Showing posts with label DSAV. Show all posts
Showing posts with label DSAV. Show all posts

Thursday, November 5, 2020

Mengklasifikasikan Peralatan Audio Visual

A. Peralatan Untuk Membuat Video atau Vlog

Untuk mulai membuat video, apapun itu videonya, apakah itu untuk keperluan vlog ( video blog), untuk video presentasi, video tutorial, video promosi atau yang lain Anda membutuhkan peralatan untuk membuat video Anda. Dan setidaknya ada 5 peralatan yang sebaiknya Anda siapkan, agar hasil dari video bagus dan terlihat profesional

Apa saja itu 5 peralatan tersebut?

Di sini saya akan ulas satu persatu untuk Anda.

1. Alat perekam audio visual

Kamera adalah alat perekam audio visual utama harus Anda punya, jika Anda ingin merekam aktivitas nyata dari objek yang ingin Anda rekam.

Terkait kamera, ada  banyak jenis kamera.

Ada smartphone kamera, Kamera Digital (compact), Action Camera, Mirrorless, DLSR dan masih ada lagi beberapa untuk kebutuhan industri perfilman.

Anda silakan pilih dan siapkan kamera yang sesuai dengan kebutuhan Anda. karena setiap kamera punya spesifikasi dan harga yang beda. Kamera digital memiliki optik, zoom dan sensor yang jauh lebih baik dibanding smartphone. Tapi kelemahan kamera digital umumnya tidak punya port audio. Jadi suara hanya bisa direkam menggunakan mic on-board.

2. Alat perekam suara

Meski umumnya kamera, desktop dan smartphpne memiliki mikrofon internal, namun untuk hasil yang lebih maksimal, Anda perlu menggunakan alat perekam suara external atau mikrofon external.

suara adalah elemen yang sangat penting. Taruhkan misalnya gambar Anda bagus, namun jika audionya buruk audiens tidak akan suka, tidak akan memperhatikan video Anda. Karenanya pastikan bahwa Anda menggunakan alar perekam suara yang baik agar suara hasil recording yang dihasilkan juga baik.

Nah terkait dengan mikrofon external ini, ada beberapa yang bisa Anda pakai.

Mic shotgun.

Mikrofon jenis Shotgun memiliki kekhususan karena menerima sinyal suara hanya dari satu arah saja.

Mic Lavaliere.

Mikrofon jenis ini umumnya dipasang dan dijepitkan dibaju dekat dengan mulut, ada yang pakai kabel atau yang wireless.

Mic condenser.

Mikrofon condenser umumnya memiliki sensitifitas tinggi dan noise yang lebih sedikit. Yang seringnya pakai mikrofon ini adalah mereka para vlogger games dan cover lagu.

3. Alat peyangga

Alat penyangga sangat dibutuhkan untuk membantu kita sebagai videografer untuk mengambil gambar agar video yang dihasilkan tidak goyang. Selain untuk kamera alat penyangga kadang juga diperlukan untuk penyangga mikrofon dan juga lampu atau lighting saat proses recording video dilakukan.

Terkait dengan alat penyangga ini, ada beberapa jenis alat bisa Anda gunakan.

tripod.

Alat penyangga ini memiliki tiga kaki, ada yang berukuran besar dan ada yang kecil (mini tripod).

Cocok digunakan sebagai penyangga kamera, mikrofon atau lighting saat proses recording video dengan posisi kamera atau lighting atau mikrofon yang sudah ditentukan. Tujuan utamanya adalah agar gambar, 

monopod.

Seperti namanya penyangga ini hanya memiliki satu kaki, biasanya digunakan untuk penyangga kamera saat kita melakukan recording dengan berbagai angle. Dengan bantuan monopod, kita akan lebih bebas berkreasi mengambil gambar dengan shoot-shoot bergerak yang tetap stabil.

gorilapod.

Gorillapod sebenarnya sejenis mini tripod. Namun lebih fleksibel, dapat digunakan pada bidang atau permukaan yang tidak rata. Bahkan bisa digantung atau dililitkan pada sebuah benda.


4. Lighting


Lighting atau lampu juga merupakan alat dasar yang vital untuk proses membuat video, terlebih untuk Anda yang membuat video di dalam studio atau ruangan. Standarnya untuk lighting studio ada tiga lighting yang digunakan.

  • key light, merupakan sumber cahaya utama, yang mengarah langsung kepada objek, harus paling terang diantara kedua lampu lainnya.
  • fill light, merupakan sumber cahaya kedua yang berfungsi untuk menghilangkan bayangan atau untuk mengisi cahaya pada bagian objek yang gelap.
  • backlight, merupakan sumber cahaya di belakang objek tujuannya adalah agar objek memiliki dimensi atau tidak tenggelam dengan objeknya.


5. Software editing

Software editing ini sangat diperlukan untuk hasil video yang lebih baik. Fungsinya adalah memotong bagian video yang diperlukan, menggabungkan video, menambahkan foto atau tulisan, colouring dan masih banyak lagi yang lain. 


Terkait dengan software editing video ini. Ada banyak jenis software bisa Anda pakai. Untuk PC atau leptop Anda bisa gunakan Sony Vegas Pro, Adobe Premiere, Filmora, Camtasia atau yang lainnya.

Nah itu lima peralatan standar yang harus Anda miliki untuk membuat video.

