Showing posts with label PKKWU. Show all posts
Showing posts with label PKKWU. Show all posts

Wednesday, September 20, 2023

Study Kelayakan Usaha

Study Kelayakan Usaha 


Studi kelayakan bisnis menurut Husein Umar, 2003, yaitu penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan maksimum dalam waktu yang tidak ditentukan, misalnya rencana peluncuran produk baru. 

Menurut Yacob Ibrahim, 2009 yang dimaksud studi kelayakan bisnis adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha/proyek. 

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa studi kelayakan bisnis adalah menganalisis faktor-faktor bisnis dalam menentukan rencana bisnis tersebut harus dilaksanakan, tidak dilaksanakan ataupun ditunda, dan untuk menilai kelayaka dalam pengembangan sebuah usaha. 

Manfaat studi kelayakan bisnis antara lain digunakan untuk: 

1. Merintis usaha baru 

2. Mengembangkan usaha yang sudah ada 

3. Memilih jenis usaha atau investasi yang paling menguntungkan 

 


Tahapan Studi kelayakan usaha dapat dilakukan dengan cara : 

a. Tahap penemuan ide 

Suatu produk yang akan dibuat haruslah berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan 

b. Tahap penelitian usaha 

Dimulai dengan mengumpulkan data, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan 

c. Tahap evaluasi 

Mengevaluasi usulan proyek yang akan didirikan, mengevaluasi proyek yang sedang dibangun, dan mengevaluasi bisnis yang sudah di operasionalkan secara rutin 

d. Tahap pengurutan usulan yang layak 

Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis, maka perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang dianggap paling penting untuk direalisasikan 

e. Tahap perencanaan pelaksanaan 

Setelah rencana bisnis di pilih untuk direalisaskan, perlu di buat rencana kerja pelaksanaan proyek. 

f. Tahap pelaksanaan 

Setelah semua persiapan selesei, tahap berikutnya adalah merealisasikan pelaksanaan. 

g. Tujuan studi kelayakan bisnis/usaha: 

Untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar pada peluang bisnis yang kurang menguntungkan. 



Wednesday, August 23, 2023

PELUANG USAHA

Peluang usaha terdiri dari dua kata, Peluang dan usaha. Peluang berarti kesempatan, dan usaha berarti upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkandengan berbagai daya atau sumber daya yang dimiliki. Secara sederhana peluang usaha merupakan suatu kesempatan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan sumber daya yang miliki.

Tujuan yang hendak dicapai bisa dalam keuntungan, uang, kekayaan, kepuasan batin, popularitas, status sosial dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan tersebut seseorang dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya itu dapat berupa uang/ modal, pengetahuan, skill, relasi yang luas,

pengalaman dan lain-lain. Artinya sumber daya ini mencakup segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha.


Seorang wirausaha harus berfikir tentang seperti apa peluang usaha yang baik itu. Berikut adalah ciri-ciri peluang usaha yang baik :

1. Bersifat orisinil

2. Harus dapat mengantisipasi peruabahan persaingan dan kebutuhan pasar

3. Sesuai dengan minat

4. Tingkat kelayakan usaha teruji

5. Bersifat ide kreatif

6. Ada keyakinan untuk mewujudkan

7. Ada rasa senang saat menjalankan


Dalam kenyataannya peluang yang baik saja tidak cukup, tapi juga harus potensial. Banyaknya peluang usaha di sekitar kita, mengharuskan seorang wirausaha untuk cermat dalam mengkaji mana peluang usaha yang potensial.

