Showing posts with label MUSIK. Show all posts
Showing posts with label MUSIK. Show all posts

Tuesday, February 21, 2023

NOT BALOK

Hallo sahabat edukasi, nah kali ini kita akan bahas tentang Not, Ada dua macam not, yaitu not balok dan not angka. Not angka, sesuai namanya dilambangkan dengan angka-angka. Sedangkan not balok dilambangkan dengan bulatan-bulatan, baik bertangkai ataupun tidak yang diletakkan di dalam garis-garis paranada.

Struktur Not Balok

Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas, seperti yg saya posting sebelumnya

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.

Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.

Pada awal paranada biasanya kita menempatkan “kunci” yang disebut “clef”. Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.

Clef treble

Clef bass


Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut “grand staff”


Menempatkan Not dalam Paranada.

Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.

c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.


Lambang-Lambang Not Balok.

Not Penuh (1) = nada 4 ketuk. Gambar bulatan kosong.

Not Setengah (1/2) = 2 ketuk.Gambar bulatan kosong dengan tiang.

Not Seperempat (1/4) = 1 ketu. Gambar bulatan dihitamkan dengan tiang.

Not Seperdelapan (1/8) = 1/2 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 1.

Not Seperenambelas (1/16) = 1/4 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2


Tanda Titik.

Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (1/2) = 2 ketuk, dan seterusnya.

4+2=6 ketuk              2+1=3 ketuk       11/2 ketuk   3/4 ketuk


Tanda Diam

Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.

Tanda diam 4 ketuk                2 ketuk        1 ketuk     1/2     1/4


Tempo dan Dinamik.

Cressendo < artinya lagu dinyanyikan menguat / mengeras.

De Cressendo > artinya lagu dinyanyikan melembut.

Vivace artinya gembira, hidup.

Adagio artinya amat sangat lambat.

Prestissimo artinya amat sangat cepat.

Largheno artinya lambat.

Di Marcia artinya seperti orang berbaris.

Maestoso artinya khidmad, agung, dan mulia.

Con brio artinya semangat bergelora.

Allegreto artinya ringan, hidup, dan gembira.

Con bravura artinya gagah.

ff = fortissimo artinya sangat keras.

pp = pianissimo artinya sangat lambat

p = piano artinya lambat/lembut


Clef pada not balok.

Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam membaca not adalah kuncinya (clef). Kunci terletak di paling kiri garis paranada. Ada tiga macam kunci yaitu kunci G, kunci F, dan kunci C.

(dari kiri ke kanan: kunci G, kunci F, kunci C alto, dan kunci C tenor)

Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Pada kunci G, letak nada G adalah garis paranada yang dilewati lengkungan spiral kunci G. Sedangkan pada kunci F, letak nada F adalah garis paranada yang berada di antara dua titik kunci F.

Selanjutnya setiap naik 1 (memotong garis, kemudian di antara garis, dst), nada akan bertambah tinggi 1. Urutan nadanya adalah sebagai berikut:

C-D-E-F-G-A-B-C’ (terus berulang)

Di depan setiap not, terkadang ditambahkan simbol ? (flat/mol) dan ? (sharp/kres). ? akan menurunkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Sedangkan ? akan menaikkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Untuk mengembalikan nada yang telah turun/ naik dapat ditambahkan simbol ? (natural).

Jika sebuah nada diturunkan setengah, misalnya A, di sebelah kanan A akan ditambahkan simbol ?. Sehingga namanya berubah dari A menjadi A? yang dibaca As. Sebaliknya jika nada dinaikkan setengah, misalnya C, di sebelah kanan C akan ditambahkan simbol ? menjadi C? yang dibaca Cis.

Not-not bila dirangkai dapat membentuk sebuah lagu. Biasanya untuk menuliskan sebuah lagu, digunakan dua macam cara penulisan not yaitu dengan menggunakan not balok (bulatan-bulatan yang tersusun dalam garis paranada) dan not angka (dengan menggunakan angka).