  • Pertama, adalah perekam gambar atau visual
  • Kedua, alat perekam suara
  • Ketiga, alat penyangga
  • Keempat, lighting
  • Kelima, software editing.


Selamat mencoba!!!


Thursday, October 22, 2020

Pengenalan Microphone dalam Dunia Broadcasting

 

Dalam dunia pertelevisian, selain kualitas visual, kualitas audio juga memiliki peranan yang cukup signifikan dalam menentukan kualitas tayangan secara keseluruhan. Sebagus apapun kualitas visual, baik dari segi lighting, kamera maupun set panggung yang dihasilkan, semua itu tidak akan bisa dinikmati secara keseluruhan jika kualitas audionya tidak bagus. Sebagaimana sistem yang lainnya, sistem audio memiliki tiga bagian penting yaitu berupa masukan (input), proses dan keluaran (output). Bagian dari masukan (input) biasanya adalah beberapa tipe microphone, CD player, DVD player, VTR player, sequenser, komputer/laptop, instant replay, digicart dan lain sebagainya. Proses biasanya terdiri dari mixer (dalam proses produksi), mesin editing (dalam proses post production), audio processor dan lain sebagainya. Keluaran (output) biasanya terdiri dari speaker, headphone, earphone, VTR, CD/DVD recorder, DAT recorder dan lain sebagainya.

Untuk menghasilkan kualitas audio yang bagus, maka kita harus mempersiapkan peralatan dimulai dari inputnya. Seperti istilah yang biasa didengar di dunia audio bahwasannya kualitas input audio yang bagus akan menghasilkan output audio yang bagus dan begitu pula sebaliknya kualitas input audio yang jelek akan menghasilkan kualitas output audio yang jelek juga, sebagus apapun proses mixing maupun alat yang digunakan mengingat semua alat memiliki keterbatasan dalam melakukan adjustment kualitas audio. Untuk mendapatkan kualitas audio yang bagus, audio engineer diharuskan menjaga level audio input agar jangan terlalu rendah karena akan menimbulkan noise ketika level audionya diperkeras/dinaikkan begitu pula sebaliknya level audio input juga dijaga agar jangan sampai terlalu tinggi (jauh melewati 0 dB sehingga memasuki daerah berwarna merah di audio monitoring) karena akan menimbulkan distorsi.

Microphone

Secara terminology, microphone adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah energi-energi akustik (gelombang suara) menjadi sinyal listrik. Istilah microphone berasal dari bahasa Yunani “mikrofon”, micros yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi.

Dilihat dari segi transducernya, maka microphone terbagi menjadi beberapa jenis

1.    Dynamic mic


Jenis microphone ini mempunyai diafragma yang biasanya terbuat dari bahan plastik mylar yang dililit dengan kabel (biasanya disebut voice coil). Coil inilah yang kemudian digantungkan (diambangkan) dalam medan magnet yang sangat kuat. Bilamana suatu tekanan udara menabrak permukaan diafragma tersebut, maka voice coil tersebut akan bergerak secara proporsional dengan gelombang/amplitude serta frekuensi suara tersebut. Hal ini membuat coil tersebut bergerak memotong medan magnet. Sesuai dengan teori induksi elektromagnet yang menyatakan  “bilamana ada benda metal yang memotong medan magnet, maka aliran listrik akan timbul pada metal tersebut”. Sehingga sebuah aliran listrik yang besar dan arahnya proporsional dengan gelombang suara yang masuk akan ditimbulkan melalui kabel pada voice coil tadi.

Ada hal yang cukup menarik, karena massa diafragma dan voice coil tadi sangat besar dibandingkan dengan energi yang terdapat pada suatu gelombang suara, maka diafragma membutuhkan waktu untuk merespon suara yang masuk. Sebaliknya juga demikian, setelah massa ini bergerak, ia juga membutuhkan waktu untuk dapat berhenti dengan benar. Oleh sebab itu, dynamic mic kurang baik dalam hal merespon gelombang yang memiliki transien yang tajam dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Namun demikian, bukan menunjukkan sesuatu yang buruk, justru hal inilah yang menjadi karakteristik dynamic mic.

2.    Condensor mic

Desain dan prinsip condensor mic sangatlah berbeda dengan dynamic mic. Condensor mic bekerja dengan prinsip dasar electrostatic, dimana sebuah diafragma yang terbuat dari plastic atau mylar yang sangat tipis, yang salah satu sisinya telah dilapisi dengan emas atau nikel, diambangkan dalam jarak seperseribu inch dari sebuah lembaran metal dasar (backplate) lainnya. Kemudian bilamana pada kedua lembaran tersebut dipolarisasi dengan battere atau catu phantom 48v maka kedua permukaan tersebut dapat bekerja dengan menghasilkan perbedaan muatan (capacitance) apabila terkena gelombang suara. Perbedaan muatan inilah yang kemudian dideteksi oleh sirkuit elektronik dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang proporsional dengan gelombang suara tersebut. Oleh karena itu, karena massa diafragma condensor mic sangatlah ringan, maka ia sangat sensitif dan akurat terhadap transien dan respon frekuensi sehingga dapat menghasilkan suara yang sangat bening.

Sebuah varian dari condensor mic adalah electret condensor mic. Mic jenis ini berbeda dengan condensor mic biasa. Electret condensor mic tidak memerlukan adanya catu daya listrik untuk mempolarisasi diafragmanya. Hal ini disebabkan karena pada electret condensor mic permukaan diafragmanya sudah memiliki catu daya statis yang permanen. Walaupun demikian, sebuah electret condensor mic tetap membutuhkan battere atau catu phantom untuk memberi daya pada pre-amp kecilnya.

