Showing posts with label FILM. Show all posts
Showing posts with label FILM. Show all posts

Wednesday, March 24, 2021

TATA CAHAYA SEBAGAI KEBUTUHAN ARTISTIK

Materi Tentang Teknik Tata Cahaya Untuk Pembuatan Video & Film

Silahkan Simak Video Berikut :


Pengertian Tata Cahaya

Tata cahaya adalah pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana kejadian yang dipertunjukkan dalam suatu pementasan. Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi dengan efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi.

Kerja kamera elektronik sangat dibangun oleh sistem pencahayaan. Hal ini sesuai dengan karakter sistem perekaman gambar oleh kamera elektronik, sehingga masalah-masalah mengenai tata cahaya sangat penting dalam sebuah kegiatan perekaman gambar.

Cahaya menurut sumbernya dibedakan menjadikan jadi 2

  1. cahaya alami / siang hari
  2. artifisial cahaya / tungsten

Kualitas cahaya

Cahaya yang keras

Disebut dengan cahaya keras yang dihasilkan dari sumber cahaya dengan intensitas yang tinggi, cahaya lebih bersifat spot. Menghasilkan kekontrasan yang tinggi dan bayangan yang keras (gelap - terangnya).


Cahaya lembut

Disebut juga cahaya yang lembut karena dihasilkan dari sumber terpendar dan halus biasanya cahaya yang dipancarkan adalah flood dan dibarengi dengan filter atau elemen penghalus pemendaran cahaya. Kontras yang dihasilkan lebih tipis sehingga bayangan yang dihasilkan juga tidak keras.


Cahaya berdasarkan konsep dasar pencahayan dapat dibedakan

Cahaya alami

Cahaya natural yang sumber cahaya dalam satu frame atau adengan maupun scene bersumber dari cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur (key). Maka shot-shot adegan dalm tersebut key lightnya dari arah yang sama.

Pictorial Light / Arificial Light

Cahaya yang bersifat artistik atau ciptaan. dibentuk sesuai kebutuhan artistik, suasana sebuah adegan atau adegan. Jadi arah sumber cahaya (key) dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan gambar artistik atau suasana adegan tersebut.


Arah Cahaya

Pencahayaan yang dibedakan berdasarkan arah cahaya dan jatuhnya cahaya ke subjek dapat dibedakan:

Cahaya Atas

Cahaya yang datang dari arah atas subjek, sebagai cahaya ambient / base light juga menciptakan suasana tertekan pada subjek.

Cahaya Mata

Cahaya yang melayani mata subjek guna untuk menguatkan kekuatan yang dimunculkan dari mata.

Lampu Aksen

Cahaya yang dibuat sebagai aksen diluar subjek untuk menciptakan kedalaman dan mood tertentu. Biasanya melayani pada  background


Suhu Warna (Suhu Warna)

Suhu cahaya yang berbeda akan menghasilkan suhu warna yang berbeda pula. Lampu matahari memberikan cahaya berwarna hijau kebiru-biruan, lampu tangsten halogen menghasilkan warna kuning kemerah-merahan, sinar cahaya memancarkan warna putih kebiru-biruan.

Perbedaan ini sebenarnya karena adanya perbedaan derajad suhu warna yang diukur dalam Derajad Kelvin.

Semakin rendah derajad Kelvin, maka suhu warnanya kemerah-merahan sedangkan semakin tinggi derajad Kelvinnya maka suhu warna cenderung kebiru-biruan.


Daftar derajad Kelvin dengan sumber cahaya


Pada camera DSLR kita dapat mengatur nilai ini melalui setting manual.

