Showing posts with label Seni musik. Show all posts
Showing posts with label Seni musik. Show all posts

Sunday, October 12, 2025

Eksplorasi Bentuk, Struktur, dan Genre Musik

Eksplorasi Bentuk, Struktur, dan Genre Musik


A. Pendahuluan

Musik adalah bahasa universal yang dapat dirasakan oleh semua orang tanpa perlu diterjemahkan. Dalam setiap karya musik, terdapat pola dan susunan yang membentuk keindahannya. Pola itu disebut bentuk dan struktur musik.
Selain itu, setiap jenis musik memiliki ciri khas tertentu yang disebut genre musik. Dengan memahami bentuk, struktur, dan genre musik, kita dapat mendengarkan musik dengan lebih dalam, memahami perbedaan antarjenis musik, bahkan menciptakan karya sendiri.



B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian bentuk dan struktur musik.

  2. Mengidentifikasi bagian-bagian dalam struktur lagu.

  3. Menjelaskan konsep bentuk musik biner (A–B) dan terner (A–B–A).

  4. Mengidentifikasi dan membedakan berbagai genre musik (tradisional, klasik, populer, kontemporer).

  5. Menganalisis ciri khas musikal setiap genre.

  6. Menerapkan pemahaman bentuk dan genre musik dalam kreasi sederhana.



C. Konsep Dasar

1. Pengertian Bentuk dan Struktur Musik

Bentuk musik adalah susunan bagian-bagian dalam sebuah lagu yang membentuk satu kesatuan utuh.

Struktur musik menunjukkan bagaimana bagian-bagian tersebut diulang, diubah, atau dikembangkan.

Setiap lagu memiliki bagian utama, misalnya:

Bagian Lagu Penjelasan
Intro (Pembuka) Bagian awal lagu sebagai pengantar, biasanya instrumental
Verse (Bait/Larik) Bagian yang menceritakan isi lagu; lirik berbeda pada setiap verse
Pre-Chorus Bagian sebelum chorus untuk membangun emosi/ketegangan (opsional)
Chorus (Reff/Inti lagu) Bagian paling mudah diingat, biasanya diulang dengan lirik yang sama
Bridge (Jembatan) Bagian yang memberikan variasi, biasanya hanya sekali
Interlude Musik jeda di tengah lagu, bisa instrumental
Coda/Ending Penutup lagu

Contoh struktur umum lagu pop:

Intro – Verse – Pre-Chorus – Chorus – Verse – Chorus – Bridge – Chorus – Ending

2. Jenis Bentuk Musik

Jenis Bentuk Ciri-ciri Contoh
Biner (A–B) Terdiri dari dua bagian berbeda. Biasanya A diulang, kemudian B sebagai bagian penutup. Lagu anak “Naik-naik ke Puncak Gunung”
Terner (A–B–A) Bagian awal (A) muncul kembali setelah bagian B. “Balonku Ada Lima”
Rondo (A–B–A–C–A) Bagian A diulang beberapa kali diselingi bagian lain (B, C, D, dst). “Fur Elise” – Beethoven
Variasi (Theme and Variations) Satu tema utama yang diulang dengan perubahan tertentu. Lagu klasik “Ah, vous dirai-je, Maman” (tema dari Twinkle Twinkle Little Star)

3. Fungsi Struktur dalam Musik

  • Membuat lagu mudah diingat (ada pola pengulangan).
  • Membangun emosi dan dinamika (kontras antara bagian).
  • Menciptakan keseimbangan dan variasi dalam karya musik.


D. Genre Musik

Genre musik adalah pengelompokan karya musik berdasarkan gaya, bentuk, instrumen, dan budaya asalnya.
Berikut beberapa genre utama yang akan dieksplorasi:


1. Musik Tradisional

Musik tradisional lahir dari budaya lokal dan diwariskan secara turun-temurun.

Ciri-ciri:

Menggunakan alat musik khas daerah (gamelan, angklung, sasando, kolintang, dll).
Lirik dan melodi sering mencerminkan nilai sosial atau upacara adat.
Tangga nada disesuaikan dengan budaya daerah (misalnya, pelog, slendro di Jawa).

Contoh:

Gamelan Jawa – lembut, teratur, harmonis.
Angklung Sunda – ritmis, melodis, komunal.
    • Sasando NTT – petikan berdawai dengan suara khas.


2. Musik Klasik Barat

Musik klasik berkembang di Eropa dari abad ke-17 hingga abad ke-19.

Ciri-ciri:

Menggunakan notasi tertulis dan teori musik yang kompleks.
Banyak menggunakan alat musik orkestra (biola, piano, flute, cello).
Struktur sangat jelas (sonata, simfoni, rondo, dsb).
Menonjolkan keseimbangan, harmoni, dan emosi.

Periode Musik Klasik:

Periode Ciri Umum Komposer
Barok (1600–1750) Ornamen rumit, kontras dinamis Bach, Vivaldi
Klasik (1750–1820) Struktur teratur, keseimbangan Mozart, Haydn
Romantik (1820–1900) Emosional, ekspresif Beethoven, Chopin

3. Musik Populer

Musik populer adalah musik yang berkembang dan digemari masyarakat luas.

Ciri-ciri:

Lirik mudah diingat dan temanya dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Struktur umumnya: Intro – Verse – Chorus – Bridge – Chorus – Outro.
Menggunakan teknologi modern (gitar listrik, drum set, synthesizer).

Jenis-jenis musik populer:

Genre Ciri Utama Contoh Artis
Pop Melodi mudah diingat Tulus, Raisa
Rock Enerjik, gitar distorsi Slank, Queen
Dangdut Ritme tabla/gendang, vokal melengking Rhoma Irama
K-Pop Beat cepat, koreografi BTS, Blackpink
Jazz Improvisasi tinggi Glenn Fredly, Louis Armstrong

4. Musik Kontemporer

Musik kontemporer muncul di abad ke-20 dan 21 sebagai ekspresi bebas dan eksperimental.

Ciri-ciri:

  • Tidak terikat pada aturan tonalitas atau bentuk klasik.
  • Menggabungkan bunyi non-tradisional (suara benda, efek digital).
  • Dapat memadukan berbagai genre dan teknologi.
  • Fokus pada eksperimen dan ekspresi pribadi.

Contoh:

  • Komposisi avant-garde yang menggunakan benda sehari-hari sebagai alat musik.
  • Kolaborasi antara musisi elektronik dan tradisional.
  • Proyek musik digital atau sound art installation.

E. Evolusi Musik dan Pengaruh Budaya

Musik selalu berkembang mengikuti zaman dan teknologi.

  1. Era tradisional → musik digunakan dalam ritual dan upacara.
  2. Era klasik → musik menjadi media ekspresi intelektual dan keindahan.
  3. Era modern dan populer → musik menjadi hiburan dan industri.
  4. Era digital → musik menjadi identitas dan media komunikasi global.

Faktor yang memengaruhi evolusi musik:

  1. Teknologi: alat musik elektronik, software rekaman, internet.
  2. Budaya global: pertukaran gaya dan kolaborasi lintas negara.
  3. Sosial & politik: musik sebagai media protes atau solidaritas.

F. Refleksi dan Aplikasi

“Musik bukan sekadar bunyi, tetapi juga cermin budaya, ekspresi jiwa, dan karya intelektual manusia.”

Peserta didik diharapkan:

  • Mendengarkan berbagai genre musik dengan kesadaran dan penghargaan.
  • Menganalisis lagu favoritnya untuk mengenali struktur dan gaya.
  • Bereksperimen menciptakan musik sederhana dengan bentuk dan genre tertentu.

G. Glosarium

Istilah Arti
Struktur Musik Susunan bagian dalam lagu yang membentuk kesatuan.
Genre Musik Jenis musik berdasarkan gaya, instrumen, dan budaya.
Biner / Terner Bentuk musik dua bagian (A–B) / tiga bagian (A–B–A).
Improvisasi Bermain musik secara spontan dan kreatif.
DAW (Digital Audio Workstation) Software untuk membuat dan mengedit musik digital.



