Studio plan menggambarkan area studio berikut fasilitas seperti pintu keluar, fasilitas tenis, cyclorama, area servis, dan area penyimpanan. Studio plan ini akan memberikan gambaran di mana sebaiknya set diletakan. Jika set sudah diletakan di dalam studio plan maka akan menjadi gambar floor plan dalam studio yakni pandangan atas yang digambar pada media 2 dimensi yang memperlihatkan seluruh studio dan tata letak setting dalam studio. Gambar ini berfungsi untuk blocking peralatan bagi divisi videografi, tata suara, tata cahaya.
3.4 menganalisis gambar perencanaan elevation plan
4.4 membuat gambar perencanaan elevation plan
Elevation Plan
Elevation dalam bahasa inggris berarti ketinggian, sementara plan artinya rencana.
Elevation Plan adalah Pandangan yang digambar pada media 2 dimensi yang menunjukkan properti yang menempel di dinding dan memperlihatkan ketinggian set.
Fungsinya untuk memberikan gambaran properti apa saja yang ada di dinding. Elevation Plan dibuat sesuai dengan jumlah sisi pada studio yang digunakan.
Dalam membuat perencanaan elevation perlu desain yaitu dengan perencaan gambar elevasi, gambar elevasi adalah adalah gambar proyeksi ortografik yang menunjukkan satu sisi dinding. Itu tujuan gambar elevasi adalah untuk menunjukkan tampilan akhir dari sisi dinding tertentu dan memberikan dimensi tinggi vertikal. Empat ketinggian biasanya dibuat, satu untuk setiap sisi dinding.
Sebuah rencana elevasi biasanya mencakup yang berikut:
Identifikasi sisi spesifik dinding pada suatu ruang yang diwakili oleh ketinggian
Garis pemeringkatan
Tingkat lantai dan langit-langit yang sudah jadi
Lokasi sudut dinding luar
Jendela dan pintu
Fitur atap
Beranda, geladak dan teras
Dimensi vertikal dari fitur-fitur penting
Simbol material
Lihatlah contoh gambar dibawah ini, elevation plan berarti set properti yang menempel didinding.
Semua yang menempel pada dinding itu harus di gambarkan, dari mulai bentuk sketsa sampai bentuk seperti gambar ke 5 (dibawah). yaitu 3 sisi dinding (dinding Samping Kanan, Tengah dan Samping Kiri)
(Aplikasi Planner 5D full version silahkan download deskripsi video diatas)
Kalau dalam arsitektur floorplan itu adalah gambar yang berbentuk skala, gambar-gambar ruang (ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, taman, dll). Trus apa bedanya dengan denah? Ya mirip banget, bahkan sebagian orang menyebut floorplan itu sebagai denah.
Floor Plant adalah segala sesuatu yang terekam oleh kamera didalam ruangan tampak dari atas.
Denah adalah segala sesuatu yang terkam oleh kamera diluar ruangan tampak dari atas.
Floorplan Acara Televisi
Desain floorplan untuk acara televisi hampir sama dengan floorplan bangunan, namun kegunaan dan manfaatnya saja yang berbeda. Floorplan sebuah acara televisi dimaksudkan untuk membantu sutradara/pengarah acara televisi dalam “mengekseskusi” sebuah acara. Paling tidak, ada 3 macam floorplan :
1.Floorplan Tata Aristik
2.Floorplan Tata Kamera
3.Floorplan Tata Lighting
Tapi, adakalanya ke tiga floorplan tersebut dibuat menjadi satu saja. Dengan satu floorplan, suttradara dan produser sudah bisa melihat tata artitistik, penempatan kamera, serta penempatan lightingnya. Tidak hanya acara televisi, untuk film sekalipun di Hollywood sana, floorplan sangatlah penting. Apalagi,sebagian besar produksi film di sana dilakukan di studio. Denah studio biasanya sudah punya skala yang sangat akurat.