Tuesday, November 24, 2020

Penyajian Musik (Musik Tradisional)

Hallo sahabat edukasi dimanapun anda berada, kali ini saya akan berbagi tentang manfaat, ciri, fungsi, sejarah musik tradionla. pada artikel sebelumnya sudah saya jelaskan mengenai definisi, unsur, prinsip musik, kolaborasi musik sampai kepada materi tentang tangga nada. bisa anda simak disini


Sebelum masuk ke materi anda bisa menyimak video diatas. 

1. Definisi Musik

    Musik adalah bagian dari seni yang menggunakan bunyi sebagai media penciptaannya. Komponen musik meliputi : melodi, harmoni, ritme, timbre (warna suara), tempo, dinamika, dan bentuk.

2. Manfaat Musik.

  • sebagai ekspresi emosional.
  • sebagai  penikmaran estetis.
  • sebagai hiburan.
  • sebagai komunikasi.
  • sebagai represetasi simbolik.
  • sebagai respon sosial.
  • sebagai pendidikan norma sosial.
  • sebagai pemersatu bangsa.
  • sebagai pelestari kebudayaan
  • sebagai promosi dagang.


3. Musik Tradisional/Daerah

    adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Contoh :

  • Musik sasando - suku Rote di NTT
  • Musik karang dodou - Barito utara, Kalimantan tengah
  • Musik gambung kromong - Betawi, Jakarta
  • Musik gong gede - Bali
  • Musik Melayu asli - Riau
  • Angklung - Jawa barat
  • Gamelan - Jawa dan Bali


4. Ciri Musik Tradisi :

  • Ide disampaikan secara lisan.
  • Diwariskan secara turun temurun.
  • Berbahasa daerah.
  • Menggunakan alat musik daerah.


5. Fungsi Musik Tradisi :

  1. Sebagai Musik Sakral - upacara adat, perkawinan, ritual.
  2. Sebagai hiburan.
  3. Sebagai pengiring tari tradisi
  4. Sebagai pengiring teather tradisi


6. Sejarah Musik Tradisi

  • Angklung (Jawa barat) - sebagai alat ronda malam dan pesta panen
  • Musik gondang (Tapanuli) - upacara masyarakat batak.
  • Gamelan (Jawa dan Bali) - upacara kerajaan dalam istana di Jawa - dibali digunakan untuk upacara siklus
  • Musik gong luang (Bali) - untuk mengiringi upacara kematian (Ngaben)
  • Musik karang dodou (Kalimantan tengah) - untuk upacara memandikan bayi dan memberi nama bayi (Upacara Nokapo)


7. Tokoh Musik Tradisi

  1. Daeng Sutikna dan Imam Sukayat (Jawa Barat)  : Mengembangkan musik angklung yang semula pontanis menjadi diatonis.
  2. Ki Hajar Dewantara dan Ki Narto Sabdo (Jawa) : Mengembangkan musik gamelan dengan sistem sariswara dan wande.
  3. Djoko S. (Jakarta) : Pencipta ondel-ondel
  4. Petrus Kaseke (Minahasa) : Membuat kolintang dengan dua set oktaf nada diatonis, tiga setengah oktaf nada kruis, Natural, dan satu moll pada tahun 1960.
Artikel lengkap bisa anda lihat di sini 

Thursday, October 22, 2020

Pengenalan Microphone dalam Dunia Broadcasting

 

Dalam dunia pertelevisian, selain kualitas visual, kualitas audio juga memiliki peranan yang cukup signifikan dalam menentukan kualitas tayangan secara keseluruhan. Sebagus apapun kualitas visual, baik dari segi lighting, kamera maupun set panggung yang dihasilkan, semua itu tidak akan bisa dinikmati secara keseluruhan jika kualitas audionya tidak bagus. Sebagaimana sistem yang lainnya, sistem audio memiliki tiga bagian penting yaitu berupa masukan (input), proses dan keluaran (output). Bagian dari masukan (input) biasanya adalah beberapa tipe microphone, CD player, DVD player, VTR player, sequenser, komputer/laptop, instant replay, digicart dan lain sebagainya. Proses biasanya terdiri dari mixer (dalam proses produksi), mesin editing (dalam proses post production), audio processor dan lain sebagainya. Keluaran (output) biasanya terdiri dari speaker, headphone, earphone, VTR, CD/DVD recorder, DAT recorder dan lain sebagainya.