Tuesday, April 23, 2024

Komposisi Musik dan Progresi Akor

Contoh Siswa Menciptakan Lagu


Komposisi Musik

Menurut Kusumawati (2004: ii), komposisi merupakan proses kreatif musikal yang melibatkan beberapa persyaratan, yaitu bakat, pengalaman, dan nilai rasa.(sumber: repository.unpas.ac.id)

Komposisi adalah gubahan musik instrumental maupun vokal (Syafiq, 2003: 165).(sumber: repository.unpas.ac.id)

Komposisi musik adalah karya orisinil atau karya musik baru dalam bentuk instrumen atau vokal. Atau sebuah proses dalam menciptakan atau menulis karya musik baru (sumber: tambahpinter.com) komponen komposisi musik terdiri dari:

Intro - Verse 1 - Chorus - Verse 2 - Chorus - Bridge - Final Chorus Repeat - Ending

Intro adalah bagian awal dari sebuah lagu, bisa juga dikatakan sebagai pengantar. Intro juga berfungsi untuk memberikan waktu bagi penyanyi dan pendengar untuk mempersiapkan diri sebelum lagu benarbenar dimainkan. Biasanya intro berupa musik instrumental yang nadanya diambil dari verse atau reff lagu. Namun ada juga bentuk intro yang nadanya berbeda dari nada lagu secara keseluruhan.

Intro terbagi menjadi tiga; intro awal, intro tengah, dan Intro akhir. Intro awal terletak di awal lagu, intro tengah biasanya letaknya setelah reff atau chorus, dan intro akhir yang terletak pada bagian ending lagu.

2. Verse

Verse adalah sebuah bagian dalam lagu, sebagai nyanyian di bagian awal sebelum masuk ke bagian bridge atau chorus. Pada umumnya terletak setelah intro. Sebuah lagu yang baik memiliki verse yang harmonik dan melodik. Tidak 'kalah' bagus dengan melodi yang ada di bagian reff atau chorus.

3.Bridge

Bridge merupakan bagian yang terdapat dalam sebuah lagu yang berfungsi 'jembatan' untuk menghubungkan bagian-bagian lainnya. Seperti menjembatani bagian verse dengan chorus, maupun sebaliknya. Selain itu, bridge juga digunakan untuk menjembatani chorus dengan chorus lainnya yang  Nada bridge biasanya dibuat sangat berbeda dengan nada verse, chorus atau reff, namun tetap selaras.

Ada juga sebagian lagu yang tidak menggunakan bridge, biasanya lagu-lagu yang yang hanya menggunakan bagian reff saja sebagai 'puncak'.

4.Chorus dan Reffrain (Reff)

Pada dasarnya chorus dan reff itu berbeda, kesamaan antara keduanya hanyalah sebagai bagian yang berisi pesan utama/inti dari cerita yang disajikan melalui lirik lagu. Berikut penjelasan lebih detail tentang perbedaan antara keduanya.

Chorus adalah bagian interval dalam sebuah lagu, biasanya pada bagian ini mengandung isi utama dalam sebuah lagu. Chorus memiliki nilai excitement yang lebih tinggi daripada verse. Nada yang terdapat pada chorus biasanya juga lebih meningkat daripada nada di bagian verse, bisa dikatakan di situlah nada klimaks dari keseluruhan nada lagu.

Reff adalah bagian yang setingkat lebih sederhana daripada chorus. Reffrain/reff yang bermakna "pengulangan", jadi bagian ini dinyanyikan secara berulang-ulang.

5. Interlude

Merupakan bagian kosong pada lagu seperti layaknya intro, namun posisinya berada di tengah-tengah lagu. Interlude ini berfungsi sebagai bagian yang menyambungkan verse dengan verse selanjutnya atau menyambungkan bagian bridge dengan bagian chorus.

6.Modulasi

Beberapa sumber ada yang menyebutkan bahwa modulasi adalah "overtone" (peralihan nada yang lebih tinggi dari nada sebelumnya dalam sebuah lagu). Biasanya modulasi terjadi setelah chorus, diiringi dengan bridge agar tidak terdengar janggal. Modulasi juga dianggap bisa menciptakan klimaks yang lebih tinggi dalam sebuah lagu.

Contoh lagu yang mengalami modulasi di bagian chorus/reff adalah; "When I See You Smile" (Bad English), "Sing For Absolution" (Muse), "Tak Bisakah" (Peterpan/NOAH),"You Rise Me Up" (Josh Gobren), "Surat Cinta untuk Starla" (Virgoun)

7.Ending, Coda dan Outro

Ending, coda dan outro, ketiga elemen ini terdapat di akhir lagu. Namun setiap elemen tersebut mempunyai peran dan fungsi yang berbeda-beda. Berikut penjelasan yang lebih detail tentang ketiga elemen tersebut.

Ending adalah bagian penutup dalam sebuah lagu. Ending berfungsi mengakhiri sebuah lagu secara perlahan, mulus dan lancar, sehingga tidak terkesan 'putus' secara tiba-tiba. Ending juga bisa berupa bagian intro yang diulang kembali, bisa juga berupa bagian akhir chorus atau reff yang diulang-ulang, kemudian berakhir fade-out (audio-nya mengecil dengan perlahan dan menghilang). Hal ini sering kita temui di lagu-lagu lawas. Contohnya lagu "Kupu-Kupu Kertas" (Ebiet G. Ade), "Shine" (Mr. Big), "Bintang Kehidupan" (Nike Ardilla).

Coda merupakan bagian akhir dari sebuah lagu yang biasanya berisi nada dan lirik sebagai penutup lagu. Umumnya coda menggunakan beberapa lirik atau nada yang sudah ada sebelumnya pada lagu, dan ending-nya tidak berakhir fade-out. Coda bisa dikatakan juga sebagai "ekor lagu". Contoh lagu yang menggunakan coda adalah; "Yellow" (Coldplay), Rapuh (Opick), "Akhirnya Ku Menemukanmu" (NAFF), "Tunggu Aku" (Andra and The Backbone), "Where Ever You Will Go" (The Calling), "Photograph" (Ed Sheeran).

Sumber (https://steemit.com/indonesia/@rial17

Progresi Chord/ Akor

Progresi akor atau Chord Progression adalah proses perubahan nada secara horizontal dan vertikal. Yang dimaksud dengan horizontal adalah hubungan antar nada yang terjadi ketika perubahan itu berlangsung. Misalnya dari not C ke not D (hubungan horizontal yaitu not C dan D yang dibunyikan secara bergantian). Yang dimaksud dengan perubahan nada secara vertikal adalah hubungan antar nada secara mendatar. Misalnya dalam akor C Mayor terdapat not C-E-G (hubungan vertikal yaitu ketika not C, E dan G dibunyikan secara bersamaan).

Untuk mengetahui bagaimana progresi akor, kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana pembentukkannya.

Pembentukkan akor yang paling lazim adalah bentuk tertian (tertian order). Misalnya dari tangga nada mayor 1-2-3-4-5-6-7, maka yang dimaksud dengan bentuk tertian adalah 1-3-5 atau 2-4-6.

Dalam akor-akor yang terbentuk dari tangga nada mayor tadi terdapat AKOR TINGKAT. Akor tingkat merupakan akor bentuk tertian yang terbentuk berdasarkan tingkatannya.

Berarti jika tangga nada mayor : 1-2-3-4-5-6-7,

Akor tingkat I adalah 1-3-5

Akor tingkat II adalah 2-4-6

Akor tingkat III adalah 3-5-7

Akor tingkat IV adalah 4-6-1

Akor tingkat V adalah 5-7-2

Akor tingkat VI adalah 6-1-3

Akor tingkat VII adalah 7-2-4

Keterangan : Perhatikan angka yang di-bold. Hal ini menunjukkan bahwa akor tingkat tersebut dibentuk sesuai dengan tingkatannya.



Setelah mengetahui akor tingkat tersebut, barulah kita dapat mengetahui progresi akor atau chord progression.

Berbagai progresi akor yang lazim adalah sebagai berikut :

I – IV

V – I

II – V – I

I –VI –II – V

I – III – IV – V

dll

Tuesday, February 21, 2023

NOT BALOK

Hallo sahabat edukasi, nah kali ini kita akan bahas tentang Not, Ada dua macam not, yaitu not balok dan not angka. Not angka, sesuai namanya dilambangkan dengan angka-angka. Sedangkan not balok dilambangkan dengan bulatan-bulatan, baik bertangkai ataupun tidak yang diletakkan di dalam garis-garis paranada.