Ciri-ciri peluang usaha yang Potensial adalah sebagai berikut :

1. Memiliki nilai jual

2. Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, dan bersifat nyata

3. Usaha tersebut mamapu bertahan lama di pasar

4. Tidak menghabiskan modal, karena terlalu besar investasinya

5. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi industri


Peluang usaha yang bernilai jual memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Mampu memenuhi kebutuhan konsumen

2. Memiliki keunggulan bersaing

3. Tidak bersifat sementara

4. Ada nilai uang

5. Memenuhi aspek kreatif dan inovatif



Tuesday, December 15, 2020

DOWNLOAD MODUL PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN (PKKWU) KELAS XII SMK

MODUL PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

KELAS XII

JENJANG SEKOLAH KEJURUAN
PENULIS : UCKE RAKHMAT GADZALI,S.Pd

Buku pedoman guru dan siswa sebagai literatur proses kegiatan belajar mengajar.

🔼 download modul disini

Sahabat edukasi dimanapun anda berada, jangan lupa simpan komentar anda dibawah ini.

Terima Kasih.

Thursday, November 19, 2020

Pengertian Proposal Usaha dan Contohnya

 Pengertian Proposal Usaha

Adapun secara umum, proposal usaha merupakan sebuah proposal atau pengajuan yang didalamnya berisikan konsep/ide usaha yang disajikan secara jelas, singkat dan mendetail. Mulai dari masalah yang melatar belakanginya, solusi yang kalian tawarkan, bentuk bisnisnya, serta teknis dilapangan hingga budget yang diperlukan untuk berjalannya usaha tersebut.

Proposal ini biasanya lebih ditujukan untuk pengesahan usaha ataupun mencari investor. Dengan adanya proposal usaha, para pengambil keputusan ataupun investor akan dengan mudah mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai usaha yang akan mereka dukung.

 

Struktur Proposal Usaha

Seperti yang telah di bahas di contoh proposal, setiap jenis proposal memiliki karakteristik dan struktur tersendiri. Yang mana disesuaikan dengan kebutuhan atau kepentingan kalian sendiri. Tidak ada aturan baku yang mengatur format tersebut, namun ada beberapa hal yang perlu untuk kalian cantumkan di dalam sebuah proposal usaha agar proposal kalian menarik untuk dibaca dan disetujui. Berikut beberapa element penting yang dapat kalian masukkan ke dalam proposal kalian :


1. Surat Pengantar Proposal Usaha

Surat pengantar sangat penting untuk di cantumkan, agar memberikan kesan formal, resmi, dan profesional pada proposal kalian. Tentu dengan adanya hal tersebut, semakin dapat meyakinkan para investior.


2. Latar Belakang

Buka proposal kalian dengan sebuah alasan, mengapa kalian ingin menjalankan ide usaha tersebut? Pada bagian ini kalian harus bisa memberi alasan yang kuat tentang latar belakang usaha kalian. Dengan penjelasan latar belakang yang kuat, maka nantinya akan menimbulkan pemikiran bahwa “sangatlah penting dan potensial sebuah ide yang kalian paparkan”.

Jika alasan kalian dalam membuat usaha tersebut kurang kuat dan tidak potensial, tentu saja investor tidak akan tertarik. Untuk itu kalian harus dapat menemukan sebuah celah dan masalah yang dapat kalian selesaikan dengan produk usaha kalian agar ide kalian menjadi kuat dan potensial tentunya.

3. Profil Usaha

Pada bagian ini, kalian dapat memaparkan solusi atas masalah yang sebelumnya muncul. Mulai dari tujuan usaha kalian, visi dan misi, dan kegunaan usaha kalian.

4. Gambaran Umum Usaha

Setelah memaparkan tujuan, selanjutnya kalian dapat membahas lebih dalam mengenai usaha kalian. Mulai dari analisis produk, analisis pemasaran, analisis operasional, strategi pemasaran, analisis pesaing, rencana dan strategi pemasaran, serta analisis kelayakan usaha.

5. Metode Pelaksanaan Usaha

Pada bagian ini, kalian menceritakan teknis kegiatan usaha kalian. Mulai dari tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Dengan adanya penjelasan mengenai hal ini, maka ide kalian akan dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca/investor.