Berikut beberapa panduan:


1.500K                Cahaya Lilin

2.750K                Lampu Pijar

3.200K                Lampu Halogen

3.500K                Matahari sebelum terbenam

4.000K                Neon Biasa

5.000K                Neon Putih

5.500K                Matahari pagi dan siang

5.800K                Matahri sore

6.000K                Lampu Kilat

7.000K               Cahaya Mendung

8.000K                Cahaya Berkabut

9.000K -             Langit biru malam hari (“Blue hour”)

12.000K

15.000K -           Langit Kutub

25.000K


COLOR TEMPERATURE





Jika kita melihat matahari atau lampu buatan manusia lainnya, maka cahaya yang dihasilkan adalah pijar putih atau kuning. Jadi cahaya tersebut merupakan perpaduan dari beberapa HUE dalam spektrum.Apabila berbeda sumber pencampurannya maka akan menghasilkan campuran yang berbeda pula yang ditangkap oleh mata manusia.

Prinsip dasar tata cahaya (THREE-POINT LIGHTING)


Lampu Kunci (Key Light)

Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya lampu tombol lebih terang dibandingkan dengan lampu pengisi. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light

Isi cahaya (Fill Light)

Pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh cahaya tombol. Isi cahaya yang ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.

Lampu Belakang (Back Light)

Pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini terletak pada 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan tombol cahaya dan lampu pengisi, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Cahaya latar misal untuk orang W, pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.


Fungsi tata cahaya

Tata cahaya yang hadir di atas panggung dan menyinari semua objek sebenarnya yang menghadirkan kemungkinan bagi sutradara, aktor, penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa dikerjakan dengan peran tata cahaya tetapi fungsi dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir (Mark Carpenter, 1988 ) .

1. Penerangan.

Penerangan. Inilah fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata cahaya panggung bukan hanya sekedar memberi kesan terang sehingga dapat dilihat tetapi penerangan bagian penerangan tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas panggung memiliki tingkat terang yang sama diatur dengan tujuan dan maksud tertentu sehingga pesan yang disampaikan melalui laku aktor di atas pentas.

2. Dimensi

Dimensi. Dengan tata cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung. Jika semua objek dalam intensitas yang sama maka gambar yang akan tertangkap oleh mata penonton menjadi datar. Dengan ukuran intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka objek dimensi akan muncul.

3. Pemilihan

Pemilihan. Tata cahaya dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang diinginkan. Jika film dan kamera televisi, pilih adegan menggunakan film, film panggung yang dibuat dengan cahaya. Dalam pementasan tertentu, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan fokus perhatian pada area atau aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi aktor di atas pentas serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.

4. Atmosfir

Atmosfir. Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya adalah menyediakan suasana yang mempengaruhi emosi. Kata “atmosfir” yang digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam peristiwa lakon.Tata cahaya mampu menghadirkan suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya tata pencahayaan panggung, efek dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan sedangkan sinar mentari siang hari terasa panas. Inilah gambaran suasana dan emosi yang dapat dimunculkan oleh tata cahaya

Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing fungsi memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan memilih area tertentu untuk memberikan gambaran objek dimensi, suasana, dan emosi peristiwa.


fungsi pendukung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya

a. Gerak

Gerak. Tata cahaya statis. Sepanjang pementasan, cahaya selalu bergerak dan berpindah dari area satu ke area lain, dari objek satu ke objek lain. Gerak arus cahaya ini kadang-kadang-kadang-kadang disadari oleh penonton dan kadang tidak. Jika aktor cahaya bergerak dari aktor satu aktor ke dalam area yang berbeda, penonton dapat melihatnya dengan jelas. Tetapi pergantian cahaya dalam satu area ketika adegan tengah berlangsung tidak langsung disadari. Tanpa sadar penonton dibawa ke dalam suasana yang berbeda melalui perubahan cahaya.


b. Gaya

Gaya. Cahaya dapat menunjukkan gaya pementasan yang sedang dilakonkan. Gaya realis atau naturalis yang mensyaratkan persyaratan yang diperlukan tata cahaya mengikuti cahaya alami seperti matahari, bulan atau lampu meja. Dalam gaya Surealis tata cahaya diproyeksikan untuk melayani permintaan atau fantasi di luar persediaan seharihari. Dalam pementasan komedi atau dagelan tata cahaya yang membutuhkan penerangan yang tinggi sehingga setiap gerak lucu yang dilakukan oleh aktor dapat tertangkap jelas oleh penonton.


