Showing posts with label ALAT RECORDING. Show all posts
Showing posts with label ALAT RECORDING. Show all posts

Thursday, November 12, 2020

PERALATAN PRODUKSI MULTICAM (MULTI CAMERA)

Jika suatu produksi dibagi berdasarkan kamera yang digunakan, maka ada dua jenis, pertama produksi acara televisi menggunakan satu kamera atau singlecam system, kedua jika produksi menggunakan lebih dari satu kamera, multicam system. Terdapat banyak perbedaan di antara ke dua sistem ini, baik dari sisi peralatan yang digunakan maupun dari proses kerjanya. Kalau suatu produksi acara televisi bisa dibuat dengan sistem singlecam, mengapa harus ada multicam ?

Multicamera adalah format shooting dengan menggunakan lebih dari satu kamera, dihubungkan melalui satu sistem yang terintegrasi. Jadi, kalaupun menggunakan lebih dari satu kamera ketika tidak terintegrasi satu sama lain maka format tersebut belum bisa dikategorikan sebagai multicam system. Sedangnkan dari segi penayangannya bisa disiarkan secara langsung (live) atau tayang tunda (live on tape). Jenis acara televisi yang menggunakan multicamera di antaranya : talkshow, sitkom, game show, music show, quiz, magazine, variety show.

Tidak seperti pada sistem singlecam, peralatan yang digunakan pada multicam jauh lebih kompleks, banyak peralatan yang dipergunakan. Paling tidak peralatan di bawah ini yang digunakan pada shooting dengan sistim multikamera.

  1. Kamera
  2. CCU/ Camera Control Unit
  3. Vision Mixer/Switcher
  4. Monitor
  5. Video Tape Recoder
  6. Character Generator
  7. Waveform
  8. Talkback
  9. Teleprompter
  10. Audio Mixer
  11. Audio Set/(Clip On, Boom Mic,etc.)

Semua peralatan di atas terbagi atas dua tempat, yakni di studio atau dilapangan serta di Master Control Room/MCR.

Kamera


 

Secara umum ada tiga jenis kamera yang digunakan untuk produksi televisi, yakni kamera ENG atau Electonic News Gathering. Kamera ENG sesuai namanya biasanya digunakan untuk liputan di lapangan atau outdoor. Yang ke dua adalah jenis kamera EFP atau Electronic Field Production, yaitu jenis kamera yang dipeuntukan produksi baik untuk keperluan indoor maupun outdoor. Dan yang ke tiga adalah kamera studio, yakni jenis kamera yang memang di desain untuk keperluan studio yang biasanya digunakan dengan lokasi indoor.



Lalu kamera mana yang digunakan dalam multicam system? Sebenarnya hampir semua jenis kamera bisa digunakan dalam produksi dengan sitem multikamera. Namun, yang paling umum digunakan tentu saja adalah kamera studio atau paling tidak kamera EFP. Karena ke dua jenis kamera di atas terutama kamera studio memiliki fasilitas lengkap yang bisa diintegrasikan satu sama lain.

CCU/Camera Control Unit




Ini merupakan satu alat yang bisa mengontrol beberapa fungsi yang ada di kamera. Yang bisa dikontrol atau digantikan fungsinya melalui alat ini diantaranya adalah pengaturan pencahayaan (brightness contrast) , temperatur warna (color temperature), kecepatan (shutter speed), white balance, serta warna hue (red, green, blue). Jumlah CCU yang digunakan sama persis dengan jumlah kamera yang digunakan karena masing-masing kamera dikontrol oleh satu CCU.

Vision Mixer

Satu alat untuk mengatur pemilihan gambar lengkap dengan berbagai jenis transisi. Banyak jenis vision mixer, dari yang paling sederhana yang hanya memiliki tiga source input dengan satu source ouput sampai yang paling lengkap dengan source input dan output puluhan. Alat ini berbentuk keyboard dengan banyak tombol dengan masing-masing fungsi.

Monitor

Berfungsi untuk melihat tampilan visual yang dihasilkan dari kamera. Banyaknya monitor yang digunakan tentu saja tergantung dari berapa kamera yang digunakan. Ada monitor dari berbagai source kamera, monitor preview, serta monitor hasil akhir.