6. Budget dan Timeline

Pemaparan budget usaha kalian sangatlah penting untuk dicantumkan agar dana yang diperlukan oleh usaha kalian dapat berjalan dan bisa diketahui dengan jelas. Selain itu timeline atau waktu eksekusi juga harus di cantumkan agar semuanya dapat tertarget dengan baik.


Contoh Proposal Usaha Jasa Videography

Membuat proposal usaha makanan tidak terlalu sulit karena kita hanya perlu mencantumkan poin-poin penting dari usaha kita secara garis besar. Proposal usaha makanan biasa mengandung poin-poin sebagai berikut:


1. Nama Perusahaan

GOOD FRAME 

2. Tujuan perusahaan

JASA VIDEOGRAPHY

3. Latar belakang usaha

Sebuah bisnis berbasis teknologi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital, berupa kreatifitas dan kegiatan yang bersentuhan dengan media visual.

Kami menciptakan sebuah produk dan jasa yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan karya-karya visual berupa foto/gambar dan video hasil olah kreatifitas. Dengan perkembangan dunia teknologi seperti sekarang ini khususnya di dunia desain grafis serta audio visual, sepertinya  kita mempunyai peluang usaha  yang sangat besar untuk memajukan bisnis ini.

Bisnis ini mempunyai visi mendayagunakan canggihnya perkembangan teknologi  dan mewujudkan imaginasi manusia dalam sebuah karya visual. Dunia teknologi merupakan sebuah lahan yang tidak akan pernah ada habisnya, justru semakin lama akan semakin berkembang.

Dengan latar belakang sebagai pegiat medsos yang paham di bidang teknologi informasi , kami bersepakat untuk mendayagunakan kemampuan kami untuk menyediakan produk dan jasa bagi masyarakat sekitar dalam kaitannya dengan multimedia , yang kami terapkan melalui video editing dan video shooting.

Dengan produk dan jasa yang kami berikan, di harapkan masyarakat akan menjadi  calon pengguna produk dan jasa kami yang potensial serta dapat menghasilkan produk/jasa yang berkualitas sesuai harapan mereka.

4. Survey terhadap pasar

Deskripsi Konsumen :

Bentuk                   : Produk / Jasa

Usia                        :  Umum

Jenis Kelamin       :  Pria / Wanita

 

5. Peluang bisnis

Edit Video

Video Shooting

Cetak FotoSolusi

6. Deskripsi bisnis

Perusahaan bergerak di bidang jasa Video Shooting, Pengeditan video, pembuatan video, dan percetakan foto


7. Lokasi Konsumen

Wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya


Keinginan Konsumen


•     Ide kreatif produk  ( design )

•     Kualitas Produk

•     Produk yang tahan lama

•     Produk yang mudah digunakan

•     Produk yang sesuai dengan keadaan konsumen

Alasan Konsumen


•     Tepat Waktu

•     Harga terjangkau

•     Kualitas Produksi


8. RINCIAN HARGA


Berikut adalah tabel  harga yang telah kami patok dan bisa berubah-ubah tergantung tingkat kesulitan

Daftar Harga Jasa Video shooting


Durasi Master Video 0 - 1 jam

Harga Hasil DVD Rp. 275.000

Harga Hasil VCD Rp. 230.000

Harga Hasik File Rp. 150.000


Durasi Master Video 1 - 2 jam

Harga Hasil DVD Rp. 325.000

Harga Hasil VCD Rp. 270.000

Harga Hasil File. Rp. 175.000


Durasi Master Video 2 - 3 jam

Harga Hasil DVD Rp. 375.000

Harga Hasil VCD Rp. 320.000

Harga Hasil File  Rp. 200.000


Durasi Master Video 3 - 4 jam

Harga Hasil DVD Rp. 425.000

Harga Hasil VCD Rp. 370.000

Harga Hasil File  Rp. 225.000


Durasi Master Video 4 - 5 jam

Harga Hasil DVD Rp. 475.000

Harga Hasil VCD. Rp. 420.000

Harga Hasil File.  Rp. 250.000

 