Untuk menghasilkan kualitas audio yang bagus, maka kita harus mempersiapkan peralatan dimulai dari inputnya. Seperti istilah yang biasa didengar di dunia audio bahwasannya kualitas input audio yang bagus akan menghasilkan output audio yang bagus dan begitu pula sebaliknya kualitas input audio yang jelek akan menghasilkan kualitas output audio yang jelek juga, sebagus apapun proses mixing maupun alat yang digunakan mengingat semua alat memiliki keterbatasan dalam melakukan adjustment kualitas audio. Untuk mendapatkan kualitas audio yang bagus, audio engineer diharuskan menjaga level audio input agar jangan terlalu rendah karena akan menimbulkan noise ketika level audionya diperkeras/dinaikkan begitu pula sebaliknya level audio input juga dijaga agar jangan sampai terlalu tinggi (jauh melewati 0 dB sehingga memasuki daerah berwarna merah di audio monitoring) karena akan menimbulkan distorsi.

Microphone

Secara terminology, microphone adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah energi-energi akustik (gelombang suara) menjadi sinyal listrik. Istilah microphone berasal dari bahasa Yunani “mikrofon”, micros yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi.

Dilihat dari segi transducernya, maka microphone terbagi menjadi beberapa jenis

1.    Dynamic mic


Jenis microphone ini mempunyai diafragma yang biasanya terbuat dari bahan plastik mylar yang dililit dengan kabel (biasanya disebut voice coil). Coil inilah yang kemudian digantungkan (diambangkan) dalam medan magnet yang sangat kuat. Bilamana suatu tekanan udara menabrak permukaan diafragma tersebut, maka voice coil tersebut akan bergerak secara proporsional dengan gelombang/amplitude serta frekuensi suara tersebut. Hal ini membuat coil tersebut bergerak memotong medan magnet. Sesuai dengan teori induksi elektromagnet yang menyatakan  “bilamana ada benda metal yang memotong medan magnet, maka aliran listrik akan timbul pada metal tersebut”. Sehingga sebuah aliran listrik yang besar dan arahnya proporsional dengan gelombang suara yang masuk akan ditimbulkan melalui kabel pada voice coil tadi.

Ada hal yang cukup menarik, karena massa diafragma dan voice coil tadi sangat besar dibandingkan dengan energi yang terdapat pada suatu gelombang suara, maka diafragma membutuhkan waktu untuk merespon suara yang masuk. Sebaliknya juga demikian, setelah massa ini bergerak, ia juga membutuhkan waktu untuk dapat berhenti dengan benar. Oleh sebab itu, dynamic mic kurang baik dalam hal merespon gelombang yang memiliki transien yang tajam dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Namun demikian, bukan menunjukkan sesuatu yang buruk, justru hal inilah yang menjadi karakteristik dynamic mic.

2.    Condensor mic

Desain dan prinsip condensor mic sangatlah berbeda dengan dynamic mic. Condensor mic bekerja dengan prinsip dasar electrostatic, dimana sebuah diafragma yang terbuat dari plastic atau mylar yang sangat tipis, yang salah satu sisinya telah dilapisi dengan emas atau nikel, diambangkan dalam jarak seperseribu inch dari sebuah lembaran metal dasar (backplate) lainnya. Kemudian bilamana pada kedua lembaran tersebut dipolarisasi dengan battere atau catu phantom 48v maka kedua permukaan tersebut dapat bekerja dengan menghasilkan perbedaan muatan (capacitance) apabila terkena gelombang suara. Perbedaan muatan inilah yang kemudian dideteksi oleh sirkuit elektronik dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang proporsional dengan gelombang suara tersebut. Oleh karena itu, karena massa diafragma condensor mic sangatlah ringan, maka ia sangat sensitif dan akurat terhadap transien dan respon frekuensi sehingga dapat menghasilkan suara yang sangat bening.