c. Komposisi

Komposisi. Cahaya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lukisan panggung melalui tatanan warna yang dihasilkannya.


d. Penekanan

Penekanan. Tata cahaya dapat memberikan jaminan tertentu pada adegan atau objek yang dinginkan. Penggunaan warna dan intensitas dapat menarik perhatian penonton sehingga membantu pesan yang diakses oleh pesan. Sebuah bangunan tinggi yang senantiasa disinari cahaya sepanjang pertunjukan akan menarik perhatian penonton dan mengajukan pertanyaan sehingga membuat penonton isi maksud dari hal tersebut.


e. Pemberian tanda

Pemberian tanda. Cahaya berfungsi untuk memberi tanda selama pertunjukan berlangsung. Misalnya,   fade out  untuk mengakhiri sebuah adegan,  fade dalam  memulai adegan dan  black out  sebagai akhir dari cerita. Dalam pementasan teater tradisional,  black out  biasanya digunakan sebagai Tanda ganti Adegan diiringi DENGAN Pergantian set


Peralatan Tata Cahaya

Kerja tata cahaya adalah kerja pengaturan sinar di atas pentas. Kecakapan dalam mendisitribusi cahaya ke atas pentas sangat dibutuhkan. Dengan peralatan tata cahaya, kontrol atau kendali atas distribusi cahaya yang dikerjakan. Penata cahaya untuk mengendalikan intensitas, warna, arah, bentuk, ukuran, dan kualitas cahaya serta gerak arus cahaya . Semua kendali itu bisa dimungkinkan karena adanya peralatan tata cahaya yang dirancang untuk tujuan tersebut. Penguasaan peralatan wajib dipelajari oleh penata cahaya.


1. Bohlam

Bohlam (bulb, lamp) adalah sumber cahaya. Bagian-bagian dari bohlam terdiri atas envelope, filament, dan base (Gb.204). Envelope adalah cangkang yang terbuat dari gelas kaca atau kwarsa untuk melindungi komponen dari udara dan mencegahnya dari kebakaran.

2. Reflektor dan Refleksi




Untuk memancarkan cahaya dari bohlam ke objek yang disinari dibutuhkan reflektor. Cahaya yang hanya berasal dari bohlam sinarnya kurang kuat dan tidak terarah pancarannya. Dengan reflektor maka pancaran cahaya yang berasal dari bohlam dapat diatur, diatur, dan diarahkan

3. Lensa

Cahaya membutuhkan pembiasan atau pembelokan sehingga sangat kecilnya ukuran cahaya yang bisa diatur. Alat yang digunakan untuk membiaskan cahaya adalah lensa yang terbuat dari gelas kaca atau semacam plastik.



4. Lampu

Istilah lampu yang digunakan di sini tidak mengacu pada kata lampu tetapi lantern. Kata lamp diartikan sebagai bohlam dan lantern sebagai lampu dan seluruh perlengkapannya termasuk di dalamnya bohlam. Istilah lantern digunakan sebagai pembeda antara lampu panggung terhadap lampu rumahan. Tugas utama dari lampu panggung adalah  menghadirkan cahaya, warna, dan bentuk yang dapat disesuaikan dan diarahkan menurut kebutuhan.

Beberapa macam lampu

a. Floodlight


Bentuk paling sederhana dalam khasanah lampu panggung adalah lampu sorot (Gb.216). Bohlam dan reflektor di dalam sebuah kotak yang dapat diarahkan ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan ke bawah untuk membina jatuhnya cahaya. Tidak ada pengaturan khusus yang bisa dilakukan seperti pengaturan bentuk, ukuran sinar, dan fokus. Sifat menyebar dari sinar yang dihasilkan membuat besaran area yang disinari tergantung dari jarak lampu terhadap objek.