VTR/Video Tape Recorder

VTR/Video Tape Recorder atau biasa juga disebut VCR/Video Cassette Recorder digunakan untuk merekam hasil shooting. Ada dua jenis VTR yang digunakan yakni VTR yang digunakan untuk merekam dan VTR yang digunakan untuk menayangkan source video/play back yang sebelumnya sudah dibuat, biasa juga dikenal dengan sebutan VT.

Character Generator


Biasa juga disebut dengan CG atau Chargen , ini adalah untuk membuat serta menampilkan title,sub title. Serta graphic yang dibutuhkan dalam tayangan produksi acara televisi. Ada yang berbentuk keyboard yang dihugungkan langsung ke vision mixer, ada juga beerbentuk satu unit komputer yang berdiri sendiri yang bisa dihubungkan ke vision mixer.

Waveform


Alat ini digunakan untuk mengukur kualitas video yang dihasilkan oleh masing-masing kamera serta dari VT. Juga bisa digunakan untuk mengukur audio. Waveform menampilkan graphic yang menjadi parameter atau acuan yang bisa digunakan apakan kualitas video dan audio sudah sesuai harapan atau belum.

Talkback


Untuk sarana komunikasi antar kru yang terlibat dalam sebuah produksi televisi dengan multikamera diperlukan alat komunikasi. Alat vital ini dinamakan talkback. Tidak seperti pada kamera ENG, dalam kamera EFP dan kamera studio, talkback bisa diintegrasikan langsung di kamera tersebut. Talkback terdiri atas microphone serta headset.

Teleprompter

Tidak semua produksi multikamera memerlukan alat ini, sangat tergantung dari jenis acara yang diproduksi. Ini merupakan alat bantu bagi anchor atau pembawa acara untuk menyampaikan informasi tertentu. Satu set alat ini terdiri dari monitor yang diintegrasikan pada kamera serta satu unit komputer di MCR.

Audio Mixer 

Pengaturan suara dilakukan menggunakan audio mixer, yang tidak hanya mengatur volume tinggi rendahnya suara yang dihasilkan tapi meliputi berbagai kepentingan audio secara keseluruhan.

Bagaimana Peralatan Ini Terintegrasi ?

Seperti dijelaskan di atas bahwa salah satu syarat sebuah produksi yang menggunakan system multicamera, ketika masing-masing alat tersebut terintegrasi satu sama lain. Secara skematik sederhana adalah sebagai berikut : 

Kamera terhubung dengan CCU, dari CCU masuk source input ke Vision Mixer, dari Vision Mixer dikeluarkan melalui VTR.




Thursday, October 22, 2020

Pengenalan Microphone dalam Dunia Broadcasting

 

Dalam dunia pertelevisian, selain kualitas visual, kualitas audio juga memiliki peranan yang cukup signifikan dalam menentukan kualitas tayangan secara keseluruhan. Sebagus apapun kualitas visual, baik dari segi lighting, kamera maupun set panggung yang dihasilkan, semua itu tidak akan bisa dinikmati secara keseluruhan jika kualitas audionya tidak bagus. Sebagaimana sistem yang lainnya, sistem audio memiliki tiga bagian penting yaitu berupa masukan (input), proses dan keluaran (output). Bagian dari masukan (input) biasanya adalah beberapa tipe microphone, CD player, DVD player, VTR player, sequenser, komputer/laptop, instant replay, digicart dan lain sebagainya. Proses biasanya terdiri dari mixer (dalam proses produksi), mesin editing (dalam proses post production), audio processor dan lain sebagainya. Keluaran (output) biasanya terdiri dari speaker, headphone, earphone, VTR, CD/DVD recorder, DAT recorder dan lain sebagainya.

Untuk menghasilkan kualitas audio yang bagus, maka kita harus mempersiapkan peralatan dimulai dari inputnya. Seperti istilah yang biasa didengar di dunia audio bahwasannya kualitas input audio yang bagus akan menghasilkan output audio yang bagus dan begitu pula sebaliknya kualitas input audio yang jelek akan menghasilkan kualitas output audio yang jelek juga, sebagus apapun proses mixing maupun alat yang digunakan mengingat semua alat memiliki keterbatasan dalam melakukan adjustment kualitas audio. Untuk mendapatkan kualitas audio yang bagus, audio engineer diharuskan menjaga level audio input agar jangan terlalu rendah karena akan menimbulkan noise ketika level audionya diperkeras/dinaikkan begitu pula sebaliknya level audio input juga dijaga agar jangan sampai terlalu tinggi (jauh melewati 0 dB sehingga memasuki daerah berwarna merah di audio monitoring) karena akan menimbulkan distorsi.