Sebuah varian dari condensor mic adalah electret condensor mic. Mic jenis ini berbeda dengan condensor mic biasa. Electret condensor mic tidak memerlukan adanya catu daya listrik untuk mempolarisasi diafragmanya. Hal ini disebabkan karena pada electret condensor mic permukaan diafragmanya sudah memiliki catu daya statis yang permanen. Walaupun demikian, sebuah electret condensor mic tetap membutuhkan battere atau catu phantom untuk memberi daya pada pre-amp kecilnya.

Dynamic mic vs Condensor mic

Setelah melihat kedua tipe microphone di atas, maka di antara kedua jenis microphone tersebut ada perbedaan yang cukup signifikan, diantaranya :

Teknologi

Dynamic mic dan condensor mic pada dasarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam cara mereka menerima dan memproses suara. Dynamic mic bekerja secara induksi sementara condensor mic bekerja secara konduksi. Dynamic mic tidak membutuhkan sumber daya untuk menjalankan fungsinya sementara condensor mic memerlukan battere atau sumber daya lainnya agar bisa berfungsi. Selain dari battere, sumber daya lainnya umumnya disediakan oleh mixer yang biasa disebut “phantom power”. Condensor mic memiliki respon transien yang cukup cepat, sehingga lebih sensitif dibandingkan dynamic mic.

Biaya

Dynamic mic biasanya lebih murah dibanding condensor mic karena memiliki spesifikasi teknis yang tidak terlalu kompleks.

Penggunaan

Condensor mic sering digunakan di studio rekaman. Biasanya digunakan untuk mengambil suara dari instrument alat musik seperti untuk gitar, dan alat musik orchestra. Dynamic mic juga biasa digunakan untuk mengambil suara dari alat musik, tetapi biasanya yang memiliki respon cukup datar seperti drum.  Dynamic mic sering digunakan karena relatif tahan banting dan murah.


Tuesday, October 13, 2020

PERMAINAN MUSIK (RITME)

Pengertian Ritme

Ritme adalah irama yang mengesankan gerak. Menurut Wikipedia.org, Ritme berasal dari bahasa Yunani “rhythmos” yang memiliki arti suatu ukuran gerakan yang simetris adalah variasi horizontal dan akses dari suatu suara yang bersifat teratur. Ritme atau irama pada dasarnya terbentuk dari suara dan juga diam.

Suara dan diam tersebut kemudian digabungkan sehingga membentuk suatu pola suara yang berulang untuk membuat ritme. Ritme umumnya memiliki tempo yang sangat teratur, namun itu juga tergantung jenisnya. Beberapa ketukan yang terdapat pada ritme biasanya ada yang kuat, lama, pendek dan lebih pelan dari yang lainnya. Dalam bidang musik, ritme diciptkan oleh komposer secara berbeda-beda sehingga menghasilkan sebuah musik yang bagus.

Pengertian Ritme

Ritme (irama) adalah pengulangan ketukan atau bunyi berdasarkan sebuah pola tertentu yang ada dalam musik. Ritme merupakan rangkaian gerak yang beraturan dan menjadi unsur dasar dari sebuah musik. Ritme pada dasarnya terbentuk dari pengulangi suatu bunyi, panjang pendek kata dalam suatu lagu, dan pergantian tekanan kata-kata dalam suatu syair yang ada pada sebuah lagu. Jadi, secara sederhana ritme diartikan sebagai penentu ketukan dalam musik.

Macam-Macam Ritme

Berikut ini adalah macam-macam ritme dalam bidang musik.