b. Scoop


Lampu scoop adalah lampu flood yang menggunakan reflektor ellipsoidal dan dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. Sinar cahaya yang dihasilkan memancar secara merata dengan lembut (Gb.219). Lampu scoop ada beberapa jenis yang dirancang khusus untuk bohlam tertentu. Ada yang menggunakan bohlam pijar biasa ada yang menggunakan bohlam tungsten. Tetapi secara umum, scoop dapat menggunakan bohlam pijar dan tungsten-halogen. Lampu ini sangat efisien untuk menerangi areal tertentu yang terbatas. Karakter cahayanya yang lembut membuat lampu scoop sangat ideal untuk memadukan warna cahaya. Selain digunakan untuk panggung teater dan teater boneka, sendok juga digunakan untuk televisi, studio fotografi, dan gedung yang membutuhkan penerangan khusus seperti museum.

c. Fresnel


Fresnel merupakan lampu spot yang memiliki garis batas sinar yang lembut. Lampu ini menggunakan reflektor spherical dan lensa fresnel (Gb.220). Karena karakter lensa fresnel yang bergerigi pada sisi luarnya maka bagian tengah lingkaran cahaya yang dihasilkan lebih dan meredup ke arah garis terang tepi cahaya. Pengaturan ukuran sinar cahaya dilakukan dengan menggerakkan bohlam dan reflektor lensa. Semakin dekat bohlam dan reflektor ke lensa maka lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan semakin besar. Sifat lingkaran cahaya yang lembut memungkinkan dua atau lebih lampu fresnel memadukan warna cahaya pada objek atau area yang disinari.

d. Profil


Lampu profile termasuk lampu spot yang menggunakan lensa plano cembung sehingga lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan memiliki garis tepi yang tegas. Dengan posisi lensa, maka lingkaran sinar cahaya bisa tak terkalahkan. Jika lampu profil dalam keadaan fokus maka batas lingkaran cahaya akan jelas terlihat dan jika tidak ada fokus batas lingkaran cahayanya akan mengabur meskipun tidak selembut lampu fresnel. Profil lampu digunakan karena besaran lingkaran cahaya dan derajat penyinarannya diatur sedemikian rupa. Selain bentuk sinar yang melingkar profil lampu dapat membentuk cahaya secara fleksibel dengan bantuan shutter. Shutter atau penutup cahaya ini terpasang di empat sisi (atas, bawah, kanan, dan kiri). Dengan cara menambahkan shutter, maka bentuk cahaya yang dinginkan dapat dikreasikan.

e. Follow Spot



Lampu follow spot sering juga disebut lime adalah lampu yang dapat dikendalikan secara langsung oleh operator untuk mengikuti gerak laku aktor di atas panggung.


Thursday, January 7, 2021

DASAR-DASAR TATA ARTISTIK


Kompetensi Dasar

3.1 Memahami dasar-dasar tata artistik

4.1 mempresentasikan dasar-dasar tata artistik




Penata Artistik Televisi adalah bagian dari kru televisi yang tentu berkaitan dengan art televisi (cipta seni televisi), di beberapa stasiun televisi tata artistik masuk ke dalam Departemen Artistik atau Art Departement. Di dalam departemen tersebut terbagi menjadi beberapa unit bagian yakni : Unit Dekorasi (Scenary), Unit Properti (Props), Unit Grafika (Graphic), serta Unit Tata Rias dan Busana (Dress & Makeup). Walaupun di beberapa stasiun tv di Indonesia tidak selamanya seperti urutan tersebut, misalnya unit grafika (grafis) di stasiun televisi justru bertanggung jawab pada post-production manager. Padahal semestinya grafika (unit grafis) bertanggung jawab kepada departemen artistik.


Tanggung jawab penata artistik tentu adalah membuat sebuah layar terlihat seperti sebenarnya, semua benda yang dilihat penonton saat menyaksikan sebuah film atau tayangan sebuah acara televisi. Terdapat sedikit berbeda antara penata artistik televisi dan film. Seorang art director dalam struktur perfilman, bekerja di bawah production designer secara langsung, dan di atas set designer dan berada dalam level yang sama dengan set decorator. Namun di televisi penata artistik menjadi bagian dari departemen tersendiri, yang diantara mereka mempunyai kepala divisi sendiri-sendiri.