Microphone

Secara terminology, microphone adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah energi-energi akustik (gelombang suara) menjadi sinyal listrik. Istilah microphone berasal dari bahasa Yunani “mikrofon”, micros yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi.

Dilihat dari segi transducernya, maka microphone terbagi menjadi beberapa jenis

1.    Dynamic mic


Jenis microphone ini mempunyai diafragma yang biasanya terbuat dari bahan plastik mylar yang dililit dengan kabel (biasanya disebut voice coil). Coil inilah yang kemudian digantungkan (diambangkan) dalam medan magnet yang sangat kuat. Bilamana suatu tekanan udara menabrak permukaan diafragma tersebut, maka voice coil tersebut akan bergerak secara proporsional dengan gelombang/amplitude serta frekuensi suara tersebut. Hal ini membuat coil tersebut bergerak memotong medan magnet. Sesuai dengan teori induksi elektromagnet yang menyatakan  “bilamana ada benda metal yang memotong medan magnet, maka aliran listrik akan timbul pada metal tersebut”. Sehingga sebuah aliran listrik yang besar dan arahnya proporsional dengan gelombang suara yang masuk akan ditimbulkan melalui kabel pada voice coil tadi.

Ada hal yang cukup menarik, karena massa diafragma dan voice coil tadi sangat besar dibandingkan dengan energi yang terdapat pada suatu gelombang suara, maka diafragma membutuhkan waktu untuk merespon suara yang masuk. Sebaliknya juga demikian, setelah massa ini bergerak, ia juga membutuhkan waktu untuk dapat berhenti dengan benar. Oleh sebab itu, dynamic mic kurang baik dalam hal merespon gelombang yang memiliki transien yang tajam dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Namun demikian, bukan menunjukkan sesuatu yang buruk, justru hal inilah yang menjadi karakteristik dynamic mic.

2.    Condensor mic

Desain dan prinsip condensor mic sangatlah berbeda dengan dynamic mic. Condensor mic bekerja dengan prinsip dasar electrostatic, dimana sebuah diafragma yang terbuat dari plastic atau mylar yang sangat tipis, yang salah satu sisinya telah dilapisi dengan emas atau nikel, diambangkan dalam jarak seperseribu inch dari sebuah lembaran metal dasar (backplate) lainnya. Kemudian bilamana pada kedua lembaran tersebut dipolarisasi dengan battere atau catu phantom 48v maka kedua permukaan tersebut dapat bekerja dengan menghasilkan perbedaan muatan (capacitance) apabila terkena gelombang suara. Perbedaan muatan inilah yang kemudian dideteksi oleh sirkuit elektronik dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang proporsional dengan gelombang suara tersebut. Oleh karena itu, karena massa diafragma condensor mic sangatlah ringan, maka ia sangat sensitif dan akurat terhadap transien dan respon frekuensi sehingga dapat menghasilkan suara yang sangat bening.

Sebuah varian dari condensor mic adalah electret condensor mic. Mic jenis ini berbeda dengan condensor mic biasa. Electret condensor mic tidak memerlukan adanya catu daya listrik untuk mempolarisasi diafragmanya. Hal ini disebabkan karena pada electret condensor mic permukaan diafragmanya sudah memiliki catu daya statis yang permanen. Walaupun demikian, sebuah electret condensor mic tetap membutuhkan battere atau catu phantom untuk memberi daya pada pre-amp kecilnya.

Dynamic mic vs Condensor mic

Setelah melihat kedua tipe microphone di atas, maka di antara kedua jenis microphone tersebut ada perbedaan yang cukup signifikan, diantaranya :

Teknologi

Dynamic mic dan condensor mic pada dasarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam cara mereka menerima dan memproses suara. Dynamic mic bekerja secara induksi sementara condensor mic bekerja secara konduksi. Dynamic mic tidak membutuhkan sumber daya untuk menjalankan fungsinya sementara condensor mic memerlukan battere atau sumber daya lainnya agar bisa berfungsi. Selain dari battere, sumber daya lainnya umumnya disediakan oleh mixer yang biasa disebut “phantom power”. Condensor mic memiliki respon transien yang cukup cepat, sehingga lebih sensitif dibandingkan dynamic mic.

Biaya

Dynamic mic biasanya lebih murah dibanding condensor mic karena memiliki spesifikasi teknis yang tidak terlalu kompleks.