Daftar Harga Jasa Video Editing


Durasi Video 0 - 1 JAM

Hasil DVD Rp. 150.000

Hasil VCD Rp. 125.000

Hasil File. Rp. 100.000


Durasi Video 1 -  2 JAM

Harga DVD Rp. 250.000

Harga VCD Rp. 175.000

Harga File. Rp. 150.000


Durasi Video 2 - 3 JAM

Harga Hasil  DVD Rp. 300.000

Harga Hasil VCD.  Rp. 275.000

Harga Hasil File.   Rp. 200.000


Durasi Video 3 - 4 JAM

Harga Hasil DVD Rp. 350.000

Harga Hasil VCD  Rp. 325.000

Harga Hasil File.  Rp. 225.000


Durasi Video 4 - 5 JAM

Harga Hasil DVD Rp. 400.000

Harga Hasil VCD .Rp. 375.000

Harga Hasil File.  Rp. 250.000


Jenis Layanan Usaha Video Shooting


Adapun jenis layanan usaha jasa video shooting ini, antara lain :

1. Convert Video                            : Rp.75.000

2. Buat Animasi Title                    : Rp. 30.000

3. Buat Klip Animasi Photo         : Rp. 25.000

Berlaku hitungan perdetik

4. Buat DVD / VCD Photo Album : Rp. 20.000

Berlaku dihitung per 10 photo


Daftar Harga Cetak Foto

1. Ukuran 10 R.   : Rp. 10.000

2.Ukuran 8 R.       : Rp. 8.000

3. Ukuran 6 R.      : Rp.7.000

4. Ukuran 5 R.      : Rp.5.000

5. Ukuran 4 R .     : Rp.4.000

6. Ukuran 3 R.      : Rp.3000

7. Pas Foto 2 x 3.  : Rp.3.000

8. Pas Foto 4 x 6.  : Rp.4.000


9. ANALISA KELAYAKAN BERDASARKAN ANALISA SWOT SERTA SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONING USAHA JASA VIDEO SHOOTING

Analisa SWOT (Strength, Weaknes, Oportunity dan Threat)

Strength

Banyaknya wirausahawan yang belum tahu tentang peluang ini, jelas itu salah satu peluang utama kami, serta minat yang tinggi dari para konsumen.

Weakness

Kelemahan utama adalah dalam mencari karyawan yang tentunya paham dan ahli tentang video shooting.

Opportunity

Minat yang sangat besar dari para konsumen untuk menggunakan jasa editing video dan video shooting.

Threat

Ancaman terbesar adalah munculnya para pesaing setelah usaha ini berjalan.


STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning) Usaha Jasa Video Shooting

Segmentasi

Untuk sementara hanya membuka usaha jasa video editing, cetak foto, dan video shooting. Insya Allah kedepannya kalau usaha ini berjalan dengan lancar, kami juga akan berusaha membuka pembuatan CD interaktif, studio film, desain undangan, jasa printing dan burning DVD/VCD


Targeting Usaha Jasa Video Shooting


1.    Video shooting dan foto album hajatan (pernikahan, khitanan, pengajian dll).

2.    Video editing (semua video)

3.    Foto ijazah (SD, SMP , SMA, Mahasiswa, dll)

4.      Umum atau semua kalangan.


Positioning Usaha Jasa Video Shooting

Kami akan membuka usaha pengeditan, pembuatan video dan percetakan foto tersebut di ruko yang terletak di Jalan Sampir Timur No.9A RT 003/RW XI Desa Cindaga Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas . Tempatnya samgat strategis dekat jalan raya,dekat pula dengan pemukiman warga.