Mengulas tata artistik karya audio visual semua berawal dari istilah mis-en-scene, dimana istilah ini sebenarnya hanya terdapat pada produksi film, tetapi dari prinsip dan sistem/cara yang ada hampir sama dengan pembuatan karya audio visual lainnya baik untuk televisi dan video. Mise-en-scene [baca: mis ong sen] adalah segala hal yang terletak di depan kamera yang akan diambil gambarnya dalam sebuah produksi film. Mise-en-scene berasal dari kata Perancis yang memiliki arti “putting in the scene”. Mise-en-scene adalah unsur sinematik yang paling mudah Anda kenali karena hampir seluruh gambar (shot) yang Anda lihat dalam film. Jika Anda ibaratkan layar bioskop adalah sebuah panggung pertunjukan maka semua elemen yang ada di atas panggung tersebut adalah unsur-unsur dari mise-en-scene. Dengan demikian bisa kita katakan bahwa separuh kekuatan sebuah shot terdapat pada aspek mise-en scene.


Dalam sebuah produksi program televisi unsur mise-en-scene identik dengan istilah scenary, props, graphic, dan dress & makeup. Istilah-istilah tersebut tentu tidak berdiri sendiri dan terkait erat dengan unsur sinematik lainnya, seperti videografi, editing, dan suara, begitu juga di dalam film. Jika pada mise-en-scene terdiri dari empat aspek utama, yakni: setting (latar); kostum dan tata rias wajah (makeup); pencahayaan (lighting); dan para pemain dan pergerakannya (acting), maka pada televisi pembagiannya pun menjadi empat bagian unit yakni scenary, props, graphic, dan dress & makeup. Di mana produksi acara televisi tanpa keterlibatan unsur scenary, props, graphic, dan dress & makeup, maka acara televisi tak ubahnya layaknya pertunjukan panggung belaka.


Apakah Anda pernah melihat sebuah program atau acara televisi yang mengambil gambarnya hanya menggunakan satu latar saja, dan hanya menggunakan satu kamera tanpa pergerakan dan perubahan dimensi jarak, serta tanpa interupsi gambar sedikit pun dengan durasi lebih dari satu jam. Jika ada sekali pun, bisa jadi gambar (shot) itu tentu akan sangat membosankan.


Tata artistik sebagai seni dan kerajinan (craft) dari cara bertutur sinematik (cinematic storytelling). Termasuk didalam seni tata artistik’, yaitu:

  1. Merancang desain-desain sesuai skenario dan konsep sutradara.
  2. Menciptakan look dan style.
  3. Menghadirkan karakter melalui penciptaan lewat makeover elemen artistik.

Yang termasuk didalam kerajinan (craft)

  1. Pemilihan material untuk menetapkan look dan style.
  2. Pemilihan tekstur sesuai kondisi lokasi dan periode.
  3. Koordinasi dengan personel tata artistik dan anggota produksi film lainnya.
  4. Seorang production designer (perancang tata artistik) diharapkan mampu menterjemahkan skenario dan konsep cerita kedalam bentuk artistik yang nyata (kasat mata). Kolaborasi sutradara, director of photography dan production designer sudah dilaksanakan jauh sebelum shooting dimulai 


BIDANG KERJA DEPARTEMEN TATA ARTISTIK

  1. Membuat sketsa-sketsa awal.
  2. Menuangkan sketsa menjadi rancangan desain-desain.
  3. Menentukan color palette.
  4. Menentukan konsep artistik secara integral.
  5. Merancang biaya tata artistik.
  6. Menjadwal pembagian shot.
  7. Membuat setting dan properti.
  8. Menjaga kontinuitas artistik.
  9. Pertanggungjawaban tata artistik.


SUB DEPARTEMEN TATA ARTISTIK

Dalam pembuatan film atau video, banyak hal yang dibutuhkan dari departemen seni untuk menunjang proses produksi. Untuk itu, dalam art department memiliki jumlah kru yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan dan terbagi menjadi sub-department dengan memiliki tugas tersendiri untuk mendukung produksi film, simak penjelasan selengkapnya!