Penggunaan

Condensor mic sering digunakan di studio rekaman. Biasanya digunakan untuk mengambil suara dari instrument alat musik seperti untuk gitar, dan alat musik orchestra. Dynamic mic juga biasa digunakan untuk mengambil suara dari alat musik, tetapi biasanya yang memiliki respon cukup datar seperti drum.  Dynamic mic sering digunakan karena relatif tahan banting dan murah.


Thursday, October 15, 2020

MENGKLASIFIKASI PELARATAN AUDIO VISUAL (ALAT AUDIO)

PERALATAN AUDIO

Hallo sahabat edukasi,  jumpa kembali di blog saya, semoga bermanfaat, Sahabat Edukasi yang saya banggakan, dunia audio terkhusunya music sudah tidak asing lagi untuk setiap hari kita bias nikmati dimanapun dan kapanpun, tetapi apakah kita terfikirkan bagaimana cara audio tersebut bias terdengar nyaman dan harmonis, itu dikarenakan ada produksi rekaman dengan menggunakan  alat – alat yang menunjang audio atau music tersebut bisa di rekam dengan baik.

Sahabat edukasi sekarang ini pula banyak sekali alat yang dapat digunakan untuk merekam suara baik analog maupun digital.

Berikut ini saya akan menyampaikan beberapa peralatan produksi audio yang dibutuhkan untuk produksi audio. Diantaranya:

Komputer



Komputer merupakan alat utama untuk perekaman sebuah audio, Dalam produksi audio pastilah membutuhkan sebuah komputer. Komputer akan menerima suara atau musik yang kita rekam dan kemudian suara atau musik tersebut melewati tahap mixing dan mastering oleh software perekaman

Microphone

Microphone merupakan barisan yang terdepan dalam sebuah proses rekaman, karena alat ini merupakan tranducer yang dapat merubah gelombang suara diudara menjadi variasu tegangan yang nantinya akan dirubah menjadi data digital oleh sebuah converter.

Berdasarkan sensitivitasnya mic dibagi menjadi 3 yaitu:

  • Omni Directional (Mic Intrument) Mic ini biasa digunakan untuk mengambil suara pada alat musik
  • Bi Directional (Condensor) Mic ini biasa dipergunakan untuk pengambilan suara penyanyi di studio recording
  • Cardiodid (Dinamic) Mic Ini biasa dipergunakan untuk pengambilan suara di panggung.

 

Audio Interface



Audio Interface adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan komputer dengan alat musik ke komputer. Audio Interface dapat berupa kabel konektor, soundcard, amplifier dan lainnya.

Fungsi-fungsi audio interface ini, diantaranya:

  • Synthesizer
  • Midi Interface
  • Pengonversi data analog ke digital
  • Pengorversi data digital ke analog.

Bila tidak ada audio interface anda bisa menggunakan mixer audio, alat ini untuk menggabungkan/ mencampurkan suara dari alat atau instrument yang digunakan.


DAW (Digital Work Station)



DAW adalah sebuah software yang kita gunakan untuk merekam, mengedit, mixing dan mastering beberapa track yang kita rekam untuk menjadi sebuah lagu yang utuh. Contoh DAW yang bisa kita gunakan adalah Fruity Loops, Nuendo, Adobe Audition, Cakewalk, dan masih banyak yang lainnya.

Headphone


Headphone digunakan untuk mendengarkan suara yang berupa nada atau suara ketukan tempo. Headphone biasa dipakai oleh pengisi suara dan pembuat lagunya sendiri

Studio Monitor/ Speaker

Speaker digunakan setelah proses mixing and mastering untuk mendengarkan hasil akhir lagu tersebut. Ukuran speaker bisa tergantung selera, bisa speaker berukuran kecil atau speaker berukuran besar

Kabel XLR

Kabel XLR digunakan untuk menghubungkan microphone ke Audio Interface dan juga untuk studio monitor. Kabel XLR biasanya tersedia ketika kita membeli sebuah microphone namun bisa juga dengan membelinya secara terpisah.

Stand Microphone

Stand bisa membantu kita supaya tidak selalu memegang mikrofon tersebut.

Iya, sahabat edukasi, itulah tadi peralatan audio yang umum sering digunakan oleh seorang audioman, music arranger, musisi, penyunting suara atau dubber pada dunia film animasi.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini. semoga bermanfaat.

 


Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...