Dynamic mic vs Condensor mic

Setelah melihat kedua tipe microphone di atas, maka di antara kedua jenis microphone tersebut ada perbedaan yang cukup signifikan, diantaranya :

Teknologi

Dynamic mic dan condensor mic pada dasarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam cara mereka menerima dan memproses suara. Dynamic mic bekerja secara induksi sementara condensor mic bekerja secara konduksi. Dynamic mic tidak membutuhkan sumber daya untuk menjalankan fungsinya sementara condensor mic memerlukan battere atau sumber daya lainnya agar bisa berfungsi. Selain dari battere, sumber daya lainnya umumnya disediakan oleh mixer yang biasa disebut “phantom power”. Condensor mic memiliki respon transien yang cukup cepat, sehingga lebih sensitif dibandingkan dynamic mic.

Biaya

Dynamic mic biasanya lebih murah dibanding condensor mic karena memiliki spesifikasi teknis yang tidak terlalu kompleks.

Penggunaan

Condensor mic sering digunakan di studio rekaman. Biasanya digunakan untuk mengambil suara dari instrument alat musik seperti untuk gitar, dan alat musik orchestra. Dynamic mic juga biasa digunakan untuk mengambil suara dari alat musik, tetapi biasanya yang memiliki respon cukup datar seperti drum.  Dynamic mic sering digunakan karena relatif tahan banting dan murah.


Thursday, September 17, 2020

ESTETIKA DALAM PENGAMBILAN GAMBAR (VISUAL)

    TIPE PENGAMBILAN GAMBAR DAN PERGERAKAN KAMERA

    Dalam dunia seni audio visual terutama broadcasting, kita perlu menguasai estetika dalam pengambilan gambar apakah itu photography atau videography.

    Pada kesempatan kali ini kita akan menyampaikan materi terkait dengan estetika dalam seni audio visual yaitu TIPE-TIPE SHOT DALAM PEMBUATAN VIDEOGRAPHY.

Ada 5 shot dasar yang biasa digunakan kamera dalam merekam, yakni:

  1. close up (CU)
  2. medium close up (MCU)
  3. medium shot (MS)
  4. knee shot (KS) dan
  5. full shot (FS)

    Dengan kelima shot dasar tersebut disertai akibat gerakan kamera dan lensa akan menghasilkan berbagai variasi gambar dan jumlah subjek pun bisa lebih dari satu (orang).

Extreme Close Up (ECU)

Pengambilan gambar dengan teknik ini akan menunjukkan secara detil ekspresi dari subjek, seperti linangan air mata, gerak bibir, dan luapan kegembiraan yang terpancarkan dari wajah atau mata subjek


Close Up (CU)

Jenis shot ini akan mengarahkan perhatian penonton untuk melihat subjek dari dekat. Menguntungkan jika digunakan untuk mengambil action dramatik atau dialog artis. Shot ini hanya mengambil gambar hanya pada bagian wajah (close up). Teknik ini lebih menonjolkan ekspresi wajah dari subjek.


Medium Close Up (MCU)

shot ini dapat memperlihatkan gerak/aktifitas tubuh artis terutama gerakan dada keatas, biasa digunakan untuk produksi berita di studio

Medium Shot (MS)

teknik pengambilan gambar ini sesuai jika digunakan untuk menangkap gerakan dari pinggang ke atas. Pengambilan gambar dengan tipe shoot ini ini bertujuan untuk menunjukan subyek lebih detail, dan juga bisa menunjukan emosi yang ditampulkan oleh subjek


Knee Shot (KS)

Tipe shot ini dapat digunakan untuk memberikan perhatian penonton terhadap aktifitas 2/3 artis. Dapat juga digunakan untuk membingkai artis yang jumlahnya > 1.


Long Shot (LS)

Teknik ini akan menarik jika diarahkan pada gerakan yang dibawakan oleh seorang artis yang menggunakan seluruh bagian tubuhnya untuk beraktifitas. Selain itu dengan jenis shot ini mampu mengcover lebih dari satu orang subjek (penari).

ELS (Extreme Long Shot)

Teknik ini adalah teknik mengambil gambar sangat jauh dari subyek yang mungkin tidak akan kelihatan dengan jelas. Teknik ini bertujuan untuk menunjukan lingkungan disekitar subjek dan dirancang untuk menunjukan pendengar di mana tempat tindakan diambil. ELS juga disebut dengan istilah extra long shot or extreme long show.

Nah, Selain dari tipe pengambilan gambar ada pergerakan kamera dalam pengambilan gambar atau disebut camera movement.

Berbagai Macam CAMERA MOVEMENT/PERGERAKAN KAMERA

1.PANNING

Pergerakan kamera dengan poros horisontal ke kiri  atau ke kanan dengan atau tanpa tripod. Poros yang di maksu disini adalah kepala tripod yang bisa bergerak, atau pergelangan tangan kita saat memegang kamera.

