Showing posts with label design. Show all posts
Showing posts with label design. Show all posts

Sunday, August 30, 2020

KARYA SENI RUPA 3 DIMENSI

 Unsur ruang merupakan salah satu ciri pembeda antara karya dua dimensi dengan tiga dimensi. Obyek karya seni rupa dua dimensi hanya bisa di lihat dari satu sisi saja, tetapi karya tiga dimensi dapat di lihat lebih dari dua sisi.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Seperti juga karya seni rupa dua dimensi, dilihat dari fungsinya karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai (seni rupa terapan - applied art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi ekspresi saja (seni rupa murni-pure art). Perbedaan fungsi ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa tersebut akan semakin indah dilihat dan semakin nyaman digunakan


Seni Rupa 3 Dimensi Murni


Seni Rupa 3 Dimensi Terapan


Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Simbol merupakan lambang yang mengandung makna atau arti. Kata simbol dalam bahasa Inggris: symbol; Latin symbolium, berasal dari bahasa Yunani symbolon (symballo) yang berarti menarik kesimpulan, bermakna atau memberi kesan. 

Secara konseptual, kata simbol ini memiliki beberapa pengertian sebagai berikut. 

  1. Sesuatu yang biasanya merupakan tanda yang kelihatan yang menggantikan gagasan atau objek tertentu. 
  2. Kata; tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek. 
  3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas. 
  4. Tanda konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. 

Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah. Dalam pembelajaran seni rupa, kata Simbol dijelaskan sebagai makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik wujud objeknya maupun unsur-unsur rupanya. 

Misalnya merah adalah simbol keberanian. Patung katak sebagai simbol pemanggil hujan. Patung kuda sebagai simbol kegagahan, dan lain sebagainya. Dalam cerita sering digunakan beberapa jenis hewan untuk melambangkan sifat-sifat tertentu. Misalnya, simbol kancil melambangkan makna cerdik, lincah dan banyak akal. Serigala seringkali digunakan untuk melambangkan keserakahan dan kelicikan. Lain lagi dengan keledai yang digunakan untuk melambangkan kemalasan dan kebodohan. 

Dalam seni rupa, simbol dapat dijumpai pada karya dua dimensi maupun tiga dimensi. Patung, tugu dan monumen misalnya, adalah karya seni rupa tiga dimensi yang dapat memiliki makna dan simbol tertentu. 

Kebiasaan untuk membuat patung, tugu dan monumen yang melambangkan sesuatu sudah dilakukan orang sejak jaman dahulu. Tugu dan monumen ada yang terbuat dari batu dan logam. Biasanya berukuran besar dan dibangun untuk memperingati peristiwa-perisitiwa penting atau tempat-tempat bersejarah. Sebagai contoh, tugu Proklamasi di Jakarta adalah simbol dari kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia. Tugu katulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat untuk menandai tempat yang dilalui garis katulistiwa.

Karya seni rupa tiga dimensi memiliki unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa itu digunakan selain untuk memperindah bentuknya, unsur rupa pada karya seni rupa tiga dimensi ini dapat saja memiliki makna simbolik. Pada bab sebelumnya kalian sudah mempelajari unsur-unsur rupa dan makna dari unsur-unsur rupa tersebut. Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung memiliki makna simbolik yang berbedabeda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga memiliki makna simbolik yang berbeda-beda. Makna-makna simbolik ini mungkin saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sebagai contoh, warna hitam seringkali digunakan sebagai lambang duka cita, tetapi suku bangsa tertentu menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.


Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Mempelajari seni tidak terlepas dari persoalan estetika. Estetika identik dengan seni dan keindahan. Pendapat ini tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya tepat. Perkembangan konsep dan bentuk karya seni menyebabkan pembicaraan tetntang estetika tidak lagi semata-mata merujuk pada keindahan yang sedap dipandang mata. Dengan memahami persoalan estetika dan seni diharapkan wawasan kalian dalam apresiasi, kritik maupun berkarya seni semakin terbuka. Menghadapi karya-karya seni yang dikategorikan “tidak indah”, kalian tidak serta merta memberi penilaian buruk, tidak pantas atau lain sebagainya. Sebagai seorang pelajar kalian harus bijaksana untuk melihat latar belakang dibalik penciptaan sebuah karya dan mencari tahu nilai keindahan dan kebaikan yang tersembunyi dibalik karya tersebut. Hal ini penting karena akan membantu kalian menjadi seorang kreator, apresiator maupun menjadi kritikus seni yang baik.

Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif. Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsurunsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif. Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsurunsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Tidak demikian halnya dengan nilai estetis yang bersifat subyektif, keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh ketika kalian melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, kalian dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut. Kalian merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya tersebut dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya walaupun kalian tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya tersebut. Teman kalian mungkin tidak tertarik pada karya tersebut dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.


Tuesday, August 18, 2020

NIRMANA KOMPOSISI WARNA

 Hallo... dipostingan sebelum nya saya membahas tentang Nirmana, apa itu  nirmana ? nirmana adalah suatu bentuk dasar yang tak bermakna. akan bermakna jika bentuk tersebut sudah berubah menjadi subuah Desain/konsep desain.

 Kali ini kita akan membahas Nirmana dengan komposisi warna.

 Nah, apa sih Nirmana Komposisi Warna?

 Nirmana komposisi warna adalah suatu penyatuan elemen warna yang di susun menjadi suatu bentuk yang menghasilkan nilai estetik.

 Nirmana Komposisi Warna adalah suatu hal yang di pelajari dalam mata pelajaran Seni Rupa Nirmana Dwimatra. Nirmana inilah suatu konsep desain tercipta, dengan nirmana inilah yang menjadi dasar seorang desainer tercipta.

Ada beberapa jenis nirmana diantaranya

  • Nirmana biomorphic
  • Nirmana titik
  • Nirmana gradasi warna
  • Nirmana garis geometri
  • Nirmana 3D dll.
Contoh Karya Nirmana Komposisi Warna :











Tuesday, August 11, 2020

NIRMANA

 NIRMANA

Nirmana dibentuk dari dua kata yaitu Nir yang berarti Tidak, Mana yang berarti Makna, jika digabungkan berarti tidak bermakna atau tidak mempunyai makna, Jika diartikan lebih dalam Nirmana berarti lambang-lambang bentuk tidak bermakna, dilihar sebagai kesatuan pola, warna, komposisi, irama, nada dalam desain/

Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen visual atau unsur seni rupa seperti titik, garis, bidang, bentuk, warna, tektur menjadi satu kesatuan yang harmonis.

Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra (dua dimensi, Trimatra (tiga dimensi) yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tata rupa.

Pola dan bentuk dari nirmana dwimatra biasanya disusun dengna caramemutar objek dua dimensi (rotate), memiringkan objek (skew), menduplikasi objek (duplicate), merubah ukuran (transform), membalikan objek dwimatra (mirror) dan langkah (pattren).

Elemen-elemn seni rupa dapat dikelompokan menjadi 4 bagian, berdasarkan bentuknya:

1. Titik

Yaitu suatu bentuk kecil yang tidak emmpunyai dimensi, raut titil yang paling umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah.


2. Garis

Yaitu suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna.


3. Bidang

Yaitu suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi panjang, lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.

4. Gempal

Yaitu bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.

Prinsip-prinsip dasar seni rupa

1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan.

2. Keseimbangan (Balance)

Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua daya yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.

3. Proporsi (Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat.

4. Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk –bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk –bentuk unsur rupa.

5. Dominasi (Domination)

Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan deisan. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.


Cara Membuat Nirmana





Thursday, January 12, 2012

MENGAPA KITA BELAJAR SENI BUDAYA?



Manusia membutuhkan seni untuk memenuhi kebutuhan rasanya. Seni Budaya merupakan suatu keahlian untuk mengekspresikan ide-ide atau gagasan estetika dalam bentuk karya yang dapat mengungkapkan perasaan manusia.

Dalam pelajaran Seni Budaya siswa diberikan kesempatan untuk mengekspresikan gagasan berkreasi serta mengapresiasikan seni dengan cara mengilustrasikan pengalaman pribadi,
menggali/mengeksplorasi rasa, dan melakukan pengamatan proses, dan teknik sesuai dengan nilai budaya dan keindahan yang ada di lingkungan masyarakat.


Mengapa kita harus belajar Seni Budaya?

Melalui Seni Budaya, siswa diajak mengembangkan jiwa kreatifitas, kepekaan indrawi, serta mampu berkreasi seni dalam lingkungan dan kondisi yang terarah, sebagai bekal siswa pada saat berperan langsung sebagai pelaku kehidupan bermasyarakat.


Apa manfaatnya jika kita menguasai Seni Budaya?