Struktur Not Balok

Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas, seperti yg saya posting sebelumnya

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.

Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.

Pada awal paranada biasanya kita menempatkan “kunci” yang disebut “clef”. Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.

Clef treble

Clef bass


Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut “grand staff”


Menempatkan Not dalam Paranada.

Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.

c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.


Lambang-Lambang Not Balok.

Not Penuh (1) = nada 4 ketuk. Gambar bulatan kosong.

Not Setengah (1/2) = 2 ketuk.Gambar bulatan kosong dengan tiang.

Not Seperempat (1/4) = 1 ketu. Gambar bulatan dihitamkan dengan tiang.

Not Seperdelapan (1/8) = 1/2 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 1.

Not Seperenambelas (1/16) = 1/4 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2


Tanda Titik.

Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (1/2) = 2 ketuk, dan seterusnya.

4+2=6 ketuk              2+1=3 ketuk       11/2 ketuk   3/4 ketuk


Tanda Diam

Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.

Tanda diam 4 ketuk                2 ketuk        1 ketuk     1/2     1/4


Tempo dan Dinamik.

Cressendo < artinya lagu dinyanyikan menguat / mengeras.

De Cressendo > artinya lagu dinyanyikan melembut.

Vivace artinya gembira, hidup.

Adagio artinya amat sangat lambat.

Prestissimo artinya amat sangat cepat.

Largheno artinya lambat.

Di Marcia artinya seperti orang berbaris.

Maestoso artinya khidmad, agung, dan mulia.

Con brio artinya semangat bergelora.

Allegreto artinya ringan, hidup, dan gembira.

Con bravura artinya gagah.

ff = fortissimo artinya sangat keras.

pp = pianissimo artinya sangat lambat

p = piano artinya lambat/lembut


Clef pada not balok.

Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam membaca not adalah kuncinya (clef). Kunci terletak di paling kiri garis paranada. Ada tiga macam kunci yaitu kunci G, kunci F, dan kunci C.

(dari kiri ke kanan: kunci G, kunci F, kunci C alto, dan kunci C tenor)

Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Pada kunci G, letak nada G adalah garis paranada yang dilewati lengkungan spiral kunci G. Sedangkan pada kunci F, letak nada F adalah garis paranada yang berada di antara dua titik kunci F.

Selanjutnya setiap naik 1 (memotong garis, kemudian di antara garis, dst), nada akan bertambah tinggi 1. Urutan nadanya adalah sebagai berikut:

C-D-E-F-G-A-B-C’ (terus berulang)

Di depan setiap not, terkadang ditambahkan simbol ? (flat/mol) dan ? (sharp/kres). ? akan menurunkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Sedangkan ? akan menaikkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Untuk mengembalikan nada yang telah turun/ naik dapat ditambahkan simbol ? (natural).

Jika sebuah nada diturunkan setengah, misalnya A, di sebelah kanan A akan ditambahkan simbol ?. Sehingga namanya berubah dari A menjadi A? yang dibaca As. Sebaliknya jika nada dinaikkan setengah, misalnya C, di sebelah kanan C akan ditambahkan simbol ? menjadi C? yang dibaca Cis.

Not-not bila dirangkai dapat membentuk sebuah lagu. Biasanya untuk menuliskan sebuah lagu, digunakan dua macam cara penulisan not yaitu dengan menggunakan not balok (bulatan-bulatan yang tersusun dalam garis paranada) dan not angka (dengan menggunakan angka).



Tuesday, March 30, 2021

MENGANALISIS SENI BUDAYA NUSANTARA (Seni Rupa dan Seni Musik)

Menganalisis karya seni rupa nusantara

Berikut disajikan hasil analisis dari karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi

a. Analisis karya seni rupa dua dimensi

menganalisis bisa dengan melihat aspek pengamatan berupa unsur yang menonjol, objek yang tampak, makna simboliknya serta perpaduan warna.

b. Analisis karya seni rupa tiga dimensi

ada tiga analisis karya seni rupa tiga dimesi

1. Analisis seni patung


    Contohnya patung pancoran. Patung tersebut merupakan patung pancoran dijakarta, patung tersebut merupakan salah satu karya patung modern.  Gaya pembuatannya sudah modern. Jika dizaman dahulu karakteristiknya dibuat untuk menghotmati dewa. Dizaman sekarang, seni patung sering diciptakan untuk hiasan, penciptaannya lebih bebas dan bervariasi. Seni patung diciptakan untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya.

2. Analisis seni kriya


    Seni kriya merupakan seni yang dibuat dengan ketrampilan tangan atau kerajinan tangan. Bentuk karyannya bisa sebuah karya dari bahan tanah, batu, kayu, logam ataupun kain. Seni kriya yang diciptakan tujuannya sebagai benda pakai, pada umumnya diciptakan mengutamakan fungsinya. Sedangkan seni kriya yang dibuat berupa benda hias, hiasannya sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan. Seni kriya juga ada yang dibuat berupa benda mainan, biasanya dibuat untuk sebagai alat permainan contohnya seperti kerajinan layang layang, kelereng, dan lain sebagainya.

3. Analisis seni arsitektur

     Seni arsitektur merupakan karya seni yang merancang suatu bentuk dari bangunan. Didalam seni arsitektur estetika tersebut berkaitan dengan segala yang visual seperti volume, massa, elemen garis, permukaan, dan lain sebagainnya. Selain itu juga memakai prinsip harmoni, seperti komposisi. Contohnya gedung bank indonesia yogyakarta. Hasil rancangan arsitek hulswitt dan cuypers, didalam bangunan menampilkan aura kemegahan arsitektural bergaya eropa.


Menganalisis Karya Seni Musik Nusantara

Didalam kegiatan analisis seni musik nusantara diperdalam beberapa faktor yang membentuk suatu karya seni musik. Berikut disajikan bentuk analisis musik nusantara:

Analisis simbol musik

Langkah awal dalam menganalisis musik yaitu melihat simbol musik seperti partitur, tablatur dan simbol lainnya.

  • Partitur merupakan tulisan yang yang digunakan oleh musisi untuk menyampaikan atau menyimpan nada-nada yang digunakan untuk dibaca oleh pemain instrument musik.
  • Tablatur adalah tulisan untuk membantu pemain gitar, bass, drum dll yang bisa menggunakan tabulasi dalam bermain musik.

Analisis Musik Nusantara

Berikut disajikan analisis musik yang ada dinusantara

A. Analisis lagu daerah

Lagu daerah merupakan lagu yang lahir karena budaya   setempat yang bersifat turun temurun dan kedaerahan.Contoh analisis dari makna lagu daerah

  • Manuk dadali Hasil analisis isi lagu ini berisi tentang keperkasaan manuk dadali alias burung garuda.
  • Ampar-ampar pisang Hasil analisis isi lagu ini dibuat serta digunakan untuk menakuti anak-anak yang suka mencuri pisang.
  • Angin mamiri Hasil dari analisis lagu ini maknanya yaitu angin bertiup yang membawa kesejukan dan pesan untuk menyampaikan kerinduan kepada orang yang disayang.