  • Pan Left          : Pergerakan kamera menoleh ke kiri
  • Pan Right        : Pergerakan kamera menoleh ke kanan

2.TILTING

Pergerakan kamera dengan poros vertikal di mana kamera menunduk atau mendonga/menengadah dengan atau tanpa tripod

  • Tilt Up            : Menengadah ke atas
  • Tilt Down       : Menunduk ke bawah

3.TRACKING

Pergerakan kamera mendekati atu menjauhi obyek ( diam) dengan atau tanpa tripod/dolly.

  • Track in           : Mendekati obyek
  • Track out         : Menjauhi obyek

4.CRAB

Pergerakan kamera dimana kamera di geser ke kiri maupun ke kanan dengan atau tanpa tripod.

Sesuai dengan nama nya yang dalam bahasa indonesia artinya KEPITING maka pergerakan ini adalah menyerupai jalannya kepiting, menyamping.

  • Crab Left        : Kamera bergerak ke kiri
  • Crab Right      : Kamera bergerak ke kanan

5.ZOOMING

Dalam ZOOMING ini yang bergerak bukan nya kamera tetapi lensa kamera yang bergerak maju atau mundur   mendekati/menjauhi obyek sementara kamera nya diam

  • Zoom In          : Lensa bergerak maju ( gambar menyempit / mendekat )
  • Zoom Out       : Lensa bergerak mundur ( gambar melebar / menjauh )

6.FOLLOW

Adalah gerakan kamera yang dilakukan dengan mengikuti object bergerak. Berbeda dengan panning, follow dilakukan dengan cara kamera ikut bergerak searah dengan object.

7. LEVEL

Pergerakan kamera dimana kamera di geser ke atas atau  kebawah.

  • Level Up         : Kamera digeser ke atas
  • Level Down    : Kamera digeser ke bawah

Contoh : Tipe shot dan Pergerakan Kamera dalam bentuk Video.


Nah, sekian penjelasan tentang tipe shot dan pergerakan kamera.

terima kasih.






Thursday, September 3, 2020

FORMAT / GENRE MEDIA AUDIO VISUAL

 FORMAT / GENRE MEDIA AUDIO VISUAL


AUDIO

audio adalah suara/bunyi yang dihasilkan oleh getaran suatu benda. agar dapat tertangkap telinga manusia, getaran tersebut harus cukup kuat yaitu minimal 20 kali per detik. jika kurang dari jumlah itu, telinga manusia tidak akan mendengarnya sebagai suatu bunyi. banyaknya getaran suatu benda diukur dengan satuan cycles per second atau cps. pengukuran ini juga dikenal dengan sebutan hertz (disingkat hz). daya tangkap pendengaran manusia secara teoritis adalah mulai dari 20hz sampai 20 khz.

1.  wma

wma (windows media audio)  adalah format yang ditawarkan oleh microsoft. format ini di desain khusus untuk digunakan pada windows media player yang ada pada sistem operasi windows.

kelebihan :

  • file wma bisa dijalankan pada media player lain juga walaupun berada pada sistem     operasi yang lain.
  • memiliki kualitas musik lebih baik dibandingkan mp3 dan aac

kekurangan :

  • file wma memiliki ukuran yang cukup besar karena teknik kompresi kurang dilakukan dengan maksimal. 
  • format audio wma biasanya tidak digunakan di internet karena ukuran file yang besar.

2.        format cd

adalah proses mengubah amplitudo gelombang bunyi ke dalam waktu interval tertentu (disebut juga sampling) sehingga menghasilkan representasi digital dari suara presentasi suara 

kelebihan :

  • file dengan format .cda ini dapat langsung dijalankan dengan melalui cd-rom

kekurangan :

  • file .cda sendiri tidak mempunyai informasi kode modulasi apapun sehingga jika dicopy ke harddisk, file tersebut akan menjadi tidak dapat di-play atau dimainkan.

3.      format advanced audio coding (aac)

aac adalah singkatan dari advanced audio coding. format ini merupakan bagian standar motion picture experts group (mpeg), sejak standar mpeg-2 diberlakukan pada tahun 1997. sample rate yang ditawarkan sampai 96 khz dua kali mp3.

 kelebihan :

  1. suara lebih bagus untuk kualitas bit yang rendah (dibawah 16 hz).
  2. aac mampu memperdengarkan kualitas suara yang lebih baik ketimbang mp3. 

kekurangan : 

  • file yang sudah dikompres tidak bisa di kembalikan ke bentuk awal, karena ada beberapa data yang hilang.
  • lisensi aac tidak gratis.

4.   format waveform audio (wav) 

wav merupakan format file audio yang dikembangkan oleh microsoft dan ibm sebagai standar untuk menyimpan file audio pada pc, dengan menggunakan coding pcm (pulse code modulation. file wav adalah file audio yang tidak terkompres sehingga seluruh sampel audio disimpan semuanya di media penyimpanan dalam bentuk digital. karena ukurannya yang besar, file wav jarang digunakan sebagai file audio di internet. 

kelebihan :

  1. format wav mudah untuk diubah dan dikompresi ke format mp3 atau lainnya jika diperlukan.
  2. mampu dimainkan pada  semua operasi seperti  windows atau mac, serta browser populer.
  3. format wav banyak digunakan oleh handphone, sehingga popularitas hampir menyamai file mp3
  4. kekurangan :
  5. ukuran memori besar, sehingga memakan storeage hadisk
  6. susah dishare melalui internet karena ukurannya yang besar.

