Sebagai seorang yang bekerja atau akan bekerja sebagai desainer grafis profesional, harus tahu apa itu Mock-up da apa kegunaannya. Selain nantinya akan menjadi senjata temput untuk presentasi, Mock-up juga berguna untuk menaikkan nilai karya desain grafis yang telah dibuat ketika dipublikasikan pada banyak orang. Ada banyak jenis-jenis mock-up, diantaranya:
T-Shirt Mock-up
Logo Mock-up
Web design Mock-up
Advertising Mock-up
Architecture Moch-up
dan lain-lain.
Apa itu Mock-up
Mock-up dalam bahasa inggris berarti tiruan/ menyerupai. menurut beberapa pengertian, secara singkat, Mock-up adalah media preview dari karya desain yang menampakkan gambaran nyata terhadap hasil dari konsep desain yangtelah diolah.
"Dalam dunia desain, Mock-up adalah sebuah maket atau alat presentasi untuk memperlihatkan ke orang-orang tentang bagaimana penampakan karya desain bila telah sampai ditahap akhir."
Mock-up atau maket?
Dalam pembuatan dan desain , mockup , atau mock-up , adalah skala atau model ukuran penuh dari suatu desain atau perangkat, digunakan untuk pengajaran, demonstrasi, evaluasi desain, promosi, dan tujuan lainnya.
Sementara Maket adalah prototipe jika menyediakan setidaknya sebagian dari fungsionalitas sistem dan memungkinkan pengujian desain. Maket digunakan oleh desainer terutama untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna.
Maket digunakan sebagai alat desain hampir di mana pun produk baru dirancang.
Maket digunakan dalam industri perangkat otomotif sebagai bagian dari proses pengembangan produk, di mana dimensi, kesan keseluruhan, dan bentuk diuji dalam eksperimen.
Dalam dunia tata artistik untuk mempresentasikan sebuah set harus dibuat desain mock-up untuk memnentukkan detail sebuah set pada ruangan, sebagai contoh gambar dibawah ini.
Media Proyeksi merupakan salah satu media yang
terklasifikasi pada media visual. Media ini memberikan rangsangan-rangsangan
visual yaitu melalui indera penglihatan. Media ini langsung berinteraksi dengan
pesan yang ingin disampaikan. Masksud pesan disini tentu saja materi pelajaran
yang akan disampaikan. Jadi dengan media proyeksi, materi tersebut dapat
terserap dengan baik.
Dengan
menggunakan proyektor, informasi yang akan disampaikan dapat diproyeksikan ke
layar, sehingga informasi berupa: tulisan, gambar, bagan dll akan menjadi lebih
besar dan lebih jelas dilihat oleh siswa. Penggunaan media proyeksi ini lebih
menguntungkan, sebab indera pendengaran dan penglihatan akan sama-sama
diaktifkan melalui sebuah media transparansi yang telah disiapkan. Yang dimaksud
dengan gambar mati (still picture) adalah berupa: gambar, foto, diagram, tabel,
ilustrasi dll, baik berwarna ataupun hitam = putih yang relatif berukuran
kecil, agar gambar tersebut dapat dilihat atau disaksikan dengan jelas oleh
seluruh siswa di dalam kelas dengan jalan diproyeksikan ke suatu layar
1. Media proyeksi diam
Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi
diam diantaranya adalah:
a. Film Bingkai
Film bingkai adalah suatu film positif baik hitam putih
ataupunberwarna yang berukuran 35 mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2
inchi. Untuk melihatnya perlu ditayangkan dengan proyektor slide.
b. Film Rangkai
Film rangkai hampir sama dengan film bingkai, bedanya pada
film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan bingkai dan merupakan rangkaian
berurutan dari sebuah film atau gambar tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film
rangkai adalah sekitar 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih
100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat
mempersatukan berbagai media pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai
sehingga cocok untuk mengajarkan keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat
digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu.
c. OHT
Over Head Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi,
dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran
8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang
dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP).
d. Opaque
Projektor
Projektor yang tak tembus pandang, karena yang diproyeksikan
bukan bahan transparan tetapi bahan-bahan yang tidak tembus pandang (opaque).
Kelebihan media ini sebagai media pembelajaran adalah bahwa bahan cetak pada
buku, majalah, foto, grafis, bagan atau diagram dapat diproyeksikan secara
langsung tanpa dipindahkan ke permukaan transparansi terlebih dahulu.
e. Mikrofis
Mikrofis adalah lembaran film transparan yang terdiri
ataslambang-lambang visual yang diperkecil sedemikian sehingga tidak dapat
dibaca dengan mata telanjang.