  • Ritme ritmis, yaitu tekanan tidak terikat pada ketukan. Contohnya permainan suling yang ada beberapa gendhing Jawa.
  • Ritme metris, yaitu tekanan on beat.
  • Ritme singkup, yaitu tekanan up beat. Contohnya permainan gambang pada ansambel Calung Banyumasan.
  • Ritme poliponi, yaitu penggabungan dari berbagai macam ritme. Contohnya adalah permainan hadroh atau terbangan.
  • Ritme resultant, yaitu penggabungan dua ritme saja. Contohnya permainan gender Jawa.
  • Ritme rhapsodik, yaitu bebas namun tersusun rapi. Contohnya musik tradisional gamelan kebyar dari Bali.

Pola Ritme

Pola ritme dalam sebuah musik terdapat dua jenis, yaitu pola 2/4 dan 4/4. Ritme dengan pola 2/4 memberikan kesan dinamis dan membuat gerak menjadi lebih aktif mengikuti ketukan, apalagi jika musik yang dirancang sangat kelihatan bitnya. Dengan ritme 2/4 penari memiliki kecenderungan mengaktifkan kaki dan tangan sehingga enari lebih terbenam dalam ritme.

Sedangkan jika musik menggunakan pola ritme 4/4 menjadikan badan dan torso menjadi lebih tenang, sehingga membuat tubuh menghayati geraknya. Pola ritme 4/4 bisa dibilang sangat nikmat untuk menghayati ungkapan-ungkapan yang bersifat gerak murni, bahkan jika apalagi melodi yang diterapkan menggambarkan ekspresi dari liriknya.

Macam-Macam Birama

Berikut adalah macam-macam birama, antara lain:

 

  • Birama 4/4

Birama 4/4

Tanda Birama 4/4 adalah yang paling umum digunakan di hampir setiap genre musik. Ini berarti, setiap birama ada empat hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau empat not seperempat dalam setiap birama.

 

  • Birama 3/4

Birama 3/4

Tanda birama 3/4 ( kadang disebut juga tempo waltz ) berarti setiap birama ada tiga hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau ada tiga not seperempat dalam setiap birama. Jika Anda menulis sepotong musik untuk terdengar seperti waltz, maka gunakan tanda birama 3 / 4.

 

  • Birama 6/8

Birama 6/8

Tanda birama 6/8 berarti setiap birama ada enam hitungan dan setiap hitungan bernilai seperdelapan atau ada 6 not 1/8 yang menjadi patokan tempo.

 

  • Birama 2/4

Birama 2/4

Tanda birama 2/4  berarti setiap birama ada dua hitungan dan setiap hitungan bernilai seperempat atau ada dua not seperempat dalam setiap birama.

Pola Birama

Berikut adalah terdapat beberapa pola ketukan birama, antara lain:

 

Pola Birama 4/4

a. Ọ ● ● ●   /  Ọ ● ● ●   /  Ọ ● ● ● →            b.  ● Ọ Ọ Ọ  / ● Ọ Ọ Ọ  / ● Ọ Ọ Ọ

     1  2 3 4       1 2 3  4       1 2  3 4                      1  2  3  4     1  2  3  4    1 2  3  4

     T K KK      T KK K     T K K K                    K  T T  T     K T T  T   K T T  T

 

Keterangan :

  • T = Tepuk Tangan
  • K = Hentakan Kaki
  • Bisa divariasikan T / K dengan
  • P = Tepuk Paha
  • M = Tepuk Meja
  • TD = Tepuk dinding
  • TB = Tepuk Bangku

 

Pola Birama 3/4

a. Ọ ● ●   /  Ọ ● ●    /  Ọ ● ●      ‌    ‌‌b.  ● Ọ Ọ  / ● Ọ Ọ  / ● Ọ Ọ

     1  2 3        1 2 3       1 2  3               1  2  3     1  2  3    1 2  3

     T K K       T KK     T K K               K  T T     K T T     K T T

 