10.    RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Usaha Jasa Video Shooting

Peralatan dan Perlengkapan Pokok


Komputer (2 unit)                    : Rp.   9.000.000

Mesin Cetak Foto (1 unit)       : Rp.  2.000.000

Kamera DSLR (1 unit)             : Rp.   5.000.000

Kamera Professional 1 unit   : Rp. 16.000.000

LightingLamp (2 unit)             : Rp. 1.000.000

Lemari Kaca (1unit)                : Rp.     800.000

Meja (2 buah)                            : Rp.  200.000

Kursi ( 2 buah)                          : Rp.   100.000


Jumlah                                       : Rp. 35.100.000


Perlengkapan Skunder

Kertas Foto (6 pack)          : Rp.1.200.000

CD Blank (3 cop)                : Rp.  180.000

Jumlah                                 : Rp. 1.380.000


Promosi

Pamflet                                         : Rp. 300.000

Brosur                                           : Rp. 100.000

Jumlah                                          : Rp. 400.000


Jadi menurut penghitungan analisa yang kami buat, kurang lebih untuk modal awal yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 37.880.000,-


11.    PENUTUP

Demikian proposal Usaha Jasa Video Shooting ini kami buat, yang bertujuan sebagai gambaran usaha yang akan kami dirikan.

Kami sangat mengharapkan supaya Bapak/Ibu bisa menerima dan bisa mempertimbangkan proposal usaha jasa video shooting kami dan berkenan menanamkan sahamnya di usaha pengeditan, jasa editing video, video shooting dan percetakan foto yang kami buat ini.Atas perhatian dan kerjasamanya,  kami ucapkan  terima kasih

Thursday, September 3, 2020

Prosedur Pengujian Kesesuaian Fungsi Produk Barang/ Jasa

 Dasar pengujian

 Paket software prototype diuji, diimplementasikan, dievaluasi dan dimodifikasi berulang-ulang hingga dapat diterima pemakainya (O’Brien, 2005). Pengujian system bertujuan menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada system dan melakukan revisi sistem. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa sistem bebas dari kesalahan (Mulyanto, 2009).

Menurut Sommerville (2001) pengujian sistem terdiri dari :

  • Pengujian unit untuk menguji komponen individual secara independen tanpa komponen sistem yang lain untuk menjamin sistem operasi yang benar.
  • Pengujian modul yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan.
  • Pengujian sub sistem yang terdiri dari beberapa modul yang telah diintegrasikan.
  • Pengujian sistem untuk menemukan kesalahan yang diakibatkan dari interaksi antara subsistem dengan interfacenya serta memvalidasi persyaratan fungsional dan non fungsional.
  • Pengujian penerimaan dengan data yang dientry oleh pemakai dan bukan uji data simulasi.

Dokumentasi berupa pencatatan terhadap setiap langkah pekerjaan dari awal sampai akhir pembuatan program.

 Pengujian sistem informasi berbasis web dapat menggunakan teknik dan metode pengujian perangkat lunak tradisional. Pengujian aplikasi web meliputi pengujian tautan, pengujian browser, pengujian usabilitas, pengujian muatan, tegangan dan pengujian malar  (Simarmata, 2009).

 Penerimaan pengguna (user) terhadap sistem dapat dievaluasi dengan mengukur kepuasan user terhadap sistem yang diujikan. Pengukuran kepuasan meliputi tampilan sistem, kesesuaian dengan kebutuhan user, kecepatan dan ketepatan sistem untuk menghasilkan informasi yang diinginkan user. Ada beberapa model pengukuran kepuasan user terhadap sistem, diantaranya adalah Technology Acceptance Model (TAM), End User Computing (EUC) Satisfaction, Task Technology Fit (TTF) Analysis dan  Human Organizational Technology (HOT) Fit Model.

   Salah satu model pengukuran yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa berbeda dan tidak menunjukkan perbedaan hasil pengukuran yang signifikan adalah End User Computing (EUC) Satisfaction. Model ini menekankan kepuasan user terhadap aspek teknologi meliputi aspek isi, keakuratan, format, waktu dan kemudahan penggunaan sistem (Chin & Mathew, 2000).