B. Analisis lagu perjuangan

Contoh hasil analisis dari makna lagu perjuangan

  1. Bangun Pemudi-Pemuda Lagu ini bisa membuat kita lebih bersemangat dalam melaksanakan kewajiaban kita, Baik sebagai pelajar,pekerja,kepala rumah tangga dll
  2. Syukur Lagu ini bercerita tentang rasa syukur yang syahdu dari seorang anak bangsa yang merasa sangat beruntung telah dilahirkan di Indonesia. Ia pun bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang sudah dikaruniakan didalam hidupnya.
  3. Bagimu Negeri Lagu bagimu negeri ini mengingatkan kita tentang komitmen anak anak bangsa untuk berjuang sepenuh hati demi kesejahteraan negaranya.Sangat bertema nasionalis dan menyentuh

C. Analisis Lagu Keroncong

Musik kroncong merupakan musik yang didominasi alat musik Ukulele. Karya karya musik kroncong yang terkenal sebagai berikut Mengapa kau menangis lagi, Kharizal khaidir, Rayuan pulau kelapa, Waljinah, Sabda alam, Wiwiek sumbogo

D. Analisis musik Jazz

Dianalisa musik jazz merupakan aliran musik yang penuh dengan improvisasi dan rytme yang sinkop, beat yang mantap , warna musik yang berbeda dan menunjukan musik yang khas. Kekhasan musik jazz dapat dilihat dari berikut

a. Ritme

Ritme dalam musik jazz dijadikan kekuatan yang digunakan untuk membangun suasana.Hal ini dipengaruhi dari alkulturasi musik tribal dan afrika yang kaya akan pola ritmik dan memiliki ritmik yang sangat kompleks.Beberapa ritmik yang perlu diketahui dalam melakukan improvisasi:

  • Time feel: ketukan yang dilakukan tepat dengan birama atau bisa disebut On-Beat/DownBeat
  • A-head : ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan tetapi terjadi percepatan hitungan.
  • Swingfeel: mengetuk birama dengan merasakan triplet
  • Sinkop: ketukan yang dilakukan tepat pada hitungan gantung disebut juga Up-Beat
  • Laying back: ketukan yang dilakukan tidak persis tepat pada hitungan tetapi terjadi penundaan hitungan.
b. Akar jazz,Ragtime,dan Blues

    Awalnya gaya jazz adalah style ragtime,the king of ragtime adalah scott joplin(1868-1917).Gaya blues memengaruhi perkembangan irama rock and roll dan soul.


Sunday, January 17, 2021

Tangga Nada Diatonis (Mayor, Minor, Minor Harmonis, Minor Melodis)


Hallo sahabat edukasi dimanapun anda berada, pada kali ini saya akan berbagi tentang materi tentang Tangga Nada Diatonis, langsung pada materinya ya.

        Salah satu unsur dari lagu adalah tangga nada, apakah tangga nada itu? sudah tahukah kita? Mari kita pelajari.Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Misalnya, do, re, mi, fa, sol, la, si, do.

       Dalam seni musik tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis, yang masing-masing memiliki pengertian yaitu:

1.Tangga Nada Diatonis

       Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga nada, yaitu satu dan setengah. Nada-nada pada piano dan organ termasuk sistem diatonis. Tangga nada diatonis ada beberapa macam sebagai berikut.

a) Tangga Nada Diatonis Mayor

    Tangga nada mayor adalah tangga nada diatonis yang susunan nada-nadanya berjarak 1–1–1/2–1–1–1–1/2. (seni musik wahyu  Purnomo)

Contoh:

b) Tangga Nada Minor

    Tangga nada minor adalah tangga nada diatonis yang susunan nadanadanya berjarak 1–1/2–1–1–1/2–1–1. Tangga nada minor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

(1) Tangga Nada Minor Asli

    Tangga nada minor asli hanya memiliki nada-nada pokok dan belum mendapat nada sisipan. Musik Gregorian merupakan bentuk khas yang menggunakan tangga nada ini. Berikut ini, tangga nada minor asli.

(2) Tangga Nada Minor Harmonis

     Tangga nada minor harmonis adalah tangga nada minor yang nada ke tujuhnya dinaikkan setengah laras. Dalam tangga nada ini, deretan naik dan turun tetap sama. Berikut ini, tangga nada minor harmonis.

(3) Tangga Nada Minor Melodis

     Tangga nada minor melodis adalah tanga nada minor asli yang nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan setengah laras. Pada saat turun, nada ke-6 dan ke-7 tersebut diturunkan ½ laras. Berikut ini, tangga nada minor melodis.


MENERAPKAN APRESIASI SENI BUDAYA NUSANTARA (MUSIK NUSANTARA)

MUSIK NUSANTARA

PENGERTIAN MUSIK NUSANTARA

Musik Nusantara adalah musik yang berkembang di seluruh wilayah kepulauan dan merupakan kebiasaan turun menurun yang masih dijalankan dalam masyarakat. Musik Nusantara tersebar hamper diseluruh pelosok negeri dan masing-masing daerah mempunyai ciri khas yang berbeda.

FUNGSI MUSIK

1. Sebagai media pendidikan

Dalam proses belajar, musik sangat berperan dalam pembentukan berfikir kreatif, sebagai media pendidikan lagu-lagu dan musik nusantara harus dapat menanamkan jiwa dan budi pekerti yang luhur, misalnya : keagungan Tuhan, cinta orang tua, cinta tanah air dan perilaku yang baik lainnya.

2. Sebagai media Hiburan

Dalam media hiburan, musik nusantar menempati ruang yang paling luas. Baik dari musikdaerah sampai musik modern, telah banyak digunakan manusia sebagai sarana rekreatif untuk melepas kecapekan atau kepenatan hidup sehari-hari,.

3. Sebagai media Apresiasi

Musik seni adalah musik yang dinikmati semata-mata karena unsur keindahannya. Musik yang digunakan sebagai media apresiasi di wilayah nusantara sebagian besar masih berkisar pada lagu-lagu seriosa. Dikarenakan masih kurangnya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap musik seni barat.

RAGAM MUSIK NUSANTARA

1. Musik Daerah

  1. Musik daerah biasanya dinyanyikan pada saat upacara adat. Ciri-ciri musik daerah adalah :
  2. Bahasa dan gaya sesuai dengan gaya daerah setempat.
  3. Mengandung unsur kerakyatan dan kebersamaan
  4. Bentuk dan pola serta susunan melodi masih sederhana dan mudah dikuasai oleh masyarakat daerah setempat.

Contoh lagu daerah :  Cublak-cublak suweng, Gubdul-gundul Pacul, Bubuy Bulan, Kicir-kicir, Buka Pintu, Goro-gorone, O Ni Keke, Si Patokaan, Butet.dan lain-lain.

2. Musik Perjuangan

Pada era ini musik Indonesia lebih banyak mengambil tema perjuangan, keberanian, semangat dan kebangsaan. Tema-tema heroik macam ini tentu saja berkaitan dengan kondisi Indonesia saat itu yang sedang melakukan perjuangan melawan Belanda dan Jepang. Anda pasti masih hapal dengan lagu ; Maju tak gentar, Bandung lautan api, dll. Lagu-lagu pada era ini kebanyakan telah dijadikan sebagai lagu Nasional

Ciri-ciri musik perjuangan adalah :

  1. Pada umumnya diciptakan pada masa perjuangan.
  2. Isi syair lagu berisikan tentang semangat juang dalam membela kemerdekaan
  3. Biasanya menggunakan irama yang penuh semangat, dan tidak jarang pada akhir lagu ditutup dengan semarak (masqulin ending)

Contoh musik perjuangan : Halo-halo Bandung, Maju Tak Gentar, Hari Merdeka, Bagimu Negeri, Bandung Lautan Api dan lain-lain.

3. Musik Anak-anak

Ciri ciri musik anak-anak adalah :

  1. Memiliki bentuk yang sederhana
  2. Tema lagu disesuaikan dengan jiwa anak yang masih polos
  3. Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak
  4. Lompatan nada tidak terlalu jauh
  5. Isi lagu bersifat mendidik kearah positif, misalnya: cinta orang tua, mengagungkan nama Tuhan, cinta tanah air, lingkungan dan sebagainya.

Contoh musik anak-anak: Balonku Ada Lima, Pok Ame-Ame, Kasih Ibu, Pelangi, dan lain-lain.

4. Musik Populer

Populer dari kata Pop ( Popular), di gemari, disenangi masyarakat, musik pop berarti musik yang lagi digemari dimasyarakat dalam kurun waktu tertentu. Jenis musik ini tidak tahan lama, mudah hilang dan berganti lagi dengan lagu lagu lain yang baru.

Proses penciptaannya pun biasanya jarang menggunakan bentuk komposisi ( tertulis ), bentuk lagu , lirik , progresi chord, aransemen biasanya juga sederhana, mudah diingat dan sifatnya menghibur.

Jenis musik popular banyak sekali misalnya : pop, rock, dangdut, campur sari, keroncong, reggae, rap dll.

Ciri-ciri musik pop adalah :

  1. Mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrument
  2. Mudah diterima masyarakat
  3. Bentuk lagu bebas.
  4. Disenangi masyarakat pada kurun waktu terntu

Contoh musik pop : Tak Ingin Sendiri, Berita Kepada Kawan, Arjuna mencari Cinta dan sebagainya.