5.  format audio interchange file format (aiff)

file aiff merupakan format file audio standar yang digunakan untuk menyimpan data suara untuk pc dan perangkat audio elektronik lainnya, yang dikembangkan oleh apple pada tahun 1988. standar dari file aiff adalah uncompressed code pulse-modulation (pcm), namun juga ada varian terkompresi yang dikenal sebagai aiff aiff-c atau aifc, dengan berbagai kompresi codec. 

audio interchange file format [.aif] – merupakan format standar macintosh. – software pendukung: apple quicktime audio cd [.cda] – format untuk mendengarkan cd audio – cd audio stereo berkualitas sama dengan pcm/wav yang memiliki sampling rate 44100 hz, 2 channel (stereo) pada 16 bit. – durasi = 75 menit dan dynamic range = 95 db.

kelebihan :

  • memiliki suara yang bagus.

kekurangan :

  • tidak bisa diputar pada windows karena product aiff hanya mendukung untk mac os
  • memiliki ukuran yang cukup besar sehingga format aiff jarang digunakan pada internet

6.  format mpeg audio layer 3 (mp3) 

pada awalnya, format mp3 ini dikembangkan oleh seorang jerman bernama karlheinz brandenburg, memakai pengodean pulse code modulation (pcm). prinsip yang dipergunakan oleh mp3 adalah mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia – sehingga adapat digolongkan file audio dengan kompresi lossy.

pada tahun 1991, file mp3 distandarisasi dan tahun 1994 hingga akhir tahun 2000, popularitas dari mp3 semakin meningkat dengan semakin mudahnya akses internet. munculnya software untuk menjalankan file mp3 seperti winamp di tahun 1997 yang dikembangkan oleh nullsoft, dan player console untuk linux, mp123, juga membuat file mp3 semakin digemari.

kelebihan :

  • merupakan format audio yang sering digunakan yang biasa digunakan sebagai output file audio.
  • mp3 memiliki kapasitas yang lumayan kecil.

kekurangan :

  • bit rate terbatas, maksimum 320 kbit/s (beberapa encoder dapat menghasilkan bit rate yang lebih tinggi, tetapi sangat sedikit dukungan untuk mp3-mp3 tersebut yang memiliki bit rate tinggi).
  • resolusi waktu yang digunakan mp3 dapat menjadi terlalu rendah untuk sinyal-sinyal suara yang sangat transient, sehingga dapat menyebabkan noise.
  • resolusi frekuensi terbatasi oleh ukuran window yang panjang kecil, mengurangi efisiensi coding.
  • tidak ada scale factor band untuk frekuensi di atas 15,5 atau 15,8 khz.
  • mode jointstereo dilakukan pada basis per frame.
  • delay bagi encoder/decoder tidak didefinisikan, sehingga tidak ada dorongan untuk gapless playback (pemutaran audio tanpa gap). tetapi, beberapa encoder seperti lame, dapat menambahkan metadata tambahan yang memberikan informasi kepada mp3 player untuk mengatasi hal ini.

format midi

merupakan standar yang dibuat oleh perusahaan alat-alat music elektronik berupa serangkaian spesifikasi agar berbagai instrument dapat berkomunikasi.

dengan menggunakan format midi, perangkat elektronik seperti keyboard dan computer dapat melakukan sinkronisasi satu sama lain.

interface midi terdiri dari 2 komponen yaitu :

perangkat keras, merupakan hardware yang terhubung dengan peralatan (keyboar/computer)

data format yang mengandung pengkodean informasi (spesifikasi instrument, awal/akhir nada, frekuensi dan volume suara).

kelebihan :

  • jenis instrumen musik bisa diubah sesukanya tanpa harus merekam ulang data lagu
  • ukuran filenya sangat kecil (5 menit lagu full orchestra ukurannya bisa hanya 50 kb)
  • tidak membutuhkan komputer yang ‘powerful’

kekurangan :

  • kualitas suara instrumen musiknya tergantung dari soundcard/instrumen midi yang dipakai.
  • efek midi yang tersedia sangat terbatas seperti reverb, chorus dsb

8.   ogg 

ogg adalah format multimedia gratisan yang dirancang untuk streaming dan penyimpanan yang effiesien. format ini dikembangkan oleh xiph.org foundation. begitu pula vorbis yang merupakan codec audio gratisan. vorbis biasanya dipasang bersama ogg, sehingga muncullah yang namanya ogg vorbis. 

kelebihan :

  • merupakan codec audio gratisan
  • menghemat penyimpanan memori, karena kapasitas rendah. 

kekurangan :

  • masih sedikit player yang mendukung format ini.
  • audio ogg juga telah melalui proses kompresi dengan menghilangkan file-file suara yang tidak diperluka, jadi suara yang dihasilkan tidak terlalu bagus.

 

VIDEO

masing-masing perangkat perekam video juga memiliki output format yang berbeda-beda, seperti kamera smartphone, handycam, kamerea dslr, dan kamera digital. semua perangkat tersebut, memilki jenis format video yang berbeda-beda. dari format video tersebut, juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, terutama dari kualitas videonya.

semakin rendah jenis format file video, maka akan semakin buruk pula kualitas video yang dihasilkan. beberapa waktu belakangan, banyak film-film dari hasil download yang menggunakan format mkv. hal ini bukan tanpa alasan, format video mkv memiliki kualitas yang sangat bagus, tapi ukuran fileya dapat ditekan agar tidak terlalu besar.

untuk lebih jelasnya, mari kita ulas satu persatu jenis-jenis format video.