1. Desainer Produksi
Dalam pembuatan film, desainer produksi bertanggung jawab terhadap penciptaan fisik atau visual untuk tampilan sebuah film. Visualisasi untuk sebuah film berhubungan dengan hal-hal seperti, setting lokasi, kostum, properti, makeup karakter, dan semua pekerjaan unit. Biasanya desainer produksi akan bekerja sama dengan produser, sutradara, serta sinematografer untuk menciptakan tampilan sebuah film.

2. Art Director
Art director adalah Orang yang bertanggung jawab terhadap penataan artistik serta bertanggung secara langsung kepada desainer produksi dan bertugas untuk mengawasi langsung kerja para seniman dan pengrajin maupun orang-orang yang memberikan rancangan visual. Salah satunya seperti desainer serta illustrator, yang nantinya hasil desain yang sudah dibuat akan dikembangkan desainer produksi. Tidak hanya itu, art director juga bekerja sama dengan sub konstruksi untuk mengawasi estetika serta detail tekstur dari set atau properti yang akan digunakan bisa sesuai konsep yang diharapkan.

3. Asisten Art Director
Art director membutuhkan asisten yang terdiri dari beberapa orang dalam satu tim. Mereka bertugas langsung ke lapangan, seperti mengukur lokasi, membuat desain grafis, menyediakan alat tulis, mendesain dan menggambar set, serta mengumpulkan informasi yang akan diberikan kepada desainer produksi.

4. Desainer Set
Pada divisi ini terdiri dari arsitek maupun desainer interior yang yang memahami tentang desain interior untuk keperluan set shooting yang dimintai langsung oleh desainer produksi.

5. Graphic Designer
Graphic designer memiliki tugas untuk menggambarkan representasi visual desain untuk mewujudkan konsep grafis yang dibuat oleh production designer. Mereka bertugas untuk membuat desain kebutuhan grafis dengan arahan dari production designer, seperti properti majalah, poster, koran, kalendar jaman dahulu, hingga nama papan nama warung yang memang dibutuhkan untuk shooting film. Untuk membuat desain grafis yang cocok untuk kebutuhan produksi, para graphic designer perlu melakukan riset yang disesuaikan dengan tahun cerita, konsep, hingga tone yang digunakan pada film.

6. Set Decorator
Pada divisi set decorator biasanya terdiri dari beberapa orang yang bertugas untuk mendekorasi untuk keperluan film dan video, seperti perabotan dan benda-benda yang dibutuhkan untuk mendukung suasana yang akan terlihat saat pengambilan gambar dalam pembuatan film.

7. Buyer atau Runner
Buyer adalah orang yang bertugas mencari dan membeli atau menyewa perlengkapan untuk set dress atau pernak-pernik lainnya yang dibutuhkan selama produksi film. Biasanya mereka juga akan standby selama produksi jika sewaktu-waktu ada kebutuhan yang mendadak.

8. Set Dresser
Set dresser adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengatur pernak-pernik perlengkapan set dekorasi. Mereka bertugas untuk menata pernak-pernik dekorasi yang akan digunakan pada set untuk shooting, seperti furniture, gorden, karpet, serta berbagai kebutuhan untuk mendukung visual shooting. Tugas dari set dresser cenderung pada hal-hal detail, seperti membuat set dan detail perlengkapannya untuk mendukung latar ketika pengambilan gambar adegan sebuah film.

9.  Master Properti
Master properti merupakan seseorang yang ahli properti, dimana mereka bertugas untuk menemukan dan mengelola semua properti yang terlihat di film atau video. Seorang master properti harus mampu mencari properti setelah melakukan riset agar mendapatkan barang yang sesuai untuk kebutuhan film. Selain itu, dibutuhkan kemampuan bernegosiasi untuk mendapatkan barang yang sesuai dari banyak penjual.

10. Props Builder
Sesuai namanya, props builder atau ahli pembangunan properti bertugas untuk membangun properti yang dibutuhkan untuk menunjang pembuatan film atau video, seperti panggung, konstruksi, pengecoran plastik, dan lain sebagainya.