5. Musik Seriosa

Cirri-ciri musik seriosa :

  1. Banyak menggunakan nada-nada sisipan
  2. Banyak menggunakan perubahan tempo dan dinamik
  3. Dinyanyikan dengan serius dan perasaan yang mendalam
  4. Terkadang ada pergantian nada dasar (modulasi)

6. Musik Stambul

Ciri-ciri musik stambul adalah :

  1. Birama 4/4
  2. Terdiri dari 16 bar
  3. Merupakan variasi dari keroncong
  4. Muncul pada sekitar permulaan abad ke 20

Contoh misk stambul : Stb Baju Biru, Stb. Merana

7. Musik Keroncong

Ciri-ciri musik keroncong adalah :

  1. Birama 4/4
  2. Menggunakan alat musik ukulele
  3. Terdiri dari 28 bar
  4. Muncul pada abad ke 16

8.  Musik Dangdut

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi). Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.Penyebutan nama “dangdut” merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.


D. MENGENAL TOKOH-TOKOH MUSIK INDONESIA BESERTA HASIL KARYANYA

1. Komponis lagu-lagu perjuangan

  1. WR. Supratman              :    Indonesia Raya, Ibu Kartini, Di Timur Matahari,
  2. Cornel Simanjuntak       :    Indonesia Tetap Merdeka, Maju Tak Gentar, Tanah Tumpah Darahku
  3. H. Mutahar                 :    Hari Merdeka, Syukur, Hymne Pramuka
  4. Ismail Marzuki            :    Indonesia Pusaka, Sepasang Mata Bola
  5. Liberty Manik             :    Satu Nusa Satu Bangsa, Desaku yang Kucinta,
  6. Ibu Sud                       :    Hymne Kemerdekaan, Berkibarlah Benderaku
  7. Daljono                       :    Bendera Kita, Bambu Runcing
  8. T. Prawit                     :    Mengheningkan Cipta, Bersatulah
  9. Kusbini                       :    Bagimu Negeri, Merdeka
  10. A. Simanjuntak           :    Bangun Pemudi Pemuda, Indonesia Bersatulah

2. Komponis lagu-lagu Keroncong

  1. Gesang                        :    Lgm. Bengawan Solo, Lgm. Ali-Ali
  2. Mardjo Kahar              :    Kr. Meratap hati, Stb. Merana
  3. Budiman BJ                :    Kr. Jayalah Indonesia, Lgm. Tanah Kerinduan
  4. S. Padimin                  :    Kr. Sekuntum Bunga, Kr. Pujaan Tanah Air
  5. Maladi                        :    Lgm. Tidurlah Intan, Lgm. Di Bawah Bulan Purnama
  6. Ismail Marzuki            :    Lgm. Sampul Surat, Lgm. Bandung Selatan

3. Komponis lagu-lagu Populer

  1. Riyanto                       :    Kemuning, Mimpi Sedih, Angin Malam, Mawar Berduri
  2. Koes Plus                    :    Kisah Sedih Di Hari Minggu, Cinta, Andaikan Kau Datang
  3. Ebiet G. Ade              :    Berita Kepada Kawan, Lagu untuk Sebuah Nama, Camelia
  4. Iwan Fals                    :    Bento, Galang Rambu Anarki, Mata Indah Bola pingpong
  5. Titiek Puspa                :    Bing, Cinta, Satu Dia, Tangis dan Cinta
  6. Is Haryanto                 :    Sepanjang Jalan Kenangan, Hilang Permataku
  7.  Melly Goeslow           :    Bunda, Jika, Ada Apa Dengan Cinta
  8. Zainal Arifin               :    Teluk Bayur, Sebiduk Sungai Musi

4. Komponis lagu-lagu Klasik dan Seriosa

  1. Syaiful Bahri              :    Malam Kenangan, Lagu Untuk Anakku
  2. C. Simanjuntak           :    Citra, Mekar Melati, Taufan
  3. Iskandar                      :    Dahag, Kasih di Ambang Pintu
  4. Ismail Marzuki            :    Wanita, Fajar Harapan, Bintang Sejuta
  5. Sancaya HR                :    Rindangnya Cinta, Kembang dan Kumbang

 


Tugas :

  1. Sekarang kita masuk musik era 2000-an, diskusikan dengan teman-temanmu perkembangan musik pada era ini ! Kategorikan dengan baik jenis musik yang muncul, group Band, penyanyi solo, kelompok atau yang lainnya.
  2. Bagaimanakah menurut kalian perubahan – perubahan musik pada jaman ini setelah mencermati musik – musik era tahun sebelumnya ?
  3. Juga perkembangan teknologi semakin pesat, ini juga mempengaruhi pada musik jaman ini, pengaruh seperti apakah yang dapat kita cermati sehubungan dengan perkembangan teknologi ini.


 


 



Thursday, January 7, 2021

Tangga Nada Pentatonis

Hallo sahabat edukasi, pada materi sebelumnya saya sudah membahas tentang jenis tangga nada secara lengkap, pada artikel kali ini saya ekan lebih spesifik menjelaskan tentang tangga nada pada pentatonis, berikut ulasan materinya.




Pengertian Tangga Nada

Tangga nada adalah sebuah rangkaian nada yang disusun dengan jarak tertentu. Bila diibaratkan sebuah tangga pada kehidupan nyata maka tangga nada memiliki fungsi yang serupa dengan tangga pada kehidupan sehari-hari. Bila kita perhatikan sebuah tangga memiliki fungsi untuk naik atau turun. Begitu juga nada. Ada saatnya nada itu naik atau makin tinggi, ada saatnya juga ketika nada itu turun atau semakin rendah. 

Jarak itu biasa disebut dengan interval nada, yang menjadi jeda antara satu nada dengan lainnya. Interval ini ibarat jarak antar anak tangga pada kehidupan sehari-hari. Ada tangga yang jarak antar anak tangganya dekat, ada pula yang jaraknya jauh. Secara umum tangga nada dibagi jadi tiga jenis, yaitu pentatonis, diatonis dan kromatis. Kamu bisa baca lebih lanjut tentang tiga jenis tangga nada itu di bawah ini.

Tangga Nada Pentatonis

tangga nada pentatonis

Sumber foto : google.com

Penta artinya lima, dipakai untuk istilah jenis tangga nada ini karena disini yang dipakai hanya 5 nada pokok. Jenis ini dibagi menjadi dua yaitu tangga nada dan tangga nada slendro. Jenis ini kebanyakan dipakai untuk genre musik rock n’ roll, beberapa aliran variasi lagu pop dan blues, lagu anak-anak, serta lagu tradisional. Tangga nada ini juga sering kita temui dalam musik tradisional Jawa seperti musik gamelan.

Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang mempunyai arti dari dua kata berbeda, yakni penta (lima) serta tone (nada) atau juga dapat disebut hanya mempunyai 5 nada pokok.

Dari tangga nada diatonik mayor atau c-d-e-f-g-a-b- c’ dimana jumlahnya 7 nada, bisa didapatkan tangga nada pentatonik dengan cara mengurangi 2 nada, dalam hal tersebut ada dua macam tangga nada pentatonik, yaitu:

  • c-d-e-g-a-c’ (tidak ada f dan b)
  • c- e-f-g-b-c’ (tidak ada d dan a)

Tangga nada pentatonik pada umumnya dipakai di dalam musik tradisional China serta Jepang. Nada pentatonis juga populer pada kalangan musik rock n’ roll, blues, serta variasi lagu – lagu pop. 

Di negara Indonesia sendiri ada pada musik gamelan (Musik Jawa). Terutama di dalam Gamelan Jawa, dua macam tangga nada pentatonik itu disebut sebagai titi laras slendro serta titi laras pelog.

Titi Laras Slendro

slendro

Pentatonis slendro adalah nada memiliki susunan nada 1-2-3-4-5-6.

Titi Laras Pelog

pelog 

Pentatonis Pelog adalah nada yang memiliki susunan nada 1-3-4-5-7.

Pada skala pentatonis yang merupakan skala musik dari lima not per oktaf terdapat penggolongan paling sering digunakan, yakni skala pentatonik “Major serta skala pentatonik “Minor“.

Mempunyai pola interval M2-M2-m3-M2-m3 di skala mayor, serta m3-M2-M2-m3-M2 di skala minor.