 Proses Pengujian Produk Baru

Pengujian produk baru bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih rinci tentang peluang sukses produk baru, mengidentifikasi berbagai penyesuaian akhir yang diperlukan untuk produk, dan menetapkan berbagai elemen penting dalam program pemasaran yang akan dipakai untuk memperkenalkan produk dipasar. Secara umum, terdapat 4 (empat) kegiatan dalam pengujian produk baru, yaitu sebagai berikut :

 Technical Testing (Pengujian Teknis) 

Yaitu dengan cara membuat prototipe yang merupakan approximation (perkiraan) produk akhir. Pengujian atas kinerja produk prototipe dapat menghasilkan sejumlah informasi penting tentang product shelf life (usia pajang produk), tingkat keusangan produk, masalah yang timbul dari pemakaian atau konsumsi yang tidak seharusnya, potensi kerusakan yang memerlukan penggantian, dan jadwal pemeliharaan yang tepat. Masing-masing dari jenis informasi tersebut dapat mempunyai dampak biaya terhadap pemasaran produk. Contohnya seperti estimasi usia pajang produk bisa berpengaruh terhadap frekuensi dan biaya pengiriman. Lalu kemungkinan adanya masalah penggunaan yang signifikan dapat mengakibatkan perlunya tambahan informasi labeling, periklanan, dan sebagainya.

 Pengujian Preference and Satisfaction Testing (Preferensi dan Kepuasan)

Dipakai untuk menetapkan elemen-elemen yang akan dirancang dalam rencana pemasaran serta untuk membuat tafsiran penjualan awal produk baru. Secara umum terdapat dua cara utama yang dibutuhkan dalam tipe pengujian ini, yaitu pertama meminta konsumen untuk menggunakan sebuah produk selama jangka waktu tertentu, dan kemudian mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan preferensi serta kepuasan mereka. Kedua, melaksanakan “blind test” yang sedemikian rupa sehingga konsumen dapat membandingkan berbagai macam alternatif produk tanpa mengetahui nama merek atau produsennya.

Pada dasarnya, pengujian preferensi dan kepuasan akan memberikan sejumlah manfaat pokok, antara lain sebagai berikut :

Uji preferensi aktual dan uji teknis bisa memberikan dasar klaim yang obyektif untuk keperluan promosi, terlebih apabila perusahaan ingin menyajikan superioritas dalam hal persepsi konsumen atas keunggulan spesifik pada produk perusahaan dari pada pesaing.

Estimasi tingkat pembelian ulang sangat penting untuk memperkirakan pangsa pasar jangka panjang. Oleh karena itu hasil yang kurang bagus pada uji ini dapat berakibat pada pembatalan peluncuran produk maupun perancangan ulang produk baru.

Meskipun penerimaan pasar atas produk baru ditentukan oleh semua elemen program pemasaran, tetapi berbagai kasus menunjukkan bahwa skor yang tinggi dalam dimensi kinerja produk menggambarkan bahwa ide produk yang bersangkutan sebaiknya dilanjutkan pada tahap pengembangan produk baru selanjutnya.

Uji preferensi pada umumnya dapat memberikan signal awal terbaik terhadap kemungkinan terjadinya kanibalisasi produk.

Simulated Test Markets atau Laboratory Test Markets (Pengujian Pasar Simulasi)

 Yaitu prosedur riset pemasaran yang dibuat untuk memberikan gambaran yang murah dan cepat tentang pangsa pasar yang bisa diharapkan dari produk baru. Beberapa model yang dapat dipakai antara lain BASES, DESIGNOR, ASSESSOR, dan LITMUS.

 Test Markets (Pengujian Pasar)

 Yaitu perusahaan akan menawarkan sebuah produk untuk dijual diwilayah pasar terbatas yang sebisa mungkin dapat mewakili keseluruhan pasar dimana produk itu nantinya akan dijual. Secara prinsip, terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pengujian pasar untuk produk konsumen dan produk bisnis/industrial. Didalam pengujian produk konsumen, perusahaan akan berusaha mengestimasi empat variabel, yakni product trial (percobaan produk), first repeat (pengulangan pembelian pertama), adopsi produk, serta frekuensi pembelian. Tentunya perusahaan menginginkan bahwa semua variabel-variabel tersebut menunjukkan tingkat yang tinggi.