Sebenarnya manfaat mempelajari Seni Budaya tidak hanya menjadikan hidup lebih indah, tetapi banyak manfaat lain yang bisa diperoleh. Dengan menguasai Seni Budaya yang terpenting setiap orang dapat mengembangkan sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk serta mengembangkan kemampuan imajinatif intelektual, ekspresi, kepekaan rasa, dan keterampilan guna menerapkan teknologi dalam berkreasi dan memamerkan hasil karya seninya.

KI - KD SENI BUDAYA SMA/SMK/MA


1. Mengapresiasi karya seni rupa

1.1 Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
1.2 Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat
2. Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
2.1Merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
2.2 Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat
3. Mengapresiasi karya seni rupa
3.1 Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara
3.2 Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara
4. Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
4.1Merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara
4.2Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara

5. Mengapresiasi karya seni musik

5.1 Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik tradisional dalam konteks budaya masyarakat setempat
5.2 Mengungkapkan pengalaman musikal dari hasil pengamatan terhadap pertunjukan musik tradisionalsetempat.
6. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik
6.1 Mengembangkan gagasan kreatif serta mengaransir/gubah lagu dengan beragam teknik, media, dan materi musik/lagu tradisional daerah setempat
6.2 Menampilkan lagu yang telah diaransir/gubah di kelas.
7. Mengapresiasi karya seni musik
7.1 Mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik non tradisional dalam konteks budaya masyarakat setempat
7.2 Mengungkapkan pengalaman musikal dari hasil pengamatan terhadap pertunjukan musik tradisional setempat
8. Mengekspresikan diri melalui karya seni musik
8.1 Mengembangkan gagasan kreatif serta mengaransir lagu dengan beragam teknik, media, dan materi musik non tradisional daerah setempat
8.2 Menggelar pertunjukan musik tradisional dan non tradisional di
daerah setempat

9. Mengapresiasi karya seni tari

9.1 Mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari Nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerahsetempat
9.2 Mengidentifikasi keunikan gerak, kostum, iringan tari Nusantara dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat dalam bentuk tari tunggal
10. Mengekspresikan diri melalui karya seni tari
10.1 Mengidentifikasi gagasan untuk disusun ke dalam tari kreasi Nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal
10.2 Menampilkan seni tari kreasi Nusantara daerah setempat dalam bentuk tari tunggal
11. Mengapresiasi karya seni tari
11.1 Mengidentifikasi jenis, peran, dan perkembangan tari Nusantara daerah setempat dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat
11.2 Mengidentifikasi keunikan gerak, kostum, iringan tari Nusantara daerah setempat yang berpasangan/ kelompok dalam konteks budaya masyarakat daerah setempat
12. Mengekspesikan diri melalui karya seni tari
12.1 Mengidentifikasi gagasan untuk menyusun tari kreasi tari tunggal atau berpasangan/ kelompok daerah setempat
12.2 Menampilkan seni tari kelompok/berpasangan berdasarkan tari Nusantara daerah setempat
13. Mengapresiasi karya seni teater
13.1 Mendeskripsikan perkembangan teater tradisional daerah setempat dalam konteks budaya masyarakat
13.2 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal) pertunjukan teater tradisional daerah setempat

14. Mengekspresikan diri melalui seni teater

14.1Merancang pergelaran teater tradisional daerah setempat
14.2Menerapkan prinsip kerja sama dalam berteater
15. Mengapresiasi karya seni teater
15.1 Mendeskripsikan perkembangan teater non tradisional daerah setempat dalam konteks budaya masyarakat
15.2 Menunjukkan sikap apresiatif terhadap pesan moral (kearifan lokal) pertunjukan teater non tradisional daerah setempat
16. Mengekspresikan diri melalui karya seni teater
16.1Merancang pergelaran karya seni teater kreatif yang dikembangkan dari seni teater tradisional daerah setempat
16.2 Menggelar pertunjukan teater
tradisional daerah setempat dan teater
kreatif yang dikembangkan dari seni
teater tradisional daerah setempat


Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran ini menjadi arah dan
landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Seluruh materi SK dan KD
pada masing-masing tingkatan/derajat kompetensi dibagi ke dalam satuan kredit
kompetensi (SKK) secara seimbang sebanyak yang ditentukan untuk
tingkatan/derajat kompetensi yang dimaksud. Dalam merancang kegiatan
pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar
Penilaian.

Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...