Floorplan Tata Artistik merupakan sketsa rencana tata artitistik yang diimplementasikan dalam sebuah denah secara lengkap menyangkut elemen stage dan properti serta penempatannya berdasarkan skala yang sudah dibuat sebelumnya. Sedangkan floorplan tata kamera sama dengan floorplan tata artistik namun ada penempatan posisi kamera. Yang membuat penempatan posisi kamera tersebut adalah pengarah acara (Program Director) yang bekerjasama dengan D.O.P (Director of Photography)
Floor Plan
Floor plan dikenal juga sebagai staging plan, ground plan, atau set plan. Floor plan adalah rencana dari tata panggung yang diawali dari menggambar garis outline set berskala yang dilengkapi dengan pintu, jendela, tangga, pastikan terdapat ruang untuk kamera, audio dan lighting, Millerson, Owen (2009:213).
Pandangan atas dari sebuah ruangan/set yang digambar pada media 2 dimensi. Fungsi dari floor plan adalah memperlihatkan tata letak, perbandingan, pembagian Setting dan informasi ukuran dari panjang, lebar ruangan.
Breakdown adalah sebuah rincian naskah yang dipergunakan dalam produksi sebuah film, drama, buku komik atau pekerjaan lainnya, yang tahap awalnya direncanakan dengan menggunakan script. Breakdown sendiri memiliki arti yaitu uraian naskah skenario, menjadi bagian-bagian yang menggambarkan tiap detail adegan untuk mengambil gambar.
Membuat Script Breakdown merupakan proses menguraikan tiap adegan dalam skenario kedalam daftar yang berisi informasi tentang segala hal yang dibutuhkan saat pengambilan gambar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui rincian kebutuhan shooting, mempermudah pengaturan jadwal shooting dan biaya yang dibutuhkan.
Setelah Script Breakdown diisi dengan berbagai informasi, setiap departemen berhak menerima Script Breakdown untuk acuan dalam mempersiapkan segala sesuatu saat proses produksi berlangsung. Pembagian kerja serta segala sesuatu yang dikerjakan selama produksi juga mengacu pada hal-hal yang tertera pada Script Breakdown.
Tim artistik bekerja berdasarkan skenario yang sudah fix atau sudah di-locked. Skenario kemudian dibuat breakdown-nya. Biasanya hampir semua yang terlibat di dalam tim membaca skenario, karena seorang kru yang baik, terbiasa untuk mengetahui jalan cerita ketika ikut dalam proses produksi. Sambil membaca, penata artistik biasanya membuat catatan-catatan atau bahkan sketsa-sketsa. sketsa-sketsa ini biasanya hanya untuk keperluan sendiri, namun jika ingin digunakan sebagai bahan diskusi, sketsa ini dapat dibuat lebih rapi dan rinci. Namun mungkin saja skenario baru dibuat atau belum fix, jika sudah ada gambaran mengenai bagian-bagian cerita yang penting, beberapa hal yang dapat dikerjakan lebih dulu, misalnya pencarian lokasi.
Di bagian lain, asisten penata artistik menyusun breakdown. semua unsur di dalam tata artistik dicoba untuk diteliti dan ditempatkan ke dalam form breakdown.
Artistik adalah membuat sesuatu yang sudah ada menjadi lebih berseni.
Tata artistik adalah merancang, mendesign, kreator, dari suatu naskah atau skenario.
Art Departement crew, yaitu Art Director, Asst. Art Director, Set Director, Runner dan Set builder.
Pada tahap awal atau praproduksi, penata artistic membaca naskah dan mempersiapkan membuat breakdown tata artistic untuk menentukan wardrobe dan property apa yang dipakai.
Tugas dan tanggung jawab artistik diantaranya adalah :
1. Analisa konsep penyutradaraan
2. Konsep artistik : Set Design, Property, Wardrobe, Make Up dan Hair.
Lembar Kerja Artistik :
Breakdown Tata Artistik
Property
Make Up
Wardrobe
Floor Plan
Set Design
Penata Rambut
Macam-macam Property :
Hand Property, adalah segala sesuatu yang digunakan oleh aktor/ talent. Seperti : Jam tangan, cincin, gelang
Main Property, adalah property yang sulit untuk dipindah-pindah dan tidak boleh dipindah.