Lebih mudahnya dalam memahami perbedaan Slendro dan Pelog adalah Slendro terdiri dari tangga nada pentatonik menggunakan nada 1 2 3 4 5 6 1 (memberikan kesan gembira dan lincah). Sedangkan  pelog terdiri dari tangga nada pentatonik menggunakan nada 1 2 3 4 5 6 7 (memberikan kesan tenang dan luhur). Contoh lagu yang menggunakan tangga nada pentatonis adalah:

  • Es Lilin 
  • Bubuy Bulan
  • Kincir-kincir
  • Jali-jali
  • Lenggang kangkung
  • Suwe ora jamu
  • Cublak-cublak suweng
  • dll.


Apresiasi Seni Budaya



Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris " to apresiatic " artinya menghargai. Apreciton = penghargaan. Jadi apresiasi adalah penikmatan karya seni dengan adanya pengertian yang baik. Aristoteles menyatakan bahwa penikmatan tidak cukup dengan melalui mutu karya semata-mata, namun juga melalui tinjauan tentang seluk beluk karya seni.

Apresiasi setiap orang terhadap karya seni berbeda-beda, tergantung pada daya kemampuan suatu karya seni. Tingkat apresiasi dapat dibedakan sebagai berikut:

a. peminat seni

yaitu orang yang memiliki perhatian terhadap seni.

b. pelaku seni

yaitu orang yang telah dapat melaksanakan kegiatan seni.

c. pencipta seni

yaitu orang yang telah dapat menciptakan suatu karya seni.

d. kritikus seni,

yaitu orang yang telah dapat menilai serta memberikan tanggapan terhadap karya seni.


2. Menentukan Kriteria Karya Seni

Sikap apresiatif terhadap karya seni rupa dapat dilakukan dengan cara memberikan penilaian terhadap karya seni yang dilihat. Sebuah karya seni rupa dikatakan baik apabila memenuhi beberapa kriteria antara lain:


a. Ide atau gagasan

Karya seni rupa yang baik harus original maksudnya menampilkan suatu gagasan atau ide baru yang belum pernah ada sebelumnya. Gagasan itu biasa dalam bentuk wujud atau aspek lainnya, sehingga tidak bersifat peniruan.

b. Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mengolah apa yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru dan memiliki nilai seni yang lebih tinggi.

c. Gaya perseorangan

Karya seseorang berbeda dengan karya orang lain. Karena setiap orang memiliki perbedaan interpretasi, pengalaman batin, visi, dan filosofi yang berbeda. Hal ini akan memunculkan gaya perseorangan dalam berkarya.

d. Teknik dan representasi

Teknik representasi disini dimaksudkan bagaimana seseorang mampu memilih dan mengolah bahan secara tepat sehingga tercipta suatu karya yang benar-benar bagus secara keseluruhan.


Prinsip mengapresiasi yaitu sebagai berikut:

a. Mengerti prinsip komposisi

meliputi irama, proposal, keseimbangan, kesatuan, dan pusat perhatian.

b. Mengerti prinsip seni rupa

meliputi titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan lain-lain.

Proses mengapresiasi, yaitu melihat karya kemudian merasakan, berempati, kemudian muncul pendapat pribadi untuk menyebutkan kelebihan, kekurangan, kemudian menilai. Sebuah apresiasi dapat di pandang berdasarkan pandangan subjektif dan pandangan objektif.

Pandangan subjektif yaitu pandangan yang dipengaruhi oleh perasaan yang sifatnya pribadi dan khusus. Sedangkan pandangan objektif yaitu pandangan yang mempunyai landasan/dasar pemikir yang jelas.

a. Dasar Apresiasi

Norma subjektif, Norma objektif.

b. Unsur-unsur apresiasi

Nilai keindahan, Nilai kebenaran, Nilai kebaikan.

c. Tahap-tahap apresiasi

Proses Analis, Proses Menemukan Data, Proses Menyimpulkan, Proses Menanggapi.


3. Mengapresiasi Karya Seni Rupa Murni

Adapun tahapan dalam mengapresiasi karya seni rupa murni seperti seni lukis, seni patung, dan seni grafis adalah sebagai berikut.

a. Tahap Awal

Tahap awal merupakan tahap ketika seseorang pengamat melihat sebuah karya, baik karya yang dipamerkan maupun melihat karya tertentu secara sekilas. Tahap ini disebut juga dengan tahap perkenalan.

b. Tahap Penghayatan

Dalam tahap penghayatan, seorang apresiator akan berfikir sejenak atau lama bergantung pada pengetahuan yang dimilikinya. Proses penghayatan ini merupakan tahap yang penting dan utama dalam mengapresiasi karya.

c. Tahap Penilaian

Tahapan penilaian merupakan pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu tentang bernilai atau berharganya suatu karya seni. Tahapan ini juga dapat dikatakan sebagai tahapan penghargaan dengan menentukan apakah karya yang sedang diapresiasi baik atau indah.

Dalam mengapresiasi sebuah karya seni rupa kamu dapat memahami,menghayati, menilai, dan memberikan keputusan terhadap sebuah karya seni secara bebas. Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Mendeskripsikan (pemaparan) sebuah karya dengan cara menemukan dan mencatat sesuatu yang dilihat apa adanya namun tidak mengambil kesimpulan apapun.
  2. Uraian kebentukan (formal), yaitu tahapan menelusuri sebuah karya berdasarkan strukturnya, baik itu warna, garis, bentuk maupun teksturnya.
  3. Penafsiran makna yang meliputi tema yang digarap dan masalah-masalah yang dikemukakan.
  4. Penilaian, yaitu tahapan untuk menentukan derajat suatu karya seni.

Demikianlah artikel saya kali ini tentang Apresias Karya Seni Rupa Murni Nusantara. Semoga bermanfaat !

Tuesday, November 17, 2020

KOLABORASI MUSIK

Kolaborasi permainan musik dapat menggabungkan dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala. Namun, kolaborasi musik dapat dilakukan pula dengan cabang seni lainnya, misalnya seni rupa. John Paynter (1972) pernah mengemukakan tentang kemungkinan melibatkan aktivitas lain dalam pembelajaran musik. Hal ini menyebabkan pembelajaran musik dapat dilakukan melalui aktivitas yang beragam yang dilakukan sesuai dengan potensi dan pengetahuan yang kalian miliki.

Berdasarkan pemikiran Paynter itu, coba kita kolaborasikan gerak tubuh, properti, dan ekspresi dalam permainan musik. Karya seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan dalam kolaborasi seni itu? Perhatikan gambar berikut:


Keempat gambar tersebut dapat saja digunakan dalam permainan musik. Namun, kegunaannya tentu saja berbeda. Dari beberapa karya seni rupa tersebut ada yang dapat digunakan untuk memainkan musik, tetapi beberapa karya lainnya hanya dapat digunakan sebagai hiasan atau properti.

Properti yang digunakan dalam permainan musik tersebut tentu saja harus disesuaikan dengan tema yang ada. Dalam acara Lomba Bermain Sambil Bernyanyi IGTKI – PGRI 2013 yang bertema “Permainan Tradisional Anak Indonesia”, misalnya, terdapat beberapa kelompok peserta yang menggunakan media topeng yang disesuaikan dengan tema cerita yang dimainkan secara teatrikal. Perhatikan gambar beberapa peserta yang menggunakan properti berupa topeng wajah manusia atau binatang dalam permainan musik secara teatrikal tersebut. 


Berdasarkan bentuk topeng yang digunakan oleh dua kelompok peserta dalam kedua gambar itu, kita dapat melihat upaya para peserta untuk menggunakan gerakan dan properti secara teatrikal.
Sebagai hasil karya seni rupa, properti atau hiasan yang digunakan dalam permainan musik atau pertunjukan seni tidak hanya terdiri dari instrumen perkusif yang dihias atau topeng, tetapi juga properti lainnya, seperti kerajinan tangan, asesoris, dan kostum.
Seperti halnya gerakan tubuh, properti yang digunakan para pemain yang terlibat dalam suatu pertunjukan atau permainan musik dapat dipandang sebagai simbol yang memperlihatkan nilai-nilai estetik dalam suatu masyarakat. Perhatikan properti-properti yang digunakan tiga peserta yang mengikuti lomba yang bertema Permainan Tradisional Anak Indonesia pada beberapa gambar di bawah ini:
Masing-masing gambar di sebelah kiri memperlihatkan penampilan peserta di atas panggung, sedangkan masing-masing gambar di sebelah kanan memperlihatkan properti yang digunakan. Properti tersebut memiliki nilai-nilai estetik di kalangan masyarakat dari mana peserta tersebut berasal.