  1. asf (advance streaming format): format video ini sering digunakan dalam jaringan internet.
  2. avi (audio video interleaved): adalah format video yang bisa menyesuaikan format audio dengan alat yang digunakan untuk memutar video tersebut.
  3. dv (digital video): format video kualitas rumahan ini biasa dihasilkan dari kamera digital.
  4. vcd video: adalah format video dalam bentuk vcd.
  5. dvd video: adalah jenis file video dalam format dvd, format ini memiliki kualitas yang lebih baik dibanding vcd.
  6. mov: adalah salah satu format video untuk player apple quick time. format file video ini biasa digunakan dalam pengiriman yang menggunakan jaringan internet.
  7. mpeg 1: jenis format video ini merupakan kelas industri video, dengan kualitas gambar setara vhs serta memiliki kualitas suara atau audio setara dengan cd.
  8. mpeg 2: format video yang memiliki kualitas suara setara dengan cd, dan memiliki kualitas gambar level siaran.
  9. mpeg 4 / mp4: format file video ini sudah lebih bagus dari mpeg 1 dan 2. karena memiliki kualitas gambar yang jauh lebih bagus, tapi dikemas dalam ukuran file yang lebih kecil.
  10. wmv (window media video): format video yang satu ini merupakan pengembangan dari format asf. file video dalam format ini biasa digunakan untuk pengiriman dalam jaringan internet.
  11. 3gpp/3gp (3rd generation partnership project): format video ini sering sekali digunakan untuk kebutuhan multi media, yang memiliki ukuran lebih kecil dan kualitas gambar dibawah mp4.

itulah penjelasan tentang pengertian dan jenis format file video, yang digunakan untuk beberapa keperluan dan tergantung dari kebutuhannya. masing-masing format video tadi, memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. perbedaan yang paling mencolok biasanya ada pada kualitas gambar dan suara, selain itu juga sangat berbeda dari segi ukuran.


GAMBAR

berikut ini adalah penjelasan dari berbagai format gambar tersebut, di antaranya :

1) psd (photoshop document)

format file ini merupakan format asli dokumen adobe photoshop. format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan photoshop. anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.

2) bmp (bitmap image)

format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen anda dengan format file ini. anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi rle. format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna rgb, grayscale, indexed color, dan bitmap.

3) eps (encapsuled postcript

format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antar program grafis. selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak. kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna adobe photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb, cmyk, lab, duotone, grayscale, indexed color, serta bitmap.

4) jpg/jpeg (joint photographic expert group)

format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb, cmyk, dan grayscale. format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.

5) gif (graphic interchange format)

format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna grayscale, bitmap dan indexed color). format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi lzw.

6)  tif (tagged image format file)

format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (pc, machintosh, dan silicon graphic). format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file tif.

7) pcx

format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama zoft cooperation. format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam pc mampu membaca gambar dengan format file ini. format file ini mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb, grayscale, bitmap dan indexed color.

  

8) pdf (portable document format)

format file ini digunakan oleh adobe acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb, cmyk, indexed color, lab color, grayscale dan bitmap. format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. format file ini sering menggunakan kompresi jpg dan zip, kecuali untuk mode warna bitmap yaitu menggunakan ccit.

 

9) png (portable network graphic)

format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file gif. format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan gif adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. format file ini mampu menyimpan alpha channel.

10)  pic (pict)

format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb dengan 1 alpha channel serta indexed color, grayscale dan bitmap tanpa alpha channel. format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna rgb

11) tga (targa)

format file ini didesain untuk platform yang menggunakan targa true vision video board. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga grayscale, indexed color, dan rgb dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. format file ini berguna untuk menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3d studio max

12) iff (interchange file format)

format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan video toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke comodore amiga system. format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam pc serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna bitmap. format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel

13) sct (scitex continous tone)

format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer scitex. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb, cmyk, dan grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.

14) pxr (pixar)

format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan pixar image computer. format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna rgb dan grayscale dengan 1 alpha channel.

15) raw

format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar aplikasi dan platform. format file ini mampu menyimpan mode warna rgb, cmyk, dan grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna multichannel, lab color dan duotone tanpa alpha channel.

16) dcs (dekstop color separation)

format file ini dikembangkan oleh quark dan merupakan format standar untuk .eps. format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna multichannel dan cmyk dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing)

Tuesday, August 25, 2020

JENIS-JENIS MEDIA AUDIO VISUAL & KELEBIHAN DAN KEKUARANGAN (MEDIA PROYEKSI) PART 2

Media Proyeksi merupakan salah satu media yang terklasifikasi pada media visual. Media ini memberikan rangsangan-rangsangan visual yaitu melalui indera penglihatan. Media ini langsung berinteraksi dengan pesan yang ingin disampaikan. Masksud pesan disini tentu saja materi pelajaran yang akan disampaikan. Jadi dengan media proyeksi, materi tersebut dapat terserap dengan baik.