Grass Property, adalah segala property yang berkaitan dengan rumput, taman, pepohonan maupun bunga.
Wardrobe
Art Available of shoot = Property yang berbicara
TUGAS !
Sahabat edukasi, stelah kalian mengatahui tentang tata artistik, sebagai latihan kalian dapat membuat breakdown tata artistik.
Buatlah breakdown tata artistik pada video berikut!
Penata Artistik Televisi adalah bagian dari kru televisi yang tentu berkaitan dengan art televisi (cipta seni televisi), di beberapa stasiun televisi tata artistik masuk ke dalam Departemen Artistik atau Art Departement. Di dalam departemen tersebut terbagi menjadi beberapa unit bagian yakni : Unit Dekorasi (Scenary), Unit Properti (Props), Unit Grafika (Graphic), serta Unit Tata Rias dan Busana (Dress & Makeup). Walaupun di beberapa stasiun tv di Indonesia tidak selamanya seperti urutan tersebut, misalnya unit grafika (grafis) di stasiun televisi justru bertanggung jawab pada post-production manager. Padahal semestinya grafika (unit grafis) bertanggung jawab kepada departemen artistik.
Tanggung jawab penata artistik tentu adalah membuat sebuah layar terlihat seperti sebenarnya, semua benda yang dilihat penonton saat menyaksikan sebuah film atau tayangan sebuah acara televisi. Terdapat sedikit berbeda antara penata artistik televisi dan film. Seorang art director dalam struktur perfilman, bekerja di bawah production designer secara langsung, dan di atas set designer dan berada dalam level yang sama dengan set decorator. Namun di televisi penata artistik menjadi bagian dari departemen tersendiri, yang diantara mereka mempunyai kepala divisi sendiri-sendiri.
Mengulas tata artistik karya audio visual semua berawal dari istilah mis-en-scene, dimana istilah ini sebenarnya hanya terdapat pada produksi film, tetapi dari prinsip dan sistem/cara yang ada hampir sama dengan pembuatan karya audio visual lainnya baik untuk televisi dan video. Mise-en-scene [baca: mis ong sen] adalah segala hal yang terletak di depan kamera yang akan diambil gambarnya dalam sebuah produksi film. Mise-en-scene berasal dari kata Perancis yang memiliki arti “putting in the scene”. Mise-en-scene adalah unsur sinematik yang paling mudah Anda kenali karena hampir seluruh gambar (shot) yang Anda lihat dalam film. Jika Anda ibaratkan layar bioskop adalah sebuah panggung pertunjukan maka semua elemen yang ada di atas panggung tersebut adalah unsur-unsur dari mise-en-scene. Dengan demikian bisa kita katakan bahwa separuh kekuatan sebuah shot terdapat pada aspek mise-enscene.
Dalam sebuah produksi program televisi unsur mise-en-scene identik dengan istilah scenary, props, graphic, dan dress & makeup. Istilah-istilah tersebut tentu tidak berdiri sendiri dan terkait erat dengan unsur sinematik lainnya, seperti videografi, editing, dan suara, begitu juga di dalam film. Jika pada mise-en-scene terdiri dari empat aspek utama, yakni: setting (latar); kostum dan tata rias wajah (makeup); pencahayaan (lighting); dan para pemain dan pergerakannya (acting), maka pada televisi pembagiannya pun menjadi empat bagian unit yakni scenary, props, graphic, dan dress & makeup. Di mana produksi acara televisi tanpa keterlibatan unsur scenary, props, graphic, dan dress & makeup, maka acara televisi tak ubahnya layaknya pertunjukan panggung belaka.
Apakah Anda pernah melihat sebuah program atau acara televisi yang mengambil gambarnya hanya menggunakan satu latar saja, dan hanya menggunakan satu kamera tanpa pergerakan dan perubahan dimensi jarak, serta tanpa interupsi gambar sedikit pun dengan durasi lebih dari satu jam. Jika ada sekali pun, bisa jadi gambar (shot) itu tentu akan sangat membosankan.
