Showing posts with label NOT BALOK. Show all posts
Showing posts with label NOT BALOK. Show all posts

Tuesday, February 21, 2023

NOT BALOK

Hallo sahabat edukasi, nah kali ini kita akan bahas tentang Not, Ada dua macam not, yaitu not balok dan not angka. Not angka, sesuai namanya dilambangkan dengan angka-angka. Sedangkan not balok dilambangkan dengan bulatan-bulatan, baik bertangkai ataupun tidak yang diletakkan di dalam garis-garis paranada.

Struktur Not Balok

Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas, seperti yg saya posting sebelumnya

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.

Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.

Pada awal paranada biasanya kita menempatkan “kunci” yang disebut “clef”. Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.

Clef treble

Clef bass


Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut “grand staff”


Menempatkan Not dalam Paranada.

Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.

c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.


Lambang-Lambang Not Balok.

Not Penuh (1) = nada 4 ketuk. Gambar bulatan kosong.

Not Setengah (1/2) = 2 ketuk.Gambar bulatan kosong dengan tiang.

Not Seperempat (1/4) = 1 ketu. Gambar bulatan dihitamkan dengan tiang.

Not Seperdelapan (1/8) = 1/2 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 1.

Not Seperenambelas (1/16) = 1/4 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2


Tanda Titik.

Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (1/2) = 2 ketuk, dan seterusnya.

4+2=6 ketuk              2+1=3 ketuk       11/2 ketuk   3/4 ketuk


Tanda Diam

Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.

Tanda diam 4 ketuk                2 ketuk        1 ketuk     1/2     1/4


Tempo dan Dinamik.

Cressendo < artinya lagu dinyanyikan menguat / mengeras.

De Cressendo > artinya lagu dinyanyikan melembut.

Vivace artinya gembira, hidup.

Adagio artinya amat sangat lambat.

Prestissimo artinya amat sangat cepat.

Largheno artinya lambat.

Di Marcia artinya seperti orang berbaris.

Maestoso artinya khidmad, agung, dan mulia.

Con brio artinya semangat bergelora.

Allegreto artinya ringan, hidup, dan gembira.

Con bravura artinya gagah.

ff = fortissimo artinya sangat keras.

pp = pianissimo artinya sangat lambat

p = piano artinya lambat/lembut


Clef pada not balok.

Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam membaca not adalah kuncinya (clef). Kunci terletak di paling kiri garis paranada. Ada tiga macam kunci yaitu kunci G, kunci F, dan kunci C.

(dari kiri ke kanan: kunci G, kunci F, kunci C alto, dan kunci C tenor)

Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Pada kunci G, letak nada G adalah garis paranada yang dilewati lengkungan spiral kunci G. Sedangkan pada kunci F, letak nada F adalah garis paranada yang berada di antara dua titik kunci F.

Selanjutnya setiap naik 1 (memotong garis, kemudian di antara garis, dst), nada akan bertambah tinggi 1. Urutan nadanya adalah sebagai berikut:

C-D-E-F-G-A-B-C’ (terus berulang)

Di depan setiap not, terkadang ditambahkan simbol ? (flat/mol) dan ? (sharp/kres). ? akan menurunkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Sedangkan ? akan menaikkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Untuk mengembalikan nada yang telah turun/ naik dapat ditambahkan simbol ? (natural).

Jika sebuah nada diturunkan setengah, misalnya A, di sebelah kanan A akan ditambahkan simbol ?. Sehingga namanya berubah dari A menjadi A? yang dibaca As. Sebaliknya jika nada dinaikkan setengah, misalnya C, di sebelah kanan C akan ditambahkan simbol ? menjadi C? yang dibaca Cis.

Not-not bila dirangkai dapat membentuk sebuah lagu. Biasanya untuk menuliskan sebuah lagu, digunakan dua macam cara penulisan not yaitu dengan menggunakan not balok (bulatan-bulatan yang tersusun dalam garis paranada) dan not angka (dengan menggunakan angka).



Tuesday, September 15, 2020

MUSIK SEBAGAI SIMBOL (SIMBOL MUSIK)

    Indonesia merupakan negara kepulauan yanterdiri dari beragam kelompok masyarakat, sehingga berdampak pada keberagaman hasil kebudayaan. salah satu hasil kebudayaan tersebut adalah seni, termasuk musik.

    Musik, seperti halnya cabang seni lain, sangat sarat dengan simbol-simbol tertentu yang berhubungan erat dengan makna tertentu dalam kehidupan masyarakat. Simbol-simbol tersebut tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen tersebut (musikal), termasuk vokal/suara manusia. Secara musikal, simbol-simbol musik dapat tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti tinggi-rendahnya nada, ritme, dinamika, atau tempo. 