Dengan menggunakan proyektor, informasi yang akan disampaikan dapat diproyeksikan ke layar, sehingga informasi berupa: tulisan, gambar, bagan dll akan menjadi lebih besar dan lebih jelas dilihat oleh siswa. Penggunaan media proyeksi ini lebih menguntungkan, sebab indera pendengaran dan penglihatan akan sama-sama diaktifkan melalui sebuah media transparansi yang telah disiapkan. Yang dimaksud dengan gambar mati (still picture) adalah berupa: gambar, foto, diagram, tabel, ilustrasi dll, baik berwarna ataupun hitam = putih yang relatif berukuran kecil, agar gambar tersebut dapat dilihat atau disaksikan dengan jelas oleh seluruh siswa di dalam kelas dengan jalan diproyeksikan ke suatu layar 

1. Media proyeksi diam

Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah:

a.     Film Bingkai

Film bingkai adalah suatu film positif baik hitam putih ataupunberwarna yang berukuran 35 mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu ditayangkan dengan proyektor slide.

b.    Film Rangkai

Film rangkai hampir sama dengan film bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan bingkai dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau gambar tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai sehingga cocok untuk mengajarkan keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu. 

c.      OHT

Over Head Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi, dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP). 

d.     Opaque Projektor

Projektor yang tak tembus pandang, karena yang diproyeksikan bukan bahan transparan tetapi bahan-bahan yang tidak tembus pandang (opaque). Kelebihan media ini sebagai media pembelajaran adalah bahwa bahan cetak pada buku, majalah, foto, grafis, bagan atau diagram dapat diproyeksikan secara langsung tanpa dipindahkan ke permukaan transparansi terlebih dahulu.

e.     Mikrofis

Mikrofis adalah lembaran film transparan yang terdiri ataslambang-lambang visual yang diperkecil sedemikian sehingga tidak dapat dibaca dengan mata telanjang.

2.     Media Proyeksi Gerak dan Audio Visual

Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah: 

a. Film gerak

Film gerak merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat menarik karena mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak, film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan 

b. Film gelang

Film gelang atau film loop adalah jenis media yang terdiri atas film berukuran 8 mm dan 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambungan sehingga film ini akan berulang terus menerus jika tidak dimatikan. 

c. Program TV

Televisi merupakan media menarik dan modern karena merupakan bagian dari kebutuhan hidupnya. Televisi dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dalam menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak. 

d. Video

Pesan yang disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif maupun instruksional

 

3. Keunggulan dan Kelemahan 

Keunggulan :

  1. Dapat digunakan untuk menyajikan pesan di semua ukuran ruangan kelas.
  2. Menarik, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang menarik.
  3. Tatap muka dengan siswa selalu terjaga dan memungkinkan siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
  4. Dapat digunakan berulang-ulang
  5. Membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara.
  6. Merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang kongkrit.
  7. Program slide mudah direvisi sesuai dengan kebutuhan
  8. Memiliki variasi program yang cukup banyak.
  9. Sifatnya mobile, karena mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
  10. Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa.
  11. Dapat lebih memusatkan perhatian siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk pengajaran bahasa.
  12. Jangkauannya sangat luas, sehingga dapat didengar oleh massa yang banyak
Kelemahan

  1. Kadangkala terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetik.
  2. Pembuatannya memerlukan banyak waktu dan tenaga.
  3. Memerlukan operator khusus untuk mengoperasikannya.
  4. Memerlukan penggelapan ruangan
  5. Jika siarannya monoton akan lebih cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
  6. Memerlukan penggelapan ruangan untuk memproyeksikannya.
  7. Pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, jika program yang dibuatnya cukup panjang.
  8. Memerlukan biaya yang boleh dikatakan besar.
  9. Hanya dapat menyajikan gambar yang diam (geraknya terbatas walaupun dengan menggunakan lebih dari sebuah proyektor.
  10. Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan dan penyajiannya.

Wednesday, August 12, 2020

JENIS-JENIS MEDIA AUDIO VISUAL


Karakteristik media Audio-Visual adalah memiliki unsur suara dan unsur gambar.Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua yaitu media audio dan visual. (Miarso: 1986,34). Media Audio-Visual terdiri atas :

Audio visual diam

Yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti:


  • Film bingkai suara (sound slide) adalah suatu film berukuran 35 mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2×2 inci tersebut dari karton atau plastik. Sebagai suatu program film bingkai sangat bervariasi. Panjang pendek film bingkai tergantung pada tujuan yang ingin dicapai dan materi yang ingin disajikan. Ada program yang selesai dalam satu menit, tapi ada pula yang hingga satu jam atau lebih. Namun yang lazim, satu film bingkai bersuara (sound slide) lamanya berkisar antara 10 – 30 menit. Dilihat dari ada tidaknya rekaman suara yang menyertainya, program film bingkai bersuara termasuk dalam kelompok media Audio Visual, sedangkan program suara termasuk dalam kelompok media visual.
  • Gabungan slide (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis sistem multimedia yang paling mudah diproduksi. System multimedia ini serba guna, mudah digunakan dan cukup efektif untuk pembelajaran perorangan dan belajar mandiri.Jika didesain dengan baik, sistem multimedia gabungan slide dan tape dapat membawa dampak yang dramatis dan tentu saja dapat meningkatkan hasil belajar

Media pembelajaran gabungan slide dan tape dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasikan atau mendorong lahirnya respon emosional.

Slide bersuara merupakan sesuatu inovasi dalam pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit (mengkonkritkan sesuatu yang bersifat abstrak). Dengan menggunakan slide bersuara sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat menyebabkan semakin banyak indra siswa yang terlibat ( visual, audio). Dengan semakin banyaknya indra yang terlibat maka siswa lebih mudah memahami suatu konsep (pemahaman konsep semakin baik). Slide bersuara dapat dibuat dengan menggunakan gabungan dari berbagai aplikasi komputer seperti: power point, camtasia, dan windows movie maker. Slide bersuara memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Gambar yang di proyeksikan secara jelas akan lebih menarik perhatian.