Tata artistik sebagai seni dan kerajinan (craft) dari cara bertutur sinematik (cinematic storytelling). Termasuk didalam seni tata artistik’, yaitu:
Merancang desain-desain sesuai skenario dan konsep sutradara.
Menciptakan look dan style.
Menghadirkan karakter melalui penciptaan lewat makeover elemen artistik.
Yang termasuk didalam kerajinan (craft)
Pemilihan material untuk menetapkan look dan style.
Pemilihan tekstur sesuai kondisi lokasi dan periode.
Koordinasi dengan personel tata artistik dan anggota produksi film lainnya.
Seorang production designer (perancang tata artistik) diharapkan mampu menterjemahkan skenario dan konsep cerita kedalam bentuk artistik yang nyata (kasat mata). Kolaborasi sutradara, director of photography dan production designer sudah dilaksanakan jauh sebelum shooting dimulai
BIDANG KERJA DEPARTEMEN TATA ARTISTIK
Membuat sketsa-sketsa awal.
Menuangkan sketsa menjadi rancangan desain-desain.
Menentukan color palette.
Menentukan konsep artistik secara integral.
Merancang biaya tata artistik.
Menjadwal pembagian shot.
Membuat setting dan properti.
Menjaga kontinuitas artistik.
Pertanggungjawaban tata artistik.
SUB DEPARTEMEN TATA ARTISTIK
Dalam pembuatan film atau video, banyak hal yang dibutuhkan dari departemen seni untuk menunjang proses produksi. Untuk itu, dalam art department memiliki jumlah kru yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan dan terbagi menjadi sub-department dengan memiliki tugas tersendiri untuk mendukung produksi film, simak penjelasan selengkapnya!
1. Desainer Produksi
Dalam pembuatan film, desainer produksi bertanggung jawab terhadap penciptaan fisik atau visual untuk tampilan sebuah film. Visualisasi untuk sebuah film berhubungan dengan hal-hal seperti, setting lokasi, kostum, properti, makeup karakter, dan semua pekerjaan unit. Biasanya desainer produksi akan bekerja sama dengan produser, sutradara, serta sinematografer untuk menciptakan tampilan sebuah film.
2. Art Director
Art director adalah Orang yang bertanggung jawab terhadap penataan artistik serta bertanggung secara langsung kepada desainer produksi dan bertugas untuk mengawasi langsung kerja para seniman dan pengrajin maupun orang-orang yang memberikan rancangan visual. Salah satunya seperti desainer serta illustrator, yang nantinya hasil desain yang sudah dibuat akan dikembangkan desainer produksi. Tidak hanya itu, art director juga bekerja sama dengan sub konstruksi untuk mengawasi estetika serta detail tekstur dari set atau properti yang akan digunakan bisa sesuai konsep yang diharapkan.
3. Asisten Art Director
Art director membutuhkan asisten yang terdiri dari beberapa orang dalam satu tim. Mereka bertugas langsung ke lapangan, seperti mengukur lokasi, membuat desain grafis, menyediakan alat tulis, mendesain dan menggambar set, serta mengumpulkan informasi yang akan diberikan kepada desainer produksi.
4. Desainer Set
Pada divisi ini terdiri dari arsitek maupun desainer interior yang yang memahami tentang desain interior untuk keperluan set shooting yang dimintai langsung oleh desainer produksi.
5. Graphic Designer
Graphic designer memiliki tugas untuk menggambarkan representasi visual desain untuk mewujudkan konsep grafis yang dibuat oleh production designer. Mereka bertugas untuk membuat desain kebutuhan grafis dengan arahan dari production designer, seperti properti majalah, poster, koran, kalendar jaman dahulu, hingga nama papan nama warung yang memang dibutuhkan untuk shooting film. Untuk membuat desain grafis yang cocok untuk kebutuhan produksi, para graphic designer perlu melakukan riset yang disesuaikan dengan tahun cerita, konsep, hingga tone yang digunakan pada film.
6. Set Decorator
Pada divisi set decorator biasanya terdiri dari beberapa orang yang bertugas untuk mendekorasi untuk keperluan film dan video, seperti perabotan dan benda-benda yang dibutuhkan untuk mendukung suasana yang akan terlihat saat pengambilan gambar dalam pembuatan film.