 Metode pokok untuk menguji pasar produk konsumen, adalah sebagai berikut :

 Sales Wave Research

Dalam metode sales wave research, konsumen yang pada awalnya mencoba sebuah produk secara gratis ditawarka lagi produk tersebut atau produk pesaing, dengan harga yang lebih murah. Kemudian perusahaan akan memperhatikan berapa kali konsumen memilih produk perusahaan serta tingkat kepuasan mereka. Metode ini juga mencakup usaha untuk mempresentasikan pada konsumen satu ataupun beberapa konsep iklan dalam bentuk kasar untuk mengamati dampaknya terhadap pembelian ulang.

 Simulated Test Marketing

Metode ini memerlukan 30 sampai 40 pembeli yang qualified dipusat pertokoan ataupun tempat-tempat lainnya. Perusahaan akan menanyakan beberapa hal kepada mereka, berhubungan dengan awareness dan preferensi mereka terhadap berbagai merek pada jenis produk tertentu. Mereka bisa saja diundang untuk menyaksikan iklan singkat, termasuk didalamnya yang sudah terkenal ataupun yang masih baru. Lalu dalam penayangan iklan tersebut disisipkan iklan produk baru. Kemudian konsumen akan diberi sejumlah uang lalu diminta untuk datang ke sebuah toko khusus dimana mereka bisa membelanjakan uang yang sudah diberikan tersebut sesuai kebutuhan.

 Perusahaan lalu mengamati dan memperhatikan jumlah konsumen yang membeli merek baru dan merek pesaing. Data ini akan memberikan gambaran tentang efektivitas iklan mereka atas iklan pesaing. Konsumen lalu diminta mengutarakan alasan-alasan mereka membeli ataupun tidak membeli. Lalu kemudaian beberapa minggu setelah itu mereka akan diwawancarai kembali melalui telepon untuk menentukan sikap mereka atas produk tersebut, kepuasannya, penggunaannya, dan minatnya untuk membeli kembali, dan ditawari kesempatan untuk membeli kembali produk yang bersangkutan.

 Controlled Test Marketing

Metode ini memungkinkan perusahaan untuk menguji pengaruh faktor dalam toko dan iklan terbatas pada perilaku pembelian konsumen tanpa harus melibatkan konsumen itu sendiri secara langsung. Sampel konsumen akan diwawancarai untuk mendapatkan kesan mereka terhadap produk yang bersangkutan. Perusahaan tidak harus memberikan potongan penjualan, memakai wiraniaga mereka sendiri, atau`membeli jaringan distribusi. Tetapi metode ini tidak dapat memberikan informasi tentang cara membujuk distributor agar mau menjual produk baru perusahaan.

 Test Markets

Uji pasar adalah cara utama dalam menguji sebuah produk baru dalam situasi yang sama dengan yang nantinya akan dihadapi dalam peluncuran produk yang bersangkutan. Perusahaan umumnya akan bekerja sama dengan perusahaan riset dalam menentukan kota dimana wiraniaga perusahaan nantinya akan mencoba membujuk para distributor agar bersedia untuk menjual produk perusahaan. Perusahaan melakuan promosi dan periklanan sama dengan yang akan dilaksanakan dalam pemasaran secara nasional. Biaya yang nantinya dibutuhkan tergantung pada jumlah kota, lama pengujian, serta jumlah data yang diinginkan perusahaan.

 Melalui uji pasar akan didapatkan beberapa manfaat, diantaranya adalah memberikan prediksi yang dapat diandalkan tentang penjualan dimasa yang akan datang, pengujian awal terhadap rencana pemasaran, mengetahui kekurangan produk, mendapat gambaran berbagai masalah potensial dalam jaringan distribusi, dan mendapat pemahaman lebih baik mengenai perilaku berbagai segmen pasar.