Pola Birama 6/8

a. Ọ ● ● ●       /  Ọ ●                     ‌‌b.  ● Ọ Ọ Ọ Ọ Ọ   / ● Ọ Ọ Ọ  Ọ Ọ

     1 2 3 4  5  6        1 2  3  4   5   6                   1  2  3  4  5  6     1  2  3  4  5  6

     T KKK K K        T K K K  K  K                 K  T T  T  T T    K T  T  T T  T

 

Pola Birama 2/4

a. Ọ ●    /  Ọ ●     /  Ọ ●       ‌ ‌‌b.  ● Ọ  / ● Ọ  / ● Ọ

     1  2       1 2         1 2               1  2    1  2     1 2

     T K       T K       T K             K  T     K T    K T

 

Style dan Lagu Birama

Berikut adalah style dan lagu birama, terdiri atas: 

Birama 4/4

Style Musik = Pop, 8 Beat, 16 Beat, dll

Karakter Lagu = Slow, Tempo sedang, Melankolis, lembut

Lagu anak = Kebunku, pelangi, bintang kejora, bintang kecil, kasih ibu, ambilkan Bulan, burung kutilang, dll

Lagu Umum = Indonesia Raya, maju tak gentar, halo- halo bandung dll

 

Birama 3/4

Style Musik = Waltz, March, Swing

Karakter Lagu = Tegas, Heroik, Kepahlawanan.

Lagu anak = Cemara, Burung kakatua, naik-naik ke puncak gunung, Burung Tantina, tamanku, Bunga nusa indah, Topi Bundar, trima Kasihku,dll

Lagu Umum  = My Bonei, Ibu guru kami, dll

 

Birama 2/4

Style Musik = Polka, Pasodoble, Tarantel, Country 

Karakter Lagu = Gembira, ceria, cepat Dan Heroik. 

Lagu anak = Cicak, potong bebekangsa, naik delman, bermain tepuk tangan, menanam jagung, bunda piaraku dll

Lagu Umum = Ditimur matahari, lagu gembira, berlabuh dll

 

Birama 6/8

Style Musik = Slow Rock, 6/8 Beat, 6/8 March, 6/8 ballad.

Karakter Lagu = Slow, ada yang march, Sangat lambat, lembut.

Lagu anak = Desaku, Bungaku, ibu guru kami dll

 

Fungsi Birama

Fungsi birama tentunya untuk membuat sebuah musik menjadi lebih terdengar menarik. Fungsi tanda birama tersebut dibagi ke dalam dua pembagian yaitu fungsi musikal dan fungsi simbol.


Fungsi Musikal

Birama memiliki fungsi untuk membangun irama dalam fungsinya secara musikal. Dari satuan unit-unit birama yang berulang terbentuklah irama. Fungsi musikal ini juga berarti bahwa satuan unit-unit dari birama yang berulang biasanya terdiri dari bunyi yang rendah maupun tinggi yang nantinya akan membangun irama.


Fungsi Simbol

Fungsi simbol ini berkaitan erat dengan macam-macam tanda birama yang disimbolkan dengan angka seperti 4/4, 3/4, 6/8, hingga 2/4 dan sebagainya. 

Birama merupakan suatu tanda untuk menunjukan jumlah ketukan dalam satu ruas birama. Nantinya, dari satu ruas birama ke ruas birama lainnya akan dibatasi oleh garis vertical yang disebut dengan garis birama yang telah disinggung sebelumnya.


Unsur-Unsur Birama

Ada beberapa unsur yang menyusun suatu birama, diantaranya adalah:

  1. Dalam suatu birama terdapat unsur waktu yang ditandai dengan nilai hitungan
  2. Dalam suatu birama terdapat unsur jalinan bunyi bertekanan berat dan ringan
  3. Dalam suatu birama terdapat juga ruang kosong tanpa bunyi namun tetap dihitung dalam waktu hitungan

Tanda Birama

Tanda Birama alias Time Signature adalah dua angka yang diletakkan bersusun pada di sisi kanan clef, angka di atas menunjukkan jumlah ketukan dalam tiap bar, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai not yang dihargai sebagai satu ketukan.