7. Buyer atau Runner
Buyer adalah orang yang bertugas mencari dan membeli atau menyewa perlengkapan untuk set dress atau pernak-pernik lainnya yang dibutuhkan selama produksi film. Biasanya mereka juga akan standby selama produksi jika sewaktu-waktu ada kebutuhan yang mendadak.
8. Set Dresser
Set dresser adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengatur pernak-pernik perlengkapan set dekorasi. Mereka bertugas untuk menata pernak-pernik dekorasi yang akan digunakan pada set untuk shooting, seperti furniture, gorden, karpet, serta berbagai kebutuhan untuk mendukung visual shooting. Tugas dari set dresser cenderung pada hal-hal detail, seperti membuat set dan detail perlengkapannya untuk mendukung latar ketika pengambilan gambar adegan sebuah film.
9. Master Properti
Master properti merupakan seseorang yang ahli properti, dimana mereka bertugas untuk menemukan dan mengelola semua properti yang terlihat di film atau video. Seorang master properti harus mampu mencari properti setelah melakukan riset agar mendapatkan barang yang sesuai untuk kebutuhan film. Selain itu, dibutuhkan kemampuan bernegosiasi untuk mendapatkan barang yang sesuai dari banyak penjual.
10. Props Builder
Sesuai namanya, props builder atau ahli pembangunan properti bertugas untuk membangun properti yang dibutuhkan untuk menunjang pembuatan film atau video, seperti panggung, konstruksi, pengecoran plastik, dan lain sebagainya.
11. Makeup Artist
Makeup artist pada semestinya masuk dalam departemen tata artistik film. Namun, di Indonesia seorang makeup artist merupakan divisi yang berada diluar departemen seni. Ketika ada sebuah project, biasanya tim produser dari production house akan mencari makeup artist yang dibutuhkan untuk menunjang penampilan dari aktor yang akan berperan dalam film. Makeup artist bertugas untuk merias dan menata rambut aktor agar sesuai dengan konsep dari film. Jika dibutuhkan, pada departemen ini terdapat ahli merias spesial efek untuk menciptakan efek-efek khusus untuk memanipulasi tampilan pada satu karakter, misalnya pada film horor yang membutuhkan efek karakter berdarah dan menyeramkan.
12. Wardrobe
Wardrobe merupakan departemen yang mengatur penampilan serta kostum para aktor yang akan muncul pada film atau video. Pada departemen ini, terdapat perancang busana yang bertanggung jawab atas semua pakaian dan kostum yang dikenakan oleh semua aktor yang akan muncul di dalam film. Perancang busana bertugas untuk menciptakan kostum mulai dari merancang, pemilihan bahan, warna, serta ukuran yang akan digunakan oleh para pemeran dalam film. Tim perancang busana akan bekerja sama dan berhubungan langsung dengan sutradara untuk memahami konsep karakter apa yang ingin dimunculkan serta menyelaraskan warna tone atau suasana film yang sesuai dengan desainer produksi.
Departemen seni dan sub departemennya akan sangat bekerja sama dengan kru kamera, kru pencahayaan, kru lokasi, kru efek visual, dan kru produksi lainnya. Pada saat tahap pra-produksi, departemen seni sibuk untuk menyiapkan properti serta kebutuhan set untuk pengambilan gambar pada proses produksi film nantinya. Selama produksi pun, departemen seni akan standby untuk memastikan serta membantu memasukkan properti yang digunakan dalam pengambilan gambar. Pasca produksi, biasanya departemen seni dibutuhkan untuk kebutuhan grafis dalam membuat judul dan ukuran kredit serta memberi masukan untuk sentuhan akhir pada film.
Itulah informasi lengkap seputar departemen seni yang memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah film atau video. Untuk Anda yang ingin bekerja di industri kreatif seperti production house, tentu penting untuk mengetahui departemen apa saja yang ada dalam pembuatan sebuah film. Jika tertarik, Anda bisa menyesuaikan departemen apa yang sesuai dengan minat di industri kreatif, khususnya di production house.