostum Historis 
Kostum yang sesuai dengan periode atau jamannya sebagai 
contoh : kostum kerajaan, kostum yunani, kostum mesir, dan kostum majapahit. 

2) Kostum Sehari-hari 
Kostum sehari-hari adalah kostum yang dipakai dalam kehidupan keseharian masyarakat. 

3) Kostum Tradisional 
Kostum tradisional mencerminkan karakteristik masyarakat yang membedakan dengan kelompok masyarakat lain. 
Kostum tersebut biasanya berlatar belakang sejarah, terutama yang berhubungan dengan karakter tradisional, periode maupun suatu tempat contohnya, kain sari (india), gamis (arab). 

4) Kostum Modern 
Kostum yang sesuai dengan jaman dan masa yang sedang berlangsung dan mengikuti perkembangan desain mode (www.direktori.co.id/ads/depan/pakaian/kostum.html). 
Kostum yang digunakan oleh lakon kera merupakan kostum yang di desain khusus, sehingga lebih modern dan berbeda  kostum aslinya. Baik dalam bentuk maupun pemilihan warna yang digunakan serta hiasan yang ada dalam kostum tersebut. 

5) Kostum Fantasi. 
Istilah kostum fantasi adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis busana yang lahir dari imajinasi dan fantasi perancang. Kostum jenis ini juga dimaksudkan untuk kostum tokoh-tokoh yang tidak real dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tokoh bidadari, malaikat, atau dewa.

Pada blog nya Diki Umbara menyebutkan
https://dikiumbara.wordpress.com/category/tata-artistik/

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pakaian di antaranya:

  1. Pilih pakaian dengan warna-warna yang sesuai dengan tema acara
  2. Hindari pakaian yang bercorak garis-garis kecil, baju dengan motif garis-garis kecil biasanya akan menimbulkan flickr.
  3. Jangan memilih pakaian dengan motif kotak-kotak kecil, ini juga akan mengakibatkan hasil visual yang flickr.
  4. Hindari kostum berwarna putih mengkilap apalagi polos  corak. 
Contoh wardrobe atau busana pengisi 
Presenter-presenter tersebut bukan sekadar memakai wardrobe sesuai tema. Namun sesungguhnya ada pesan atau filosofi yang mereka sampaikan ke pemirsa. Bukan sekadar paket berita, tetapi wardrobe yang dikenakan ingin menunjukan konsep dan sesuai tema. 





Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...