11. Makeup Artist
Makeup artist pada semestinya masuk dalam departemen tata artistik film. Namun, di Indonesia seorang makeup artist merupakan divisi yang berada diluar departemen seni. Ketika ada sebuah project, biasanya tim produser dari production house akan mencari makeup artist yang dibutuhkan untuk menunjang penampilan dari aktor yang akan berperan dalam film. Makeup artist bertugas untuk merias dan menata rambut aktor agar sesuai dengan konsep dari film. Jika dibutuhkan, pada departemen ini terdapat ahli merias spesial efek untuk menciptakan efek-efek khusus untuk memanipulasi tampilan pada satu karakter, misalnya pada film horor yang membutuhkan efek karakter berdarah dan menyeramkan.

12. Wardrobe
Wardrobe merupakan departemen yang mengatur penampilan serta kostum para aktor yang akan muncul pada film atau video. Pada departemen ini, terdapat perancang busana yang bertanggung jawab atas semua pakaian dan kostum yang dikenakan oleh semua aktor yang akan muncul di dalam film. Perancang busana bertugas untuk menciptakan kostum mulai dari merancang, pemilihan bahan, warna, serta ukuran yang akan digunakan oleh para pemeran dalam film. Tim perancang busana akan bekerja sama dan berhubungan langsung dengan sutradara untuk memahami konsep karakter apa yang ingin dimunculkan serta menyelaraskan warna tone atau suasana film yang sesuai dengan desainer produksi.
 

Departemen seni dan sub departemennya akan sangat bekerja sama dengan kru kamera, kru pencahayaan, kru lokasi, kru efek visual, dan kru produksi lainnya. Pada saat tahap pra-produksi, departemen seni sibuk untuk menyiapkan properti serta kebutuhan set untuk pengambilan gambar pada proses produksi film nantinya. Selama produksi pun, departemen seni akan standby untuk memastikan serta membantu memasukkan properti yang digunakan dalam pengambilan gambar. Pasca produksi, biasanya departemen seni dibutuhkan untuk kebutuhan grafis dalam membuat judul dan ukuran kredit serta memberi masukan untuk sentuhan akhir pada film.

Itulah informasi lengkap seputar departemen seni yang memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah film atau video. Untuk Anda yang ingin bekerja di industri kreatif seperti production house, tentu penting untuk mengetahui departemen apa saja yang ada dalam pembuatan sebuah film. Jika tertarik, Anda bisa menyesuaikan departemen apa yang sesuai dengan minat di industri kreatif, khususnya di production house. 

Thursday, November 5, 2020

Mengklasifikasikan Peralatan Audio Visual

A. Peralatan Untuk Membuat Video atau Vlog

Untuk mulai membuat video, apapun itu videonya, apakah itu untuk keperluan vlog ( video blog), untuk video presentasi, video tutorial, video promosi atau yang lain Anda membutuhkan peralatan untuk membuat video Anda. Dan setidaknya ada 5 peralatan yang sebaiknya Anda siapkan, agar hasil dari video bagus dan terlihat profesional

Apa saja itu 5 peralatan tersebut?

Di sini saya akan ulas satu persatu untuk Anda.

1. Alat perekam audio visual

Kamera adalah alat perekam audio visual utama harus Anda punya, jika Anda ingin merekam aktivitas nyata dari objek yang ingin Anda rekam.

Terkait kamera, ada  banyak jenis kamera.

Ada smartphone kamera, Kamera Digital (compact), Action Camera, Mirrorless, DLSR dan masih ada lagi beberapa untuk kebutuhan industri perfilman.

Anda silakan pilih dan siapkan kamera yang sesuai dengan kebutuhan Anda. karena setiap kamera punya spesifikasi dan harga yang beda. Kamera digital memiliki optik, zoom dan sensor yang jauh lebih baik dibanding smartphone. Tapi kelemahan kamera digital umumnya tidak punya port audio. Jadi suara hanya bisa direkam menggunakan mic on-board.