Contoh : 

  • 4/4 artinya ada 4 ketuk dalam tiap bar, dan not 1/4 dihitung sebagai satu ketuk.
  • 3/4 artinya ada 3 ketuk dalam tiap bar, dan not 1/4 dihitung sebagai satu ketuk.
  • 2/4 artinya ada 2 ketuk dalam tiap bar, dan not 1/4 dihitung sebagai satu ketuk.
  • 6/8 artinya ada 6 ketuk dalam tiap bar, dan not 1/8 dihitung sebagai satu ketuk.

ketuk-dalam-tiap-bar

 

Gambar di atas menunjukkan tanda birama 4/4 (4 ketuk dengan not 1/4). Measure artinya adalah bar. 1 measure/bar bernilai 4 ketuk.


Tanda birama dalam musik ada beberapa macam berdasarkan ketukan (angka yang ada di atas), antara lain : 

  • Tanda birama 2 ketuk, disebut Duple. Contoh : 2/2, 2/4
  • Tanda birama 3 ketuk, disebut Triple. Contoh : 3/2, 3/3, 3/4
  • Tanda birama 4 ketuk, disebur Quadruple. Contoh : 4/2, 4/4

Karakter Ritme

Musik memiliki banyak sekali karakter ritme, baik itu yang kuat ataupun lemah. Musik dapat menjadi sangat teratur bila pola-pola akses diulang-ulang dan juga bisa menjadi tidak teratur bila aksesn-aksesnnya berubah-ubah secara terus menerus. Selain itu ritme juga bisa menjadi sangat sederhana jika pola-pola yang digunakan hanya terdiri dari beberapa nilai nada, dan bisa sangat kompleks atau rumit bila aksennya sangat beranekaragam serta pola ritmik muncul terus menerus.

Cara Merasakan Sebuah Ritme

Cara merasakan sebuah ritme dalam musik adalah dengan mendengarkan lagu yang memiliki ritme di dalamnya secara berulang-ulang. Ritme pada sebuah lagu akan bisa melekat pada benak penikmat musik jika selalu dilatih, sehingga secara tidak langsung kita akan menikmati ritme dari sebuah lagu tersebut.

Contohnya kita mendengarkan sebuah lagu dan tanpa kita sadari kita melakukan aktivitas mengikuti irama atau ritme, seperti mengangguk-angguk. Pola ritme pada lagu akan memberikan perasaan ritmis, karena irama sendiri jika enak didengar akan menggerakkan perasaan seorang seirama dengan gerakan fisik.



Nah, itulah pengertian mengenai ritme beserta macam-macam ritme, pola yang digunakan dalam ritme, karakter ritme musik, dan cara merasakan sebuah ritme. Sekian informasi yang dapat saya bagikan mengenai ritme dan semoga bermanfaat.

Tuesday, September 15, 2020

MUSIK SEBAGAI SIMBOL (SIMBOL MUSIK)

    Indonesia merupakan negara kepulauan yanterdiri dari beragam kelompok masyarakat, sehingga berdampak pada keberagaman hasil kebudayaan. salah satu hasil kebudayaan tersebut adalah seni, termasuk musik.

    Musik, seperti halnya cabang seni lain, sangat sarat dengan simbol-simbol tertentu yang berhubungan erat dengan makna tertentu dalam kehidupan masyarakat. Simbol-simbol tersebut tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen tersebut (musikal), termasuk vokal/suara manusia. Secara musikal, simbol-simbol musik dapat tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti tinggi-rendahnya nada, ritme, dinamika, atau tempo. 