Wednesday, October 14, 2020

JENIS TANGGA NADA

 Jenis Tangga Nada


Hallo sahabat edukasi dimanapun anda berada, iya kembali lagi di blog saya yang berbagi tentang materi pelajaran yang pada sat ini saya akan berbagi materi tentang pelajaran Seni Budaya pada materi Seni Musik (Jenis Tangga Nada).

Ketika belajar tentang musik kita akan sering mendengar istilah tangga nada. Dalam mempelajari musik dan tangga nada maka kita pasti akan sering mendengar istilah seperti mayor, minor, kromatis dan banyak lagi yang lainnya karena terdapat beberapa jenis tangga nada yang dipakai dalam menciptakan musik. Bila kita sedang belajar musik dan ingin mengetahui lebih dalam maka sangat penting bagi kita untuk mengenal lebih jauh mengenai jenis tangga nada.

Pengertian Tangga Nada

Tangga nada adalah sebuah rangkaian nada yang disusun dengan jarak tertentu. Bila diibaratkan sebuah tangga pada kehidupan nyata maka tangga nada memiliki fungsi yang serupa dengan tangga pada kehidupan sehari-hari. Bila kita perhatikan sebuah tangga memiliki fungsi untuk naik atau turun. Begitu juga nada. Ada saatnya nada itu naik atau makin tinggi, ada saatnya juga ketika nada itu turun atau semakin rendah. 

Jarak itu biasa disebut dengan interval nada, yang menjadi jeda antara satu nada dengan lainnya. Interval ini ibarat jarak antar anak tangga pada kehidupan sehari-hari. Ada tangga yang jarak antar anak tangganya dekat, ada pula yang jaraknya jauh. Secara umum tangga nada dibagi jadi tiga jenis, yaitu pentatonis, diatonis dan kromatis. Kamu bisa baca lebih lanjut tentang tiga jenis tangga nada itu di bawah ini.

 Tangga Nada Pentatonis

tangga nada pentatonis

Sumber foto : google.com

Penta artinya lima, dipakai untuk istilah jenis tangga nada ini karena disini yang dipakai hanya 5 nada pokok. Jenis ini dibagi menjadi dua yaitu tangga nada dan tangga nada slendro. Jenis ini kebanyakan dipakai untuk genre musik rock n’ roll, beberapa aliran variasi lagu pop dan blues, lagu anak-anak, serta lagu tradisional. Tangga nada ini juga sering kita temui dalam musik tradisional Jawa seperti musik gamelan.

Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang mempunyai arti dari dua kata berbeda, yakni penta (lima) serta tone (nada) atau juga dapat disebut hanya mempunyai 5 nada pokok.

Dari tangga nada diatonik mayor atau c-d-e-f-g-a-b- c’ dimana jumlahnya 7 nada, bisa didapatkan tangga nada pentatonik dengan cara mengurangi 2 nada, dalam hal tersebut ada dua macam tangga nada pentatonik, yaitu:

  • c-d-e-g-a-c’ (tidak ada f dan b)
  • c- e-f-g-b-c’ (tidak ada d dan a)

Tangga nada pentatonik pada umumnya dipakai di dalam musik tradisional China serta Jepang. Nada pentatonis juga populer pada kalangan musik rock n’ roll, blues, serta variasi lagu – lagu pop. 

Di negara Indonesia sendiri ada pada musik gamelan (Musik Jawa). Terutama di dalam Gamelan Jawa, dua macam tangga nada pentatonik itu disebut sebagai titi laras slendro serta titi laras pelog.


Titi Laras Slendro

slendro

Pentatonis slendro adalah nada memiliki susunan nada 1-2-3-4-5-6.


Titi Laras Pelog

pelog 

Pentatonis Pelog adalah nada yang memiliki susunan nada 1-3-4-5-7.


Pada skala pentatonis yang merupakan skala musik dari lima not per oktaf terdapat penggolongan paling sering digunakan, yakni skala pentatonik “Major serta skala pentatonik “Minor“.

Mempunyai pola interval M2-M2-m3-M2-m3 di skala mayor, serta m3-M2-M2-m3-M2 di skala minor.

Lebih mudahnya dalam memahami perbedaan Slendro dan Pelog adalah Slendro terdiri dari tangga nada pentatonik menggunakan nada 1 2 3 4 5 6 1 (memberikan kesan gembira dan lincah). Sedangkan  pelog terdiri dari tangga nada pentatonik menggunakan nada 1 2 3 4 5 6 7 (memberikan kesan tenang dan luhur). Contoh lagu yang menggunakan tangga nada pentatonis adalah:

  • Kincir-kincir
  • Jali-jali
  • Lenggang kangkung
  • Suwe ora jamu
  • Cublak-cublak suweng

Tangga Nada Diatonis

Jika pentatonis ada 5 nada, untuk jenis diatonis ada 7 nada dengan 2 macam interval. Tangga nada diatonis ini lebih sering kita dengar atau mainkan di musik kontemporer atau kekinian.

Tangga nada ini sering kita jumpai juga disaat kita belajar sebuah alat musik seperti gitar. Karena dasar bermain gitar seringkali mengunakan tangga nada ini. Tangga nada diatonis ini menggunakan  interval 1 atau pakai interval setengah. Dalam jenis ini pun terbagi lagi jadi 2 tangga nada, yaitu mayor dan minor. Di bawah ini penjelasannya:

Tangga Nada Minor

tangga nada diatonis minor


Sumber foto : google.com

Untuk jenis minor, dibagi lagi jadi tiga jenis yaitu tangga nada minor asli, harmonis dan melodis. Jenis minor asli cuma punya nada pokok, jadi tak ada tanda kromatis. Sedangkan untuk jenis harmonis, setiap nadanya dinaikkan setengah, tapi ketika naik/turun nadanya tetap sama. Kalau jenis melodis, nada yang dinaikkan hanya yang ke-6 dan ke-7 ketika naik, dan turun setengah juga ketika turun. Tangga nada minor ini bila dimainkan akan menimbulkan nuansa dalam, khidmat, sedih atau “gelap”. Contoh lagu dengan tangga nada minor diantara adalah:

Lagu Wajib: Mengheningkan Cipta (Truno Prawit), Tanah Airku (Ibu Soed), Bagimu Negeri (R. Kusbini), Ibu Pertiwi (Ismail Marzuki), Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki), Gugur Bunga

Lagu Anak-anak: Ambilkan Bulan (AT Mahmud), Bintang Kejora (AT Mahmud), Kasih Ibu (SM. Muchtar), Kelinciku (Daljono), Kucingku (Pak Kasur)

Lagu Daerah: Bubuy Bulan (Jabar), Kole-Kole (Maluku), Sing Sing So (Maluku), Sarinande (Maluku), Ole Sioh (Maluku), Bubuy Bulan (Jawa Barat)

Tangga Nada Mayor

tangga nada diatonis mayor

Sumber foto : google.com

Jenis tangga nada ini kebanyakan dipakai untuk lagu-lagu yang suasananya ceria. Sering kita temui dalam lagu-lagu populer saat ini. Susunan nadanya berjarak 1 – 1- ½ – 1 – 1 – 1  – ½. Beda dengan tangga nada minor yang susunan interval nadanya adalah 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1 – 1. Terlihat ya perbedaannya?

Perbedaan kedua tangga nada itu akan terdengar jelas saat dibunyikan dengan alat musik. Ketika mendengar tangga nada mayor nuansanya akan terasa benar-benar ceria, sebaliknya jika mendengar tangga nada minor yang manapun jenisnya maka suasana jadi cenderung sedih atau melow. Tapi tangga nada minor juga bisa dipakai untuk lagu yang ceria dengan menaikkan temponya.