  • Dapat digunakan secara klasikal maupun individu. Isi gambar berurutan, dapat dilihat berulang-ulang serta dapat diputar kembali, sesuai dengan gambar yang diinginkan.

  • Pemakaian tidak terikat oleh waktu
  • Gambar dapat di diskusikan tanpa terikat waktu serta dapat dibandingkan satu dengan yang lain tanpa melepas film dari proyektor.
  • Dapat dipergunakan bagi orang yang memrlukan sesuai dengan isi dan tujuan pemakai
  • Sangat praktis dan menyenangkan
  • Relative tidak mahal, Karena dapat dipakai berulang kali
  • Pertunjukan gambar dapat dipercepat atau diperlambat

Audio visual gerak

Yaitu media yang dapat menampilakn unsusr suara dan gambar yang bergerak seperti :

1.    Film suara


Film sebagai media audio-visual adalah film yang bersuara. Slide atau filmstrip yang ditambah dengan suara bukan alat audio-visual yang lengkap, karena suara dan rupa berada terpisah, oleh sebab itu slide atau filmstrip termasuk media audio-visual saja atau media visual diam plus suara. Film yang dimaksud di sini adalah film sebagai alat audio-visual untuk pelajaran, penerangan atau penyuluhan. Banyak hal-hal yang dapat dijelaskan melalui film, antara lain tentang : proses yang terjadi dalam tubuh kita atau yang terjadi dalam suatu industri, kejadian-kejadian dalam alam, tata cara kehidupan di negara asing, berbagai industri dan pertambangan, mengajarkan sesuatu keterampilan, sejarah kehidupan orang-orang besar dan sebagainya. Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar mengajar. Ada 3 macam ukuran film yaitu 8 mm, 16 mm dan 35 mm. Jenis pertama biasanya untuk keluarga, tipe 16 mm tepat untuk dipakai di sekolah sedang yang terakhir biasanya untuk komersial. Bentuk yang lama biasanya bisu.Suara disiapkan tersendiri dalam rekaman yang bisanya terpisah.Sebuah film terdiri dari ribuan gambar. Film yang baik adalah film yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam hubungannya dengan apa yang dipelajari. Oemar Hamalik (1985:104)mengemukakan prinsip pokok yang berpegang kepada 4-R yaitu : “ The right film in the right place at the right time used in the right way”.

2.    Video / VCD


Video sebagai media Audio-Visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bias bersifat fakta maupun fiktif, bias bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Media video Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film.Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.

Kelebihan video :

  • Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dengan alata perekam pita video sejumlah besar penonton memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis.
  • Menghemat waktu
  • Bisa mengamati lebih dekat objek yang sedang bergerak

3. Film Televisi


Selain film, televisi adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara Audio-Visual dengan disertai unsure gerak. Dilihat dari sudut jumlah penerima pesannya, televisi tergolong ke dalam media massa.

Selain sebagai media massa, kita mengenal adanya program Televisi Siaran Terbatas (TVST) atau Closed Circuit Television. Pada TVST sebagai suatu system distribusi TV, alat pengirim dan alat penerima secara fisik dihubungkan dengan kabel. Hubungan itu bisa antara sebuah kamera dan alat penerima di dalam ruang yang sama, bisa pula beberapa kelas dihubungkan dengan satu sumber ruang yang sama, sehingga penonton serentak dapat mengikuti program yang disiarkan.

Oemar Hamalik (1985 : 134) mengemukakan : “Television is an  electronic motion picture with con joinded or attendant sound; both picture and sound reach the eye and ear simultaneously from a remote broadcast”. Definisi tersebut menjelaskan bahwa televisi sesungguhnya adalah perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Maka televisi sebenarnya sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan.

4. Film Gelang ( Loop Film )


Dilihat dari segi keadaannya, media audio visual dibagi menjadi:

Audio visual murni

yaitu unsur suara maupun unsur gambar berasal dari suatu sumber seperti film/kaset.


Audio visual tidak murni

yaitu unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang bebeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder. Dan dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi, Pertama, media dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah siswa yang banyak dalam waktu yang sama. Kedua, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat.Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti, film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat tertutup dan gelap.

Ciri-ciri Audio Visual

Teknologi Audio visual merupakan cara untuk menghasilkan atau menyajikan materi yakni dengan memakai mesin-mesin mekanis dan juga elektronik untuk menyampaikan pesan-pesan audio dan juga visual. Pengajaran melalui audio visual jelas bercirikan penggunaan perangakat keras dalam proses belajar, conohnya seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar.

Kelebihan dan Kekurangan Media Audio visual

Secara umum media audio visual memiliki kelebihan serta kekurangan ialah sebagai berikut:

1. Kelebihan media audio visual

  • Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (Dalam bentuk kata-kata, tertulis ayau lisan belaka.
  • Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

2. Kekurangan media audio visual

  • Media audio visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karena media audio visual cendrung tetap di tempat.
  • Biaya pengadaan media audio visual relative mahal.
  • Jika guru tidak bisa berpartisipasi aktif maka siswa akan cenderung menikmati visualisasi serta suaranya saja.


 





Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...