2. Alat perekam suara

Meski umumnya kamera, desktop dan smartphpne memiliki mikrofon internal, namun untuk hasil yang lebih maksimal, Anda perlu menggunakan alat perekam suara external atau mikrofon external.

suara adalah elemen yang sangat penting. Taruhkan misalnya gambar Anda bagus, namun jika audionya buruk audiens tidak akan suka, tidak akan memperhatikan video Anda. Karenanya pastikan bahwa Anda menggunakan alar perekam suara yang baik agar suara hasil recording yang dihasilkan juga baik.

Nah terkait dengan mikrofon external ini, ada beberapa yang bisa Anda pakai.

Mic shotgun.

Mikrofon jenis Shotgun memiliki kekhususan karena menerima sinyal suara hanya dari satu arah saja.

Mic Lavaliere.

Mikrofon jenis ini umumnya dipasang dan dijepitkan dibaju dekat dengan mulut, ada yang pakai kabel atau yang wireless.

Mic condenser.

Mikrofon condenser umumnya memiliki sensitifitas tinggi dan noise yang lebih sedikit. Yang seringnya pakai mikrofon ini adalah mereka para vlogger games dan cover lagu.

3. Alat peyangga

Alat penyangga sangat dibutuhkan untuk membantu kita sebagai videografer untuk mengambil gambar agar video yang dihasilkan tidak goyang. Selain untuk kamera alat penyangga kadang juga diperlukan untuk penyangga mikrofon dan juga lampu atau lighting saat proses recording video dilakukan.

Terkait dengan alat penyangga ini, ada beberapa jenis alat bisa Anda gunakan.

tripod.

Alat penyangga ini memiliki tiga kaki, ada yang berukuran besar dan ada yang kecil (mini tripod).

Cocok digunakan sebagai penyangga kamera, mikrofon atau lighting saat proses recording video dengan posisi kamera atau lighting atau mikrofon yang sudah ditentukan. Tujuan utamanya adalah agar gambar, 

monopod.

Seperti namanya penyangga ini hanya memiliki satu kaki, biasanya digunakan untuk penyangga kamera saat kita melakukan recording dengan berbagai angle. Dengan bantuan monopod, kita akan lebih bebas berkreasi mengambil gambar dengan shoot-shoot bergerak yang tetap stabil.

gorilapod.

Gorillapod sebenarnya sejenis mini tripod. Namun lebih fleksibel, dapat digunakan pada bidang atau permukaan yang tidak rata. Bahkan bisa digantung atau dililitkan pada sebuah benda.


4. Lighting


Lighting atau lampu juga merupakan alat dasar yang vital untuk proses membuat video, terlebih untuk Anda yang membuat video di dalam studio atau ruangan. Standarnya untuk lighting studio ada tiga lighting yang digunakan.

  • key light, merupakan sumber cahaya utama, yang mengarah langsung kepada objek, harus paling terang diantara kedua lampu lainnya.
  • fill light, merupakan sumber cahaya kedua yang berfungsi untuk menghilangkan bayangan atau untuk mengisi cahaya pada bagian objek yang gelap.
  • backlight, merupakan sumber cahaya di belakang objek tujuannya adalah agar objek memiliki dimensi atau tidak tenggelam dengan objeknya.


5. Software editing

Software editing ini sangat diperlukan untuk hasil video yang lebih baik. Fungsinya adalah memotong bagian video yang diperlukan, menggabungkan video, menambahkan foto atau tulisan, colouring dan masih banyak lagi yang lain. 


Terkait dengan software editing video ini. Ada banyak jenis software bisa Anda pakai. Untuk PC atau leptop Anda bisa gunakan Sony Vegas Pro, Adobe Premiere, Filmora, Camtasia atau yang lainnya.

Nah itu lima peralatan standar yang harus Anda miliki untuk membuat video.

  • Pertama, adalah perekam gambar atau visual
  • Kedua, alat perekam suara
  • Ketiga, alat penyangga
  • Keempat, lighting
  • Kelima, software editing.


Selamat mencoba!!!


Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...