Itulah menariknya sebuah komposisi musik. Aturan baku memang ada tetapi dalam menciptakan sebuah lagu, penggunaan nada tidaklah kaku. Bisa menyesuaikan dengan keinginan pencipta lagu atau pencipta komposisi.  Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor diantaranya adalah:

Lagu Wajib : Bangun Pemudi Pemuda (A. Simanjuntak), Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed), Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo), Hari Merdeka (Husein Mutahar), Gebyar Gebyar (Gombloh), Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, dan Mars Pelajar.

Lagu Anak-anak: Naik Delman (Ibu Sud), Balonku (AT Mahmud), Heli (anjing kecil) (Nomo Kuswoyo), Lihat Kebunku (Ibu Sud), Abang Tukang Bakso (Mamo Agil).

Lagu Daerah: Gundul Pacul (Jawa Tengah),Kampung Nan Jauh DI Mato (Sumbar), Ampar-Ampar Pisang (Kalsel), Manuk Dadali (Jabar),Tokecang (Jabar)

Tangga Nada Kromatis

tangga nada kromatis

 


Sumber foto : google.com

Inilah jenis tangga nada yang terakhir, terdiri dari 12 nada dengan interval setengah nada antar tiap notnya. Sebenarnya tangga nada ini adalah turunan dari tangga nada diatonik mayor. Dimana pada bagian nada yang nilainya 1 di diatonik mayor, dipecah jadi ½ dan ½ pada tangga nada kromatis. Jenis tangga nada ini lumayan banyak dipakai untuk jenis lagu rohani, jazz, blues, pop dan beberapa rock. Contoh lagu dengan tangga nada Kromatis: Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki) dan Bungong Jeumpa (Aceh)

Dari penjelasan di atas kita sudah mempelajari perbedaan jenis tangga nada. Mungkin ada yang masih kesulitan memahami. Tenang saja karena dalam bermusik kita semua berproses. Sedikit tips untuk yang masih kesulitan, baiknya dalam belajar musik kita iringi dengan mempraktekkan teori. Karena dengan mempraktekkan teori semua ilmu atau bahan belajar akan lebih mudah dipahami.

Intinya adalah learning by doing. Mirip seperti saat kita berolahraga, dalam bermusik kita menggunakan muscle memory atau ingatan pada otot dan hearing yang baik. Semua ini bisa dicapai dengan latihan dan praktek secara langsung. Intinya dalam mempelajari musik adalah repetisi sesering mungkin. Sering diulang, sering dipraktekkan maka akan lebih mudah menyerap.

Tidak harus berjam-jam, tetapi cukup dengan cara mengulang sesering mungkin dengan waktu 15-30 menit setiap hari maka proses bermusik kita akan lebih cepat kemajuannya. Dijamin makin sering kita praktek maka akan lebih mudah bagi kita untuk memahami sebuah alat musik.

Tangga Nada Modal

How-to-remember-modes-1

 

Sumber foto : google.com

Tangga nada modal atau bisa juga disebut sebagai skala modal. Sebelum lebih jauh membahas mengenai Tangga nada modal, kamu sebaiknya mengetahui nama dan jenis Tangga nada modal.

Tangga nada modal terdiri dari Ionian, Dorian, Phrygian, Lydian, Mixolydian, Aeolian, dan Locrian. Kamu harus hapal urutannya ya. Jadi yang pertama adalah Ionian, sampai skala terakhir adalah Locrian. Sebagian skala modal berupa mode mayor sebagian lagi berupa mode minor dan masing-masing menghasilkan nuansa musik yang berbeda-beda.

Untuk lebih mudahnya seperti ini: Tangga nada modal adalah penamaan sesuai urutan berdasarkan nada ke berapa skala itu dimulai. Sekarang kamu coba cek tangga nada yang dimulai dari C=Do. Sehingga akan seperti ini bentuk tangga nadanya: C-D-E-F-G-A-B-C. Dapat kamu lihat bahwa nada pertama dari tangga nada C adalah “C”, nada kedua adalah “D”, nada ketiga adalah “E” dan seterusnya.

Sehingga kita akan mendapatkan bahwa nada C adalah Ionian, nada D adalah Dorian, E adalah Phrygian, F adalah Lydian, G adalah Mixolydian, A adalah Aeolian dan B adalah Locrian.

Sekali lagi perhatikan urutannya ya mulai dari Ionian, Dorian, Phrygian, Lydian, Mixolydian, Aeolian, dan Locrian. Dengan begitu kamu akan bisa menalar bila kalian akan memainkan skala modal dari G Mixolydian artinya tangga nada dasar yang sedang kalian mainkan adalah tangga nada C.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat tabel di bawah ini:

Sumber foto : google.com

Di saat kamu memainkan tangga nada C, kamu bisa memainkan Tangga nada berdasarkan tabel ini. Misalnya saat bermain di tangga nada C lalu kamu memainkan melodi dari A (minor), maka skala nada A yang kamu mainkan adalah skala Aeolian. Bila kamu memainkan melodi di nada D, maka kamu memainkan skala D Dorian.

Kita ambil contoh misalnya kita memainkan sebuah lagu dengan nada yang dipakai seperti ini: Dm…| G7…| Cmaj7 . Maka nada Dm menggunakan skala dorian, G7 menggunakan skala myxolidian, dan Cmaj7 menggunakan skala ionian. Biasanya skala ini sering ditemui pada musik jazz.

Penggunaan skala ini sering dipakai oleh musisi jazz ketika akan memainkan sebuah komposisi. Jadi misalnya ketika music director atau pimpinan band mengatakan mainkan dari “G Myxolidian” maka seluruh pemain bermain di skala modal itu tanpa meninggalkan root-nya di tangga nada C

Sekarang coba kita ambil contoh lain ya. Misalnya sekarang kamu memainkan tangga nada yang dimulai dari Do=G maka kamu akan mendapatkan tangga nada seperti ini: G – A – B – C – D – E – F# – G’. Nah dengan rumus yang sama maka bila kamu memainkan melodi menggunakan skala modal yang dimulai dari G maka skala yang dipakai adalah G Ionian, A Dorian, B Phrygian, C Lydian, D Myxolidian, E Aeolian, dan F# Locrian.

Rumusannya masih sama seperti yang tertera pada tabel di atas. Jadi bila kamu memainkan E Aeolian artinya kamu memainkan skala modal E di dalam tangga nada G.

Tangga Nada Penuh

c-whole-tone

 


Sumber: www.jamieholroydguitar.com

Tangga nada Penuh atau bisa juga disebut sebagai skala Penuh. Tangga nada penuh adalah skala nada dimana jarak antar nadanya berjarak satu not penuh. Jadi di dalam Tangga nada penuh ini jarak antar not berjarak 1 seluruhnya tidak ada yang berjarak setengah.

Untuk lebih mudah kamu bisa bandingkan dengan Tangga nada mayor ya. Jarak nada dalam skala mayor memiliki interval nada seperti berikut:  1 , 1 , ½, 1 , 1 , 1, ½. Bila diaplikasikan ke tangga nada C adalah C-D-E-F-G-A-B-C.

Sedangkan pada Tangga nada penuh kamu akan menemukan interval nada berjarak satu not penuh antar not seperti berikut: not asal atau root, 2nd, 3rd, #4, #5, b7. Bila diaplikasikan ke tangga nada Do=C maka bentuknya adalah C, D, E, F#, G#, Bb .

Skala penuh perlu kamu pelajari agar kamu lebih luas pengetahuan tentang not dan akan lebih jauh untuk kamu bereksplorasi nada. Semakin banyak amunisi yang kamu miliki akan semakin baik bukan?

Sekarang coba kamu eksplorasi lebih jauh ya. Misalnya kamu ingin memainkan tangga nada Do=D dan menggunakan Tangga nada penuh maka Tangga nadanya akan seperti ini:  D, E, F#, G#, A# dan C. Prinsipnya masih sama dengan Do=C diatas. Perhatikan jarak antar nadanya adalah satu not penuh.

 

Sumber foto : google.com

Oke sahabat edukasi, Kamu sudah paham sekarang jenis-jenis tangga nada untuk bermusik, termasuk perbedaan-perbedaannya. Ini bisa jadi pengetahuan dasar untuk Kamu belajar lebih banyak lagi tentang musik. Semangat belajar ya!





Featured Post

Seniman dan Karyanya

  Seni rupa Indonesia telah lama menjadi bagian dari dinamika budaya global. Di balik keragaman etnis, tradisi, dan sejarahnya yang kaya, In...