Sekarang mari kita bahas masing-masing mengenai elemen musik sebagai simbol musik.
  • Nada atau melodi yang diproduksi oleh instrumen, termasuk suara manusia atau vokal. Misalnya, bagaimana kamu memaknai suara tinggi, nyaring, atau melengking (seperti kicauan burung, sirene ambulan, suara bel sepeda) dan suara rendah (seperti suara instrumen bas)
  • Seimbol musik selanjutnya adalah ritme, ritme adalah ketukan-ketukan yang tersusun dan berulang-ulang. contohnya adalah ketukan pada pola drum.
  • Dinamika musik/ bunyi memiliki arti keras lembutnya suatu lagi, bahwa dalam musik atau bernyanyi terdapat dinamika, tidak monoton dan tidak membosankan, contoh simbol dinamika Crescendo artinya Awal suar lembut semakin lama semakin keras, ada juga decrescendo artinya kebalikan dari crescendo.


  • Selanjutnya tempo, pernahkan kamu mendengarkan musik cepat atau musik lambat?, nah itu adalah tempo. Pengertian tempo itu sendiri adalah cepat lambat nya suatu lagu atau irama.
  • Simbol musik juga dapat dilihat dari aspek nonmusikalnya. Salah satu contoh simbol nonmusikal adalah instrumen musik berdasarkan pada bentuk, bahan pembuat instrumen, warna, atau ornamen-ornamen yang tampak pada instrumen tersebut. Salah satu contoh bentuk simbol ditinjau dari bahan dasar instrumennya adalah instrumen tradisional masyarakat Sunda, seperti suling Sunda, baik suling Sunda lubang enam maupun lubang empat.


Selain suling, instrumen tradisional Sunda yang terbuat dari bambu adalah angklung. Dalam masyarakat Sunda, angklung terdiri dari beberapa jenis. Salah satunya adalah jenis Angklung Sunda/Indonesia, yaitu jenis angklung yang seringkali kita lihat dalam pertunjukan-pertunjukan musik. Dalam proses permainan musik angklung, pemain ada yang memegang satu buah angklung, tetapi dapat pula satu orang pemain dapat memegang banyak nada dalam pemainnya di bawah ini:


    Nah, itulah tadi penjelasan mengenai musik sebagai simbol, artinya dalam musik terdapat simbol-simbol musik yang perlu kita ketahui dan pahami, termasuk unsur-unsur musik yang sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya https://balesenibudaya.blogspot.com/2020/09/pengertian-musik-jenis-musik.html ,agar kita saat bermain musik atau bernyanyi dapat memainkan atau menyanyikannya bisa terdengar indah kita harus mempelajarinya dengan baik.

SIMBOL NOTASI (NOT BALOK)

SIMBOL ISTIRAHAT



   Berikut ini adalah 19 macam tempo dalam musik, disusun berurutan dari nomor 1 sampai nomor 19. 
Tempo nomor 1 adalah tempo yang paling lambat, sedangkan tempo nomor 19 adalah tempo yang paling cepat.
  1. Larghissimo — sangat lambat sekali (kurang dari 20 bpm)
  2. Lento —lambat sekali (40–60 bpm)
  3. Largo — lambat
  4. Larghetto — agak lambat (60–66 bpm)
  5. Grave — sangat lambat sedih
  6. Adagio — sangat lambat penuh perasaan (66–76 bpm)
  7. Adagietto — sedikit lambat (70–80 bpm)
  8. Andante — perlahan-lahan (76–108 bpm)
  9. Andante Moderato — sedikit lebih cepat dibanding andante
  10. Andantino – kurang cepat, tapi lebih cepat dibanding andante moderato
  11. Moderato — sedang (101-110 bpm)
  12. Allegretto — agak cepat
  13. Allegro moderato — cepatnya sedang (112–124 bpm)
  14. Allegro — cepat dan ceria (120–139 bpm)
  15. Vivace — cepat dan girang (140 bpm)
  16. Vivacissimo — lebih cepat dibanding vivace
  17. Allegrissimo — lebih cepat
  18. Presto — cepat sekali (168–200 bpm)
  19. Prestissimo — secepat-cepatnya (lebih dari 200bpm)
Lambang-lambang dinamika, ekspresi, group, barline (garis birama), dan simbol lainnya.

DINAMIK
EKSPRESI
GROUP
BIRAMA
SIMBOL LAINNYA




Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...