Sekarang mari kita bahas masing-masing mengenai elemen musik sebagai simbol musik.
  • Nada atau melodi yang diproduksi oleh instrumen, termasuk suara manusia atau vokal. Misalnya, bagaimana kamu memaknai suara tinggi, nyaring, atau melengking (seperti kicauan burung, sirene ambulan, suara bel sepeda) dan suara rendah (seperti suara instrumen bas)
  • Seimbol musik selanjutnya adalah ritme, ritme adalah ketukan-ketukan yang tersusun dan berulang-ulang. contohnya adalah ketukan pada pola drum.
  • Dinamika musik/ bunyi memiliki arti keras lembutnya suatu lagi, bahwa dalam musik atau bernyanyi terdapat dinamika, tidak monoton dan tidak membosankan, contoh simbol dinamika Crescendo artinya Awal suar lembut semakin lama semakin keras, ada juga decrescendo artinya kebalikan dari crescendo.


  • Selanjutnya tempo, pernahkan kamu mendengarkan musik cepat atau musik lambat?, nah itu adalah tempo. Pengertian tempo itu sendiri adalah cepat lambat nya suatu lagu atau irama.
  • Simbol musik juga dapat dilihat dari aspek nonmusikalnya. Salah satu contoh simbol nonmusikal adalah instrumen musik berdasarkan pada bentuk, bahan pembuat instrumen, warna, atau ornamen-ornamen yang tampak pada instrumen tersebut. Salah satu contoh bentuk simbol ditinjau dari bahan dasar instrumennya adalah instrumen tradisional masyarakat Sunda, seperti suling Sunda, baik suling Sunda lubang enam maupun lubang empat.


Selain suling, instrumen tradisional Sunda yang terbuat dari bambu adalah angklung. Dalam masyarakat Sunda, angklung terdiri dari beberapa jenis. Salah satunya adalah jenis Angklung Sunda/Indonesia, yaitu jenis angklung yang seringkali kita lihat dalam pertunjukan-pertunjukan musik. Dalam proses permainan musik angklung, pemain ada yang memegang satu buah angklung, tetapi dapat pula satu orang pemain dapat memegang banyak nada dalam pemainnya di bawah ini:


    Nah, itulah tadi penjelasan mengenai musik sebagai simbol, artinya dalam musik terdapat simbol-simbol musik yang perlu kita ketahui dan pahami, termasuk unsur-unsur musik yang sudah saya jelaskan pada postingan sebelumnya https://balesenibudaya.blogspot.com/2020/09/pengertian-musik-jenis-musik.html ,agar kita saat bermain musik atau bernyanyi dapat memainkan atau menyanyikannya bisa terdengar indah kita harus mempelajarinya dengan baik.

SIMBOL NOTASI (NOT BALOK)

SIMBOL ISTIRAHAT



   Berikut ini adalah 19 macam tempo dalam musik, disusun berurutan dari nomor 1 sampai nomor 19. 
Tempo nomor 1 adalah tempo yang paling lambat, sedangkan tempo nomor 19 adalah tempo yang paling cepat.
  1. Larghissimo — sangat lambat sekali (kurang dari 20 bpm)
  2. Lento —lambat sekali (40–60 bpm)
  3. Largo — lambat
  4. Larghetto — agak lambat (60–66 bpm)
  5. Grave — sangat lambat sedih
  6. Adagio — sangat lambat penuh perasaan (66–76 bpm)
  7. Adagietto — sedikit lambat (70–80 bpm)
  8. Andante — perlahan-lahan (76–108 bpm)
  9. Andante Moderato — sedikit lebih cepat dibanding andante
  10. Andantino – kurang cepat, tapi lebih cepat dibanding andante moderato
  11. Moderato — sedang (101-110 bpm)
  12. Allegretto — agak cepat
  13. Allegro moderato — cepatnya sedang (112–124 bpm)
  14. Allegro — cepat dan ceria (120–139 bpm)
  15. Vivace — cepat dan girang (140 bpm)
  16. Vivacissimo — lebih cepat dibanding vivace
  17. Allegrissimo — lebih cepat
  18. Presto — cepat sekali (168–200 bpm)
  19. Prestissimo — secepat-cepatnya (lebih dari 200bpm)
Lambang-lambang dinamika, ekspresi, group, barline (garis birama), dan simbol lainnya.

DINAMIK
EKSPRESI
GROUP
BIRAMA
SIMBOL LAINNYA




Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...