2. Media Proyeksi
Gerak dan Audio Visual
Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah:
a. Film gerak
Film gerak merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat
menarik karena mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek
suara, gambar dan gerak, film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan
kebutuhan
b. Film gelang
Film gelang atau film loop adalah jenis media yang terdiri
atas film berukuran 8 mm dan 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambungan
sehingga film ini akan berulang terus menerus jika tidak dimatikan.
c. Program TV
Televisi merupakan media menarik dan modern karena merupakan
bagian dari kebutuhan hidupnya. Televisi dapat menjadi sebuah media
pembelajaran yang menarik dalam menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara
audio visual dengan disertai unsur gerak.
d. Video
Pesan yang disajikan dalam media video dapat berupa fakta
maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif maupun instruksional
3. Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulan :
Dapat digunakan
untuk menyajikan pesan di semua ukuran ruangan kelas.
Menarik, karena
memungkinkan penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang
menarik.
Tatap muka
dengan siswa selalu terjaga dan memungkinkan siswa untuk mencatat hal-hal yang
penting.
Dapat digunakan
berulang-ulang
Membantu
menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan
dapat dipadukan dengan unsur suara.
Merangsang
minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang kongkrit.
Program slide
mudah direvisi sesuai dengan kebutuhan
Memiliki
variasi program yang cukup banyak.
Sifatnya
mobile, karena mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
Baik untuk
mengembangkan imajinasi siswa.
Dapat lebih
memusatkan perhatian siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat
cocok digunakan untuk pengajaran bahasa.
Jangkauannya
sangat luas, sehingga dapat didengar oleh massa yang banyak
Kelemahan
Kadangkala
terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetik.
Pembuatannya
memerlukan banyak waktu dan tenaga.
Memerlukan
operator khusus untuk mengoperasikannya.
Memerlukan
penggelapan ruangan
Jika siarannya
monoton akan lebih cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
Memerlukan
penggelapan ruangan untuk memproyeksikannya.
Pembuatannya
memerlukan waktu yang cukup lama, jika program yang dibuatnya cukup panjang.
Memerlukan
biaya yang boleh dikatakan besar.
Hanya dapat
menyajikan gambar yang diam (geraknya terbatas walaupun dengan menggunakan
lebih dari sebuah proyektor.
Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan dan penyajiannya.
Hallo... dipostingan sebelum nya saya membahas tentang Nirmana, apa itu nirmana ? nirmana adalah suatu bentuk dasar yang tak bermakna. akan bermakna jika bentuk tersebut sudah berubah menjadi subuah Desain/konsep desain.
Kali ini kita akan membahas Nirmana dengan komposisi warna.
Nah, apa sih Nirmana Komposisi Warna?
Nirmana komposisi warna adalah suatu penyatuan elemen warna yang di susun menjadi suatu bentuk yang menghasilkan nilai estetik.
Nirmana Komposisi Warna adalah suatu hal yang di pelajari dalam mata pelajaran Seni Rupa Nirmana Dwimatra. Nirmana inilah suatu konsep desain tercipta, dengan nirmana inilah yang menjadi dasar seorang desainer tercipta.
Nirmana dibentuk dari dua kata yaitu Nir yang berarti Tidak, Mana yang berarti Makna, jika digabungkan berarti tidak bermakna atau tidak mempunyai makna, Jika diartikan lebih dalam Nirmana berarti lambang-lambang bentuk tidak bermakna, dilihar sebagai kesatuan pola, warna, komposisi, irama, nada dalam desain/
Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen visual atau unsur seni rupa seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tektur menjadi satu kesatuan yang harmonis.
Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra (dua dimensi, Trimatra (tiga dimensi) yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tata rupa.
Pola dan bentuk dari nirmana dwimatra biasanya disusun dengna caramemutar objek dua dimensi (rotate), memiringkan objek (skew), menduplikasi objek (duplicate), merubah ukuran (transform), membalikan objek dwimatra (mirror) dan langkah (pattren).
Elemen-elemn seni rupa dapat dikelompokan menjadi 4 bagian, berdasarkan bentuknya:
1. Titik
Yaitu suatu bentuk kecil yang tidak emmpunyai dimensi, raut titil yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah.
2. Garis
Yaitu suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna.
3. Bidang
Yaitu suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi panjang, lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.
4. Gempal
Yaitu bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.
Prinsip-prinsip dasar seni rupa
1. Kesatuan (Unity)
Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa
yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah
karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai,
kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak
nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip
hubungan.
2. Keseimbangan (Balance)
Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar
nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti
halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan
roboh, kita merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah.
Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda
jika semua daya yang bekerja saling meniadakan. Dalam
bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat
dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam
sebuah karya tidak ada yang saling membebani.
3. Proporsi (Proportion)
Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh
keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah
karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat.
4. Irama (Rhythm)
Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus
menerus. Dalam bentuk –bentuk alam bisa kita ambil contoh
pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak
dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah
hubungan pengulangan dari bentuk –bentuk unsur rupa.
5. Dominasi (Domination)
Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang
harus ada dalam karya seni dan deisan. Dominasi berasal dari
kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan
istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik
dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering
juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher.
Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu untuk menarik
perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah
keberaturan.