 Sementara, produk bisnis juga mendapatkan manfaat dari uji pasar, dimana pengujiannya bervariasi tergantung dari jenis barangnya. Barang industri yang mahal dan memakai teknologi baru pada umumnya menjalani pengujian Alpha dan Beta. Pengujian Alpha ialah pengujian produk dengan tujuan mengukur serta meningkatkan kinerja, rancangan, keandalan, dan biaya operasi produk. Apabila hasil pengujian alpha baik, maka perusahaan akan melanjutkannya dengan melakukan pengujian Beta dengan mengundang para konsumen potensial agar dapat melaksanakan pengujian secara rahasia ditempat mereka sendiri.

 Metode uji pasar lainnya ialah memperkenalkan produk bisnis baru dalam pameran dagang. Produk baru industrial juga dapat diuji ditempat pajangan distributor atau dealer. Cara lain yang bisa ditempuh ialah uji pemasaran, dimana perusahaan membuat pasokan produk dengan jumlah terbatas dan diserahkan pada wiraniaga untuk dijual didaerah geografis yang terbatas dengan dukungan katalog, promosi, dan sebagainya. Melalui cara demikian, manajemen akan dapat mempelajari apa saja yang mungkin terjadi dalam pemasaran dengan skala penuh serta memberikan informasi yang lebih lengkap dalam memutuskan komersialisasi produk yang bersangkutan.

 Fungsi pengujian produk /jasa

Tujuan tahap ini adalah untuk : 

  • memberikan penilaian yang lebih rinci mengenai peluang sukses produk baru,
  • mengidentifikasi penyesuaian-penyesuaian akhir yang dibutuhkan untuk produk
  • menetapkan elemen-elemen penting dalam program pemasaran yang akan digunakan untuk memperkenalkan produk di pasar.

Wednesday, August 12, 2020

METODE KESEIMBANGAN LINTASAN


a. Metode Bobot Posisi 

Metode bobot posisi sering dikenal pula dengan pendekatan Helgeson – Birnie. Metode ini dikembangkan oleh W.B. Helgeson dan D.P Birnie pada tahun 1961 dan merupakan metode heuristic yang paling awal dikembangkan. Metode ini merupakan gabungan antara metodeLargest – Candidate rule dan metode Killbridge and waster. Pada prinsipnya metode bobot posisi memperhitungkan nilai bobot posisi ( ranked positional weight), dan elemen yang memiliki bobot posisi terbesar diletakkan pda urutan teratas.

b. Metode pendekatan wilayah 

Metode pendekata wilayah dikembangkan oleh Bedworth . Metode ini merupakan pengembangan dari pendekatan Helgeson – Birnie ( metode bobot posisi), Mansor dan Killbridge and wester. Pada prinsipnya metode ini berusaha membebankan terlebih dahulu pada operasi yang memiliki tanggung jawab keterdahuluan yang besar.

c. Metode Largest Candidate Rule 

Metode Largest Candidate Rule adalah metode yang mengurutkan elemen kerja berdasarkan lamanya waktu operasi. 

d. Metode keseimbangan lintasan Terkomputerisasi 

Beberapa metode lintasan komputerisasi yang sudah banyak diterapkan , yaitu sebagai berikut:

  • COMSOAL ( Computer Methode of sequencing Operation For Asembbly Lines) meskipun bukan metode computer pertama yang dikembangkan namun metode ini cukup dipertimbangkan untuk mengatasi persoalan keseimbangan lintasan dibandingkan dengan metode sebelumnya 
  • CALB ( Computer Assembly Line Balancing) , CALB dapat digunakan pada lintasan tunggal maupun campuran 
  • ALPACA ( Assembly Line Planning and Control), merupakan metode pertama kali dikembangkan oleh General Motors pada tahun 1967. 



Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...