Showing posts with label SMKN 1 SUKALARANG. Show all posts
Showing posts with label SMKN 1 SUKALARANG. Show all posts

Sunday, July 30, 2023

Peluang Ber-Pancasila dalam Kehidupan Global




Peluang Ber-Pancasila dalam Kehidupan Global

Setelah mengkaji dan mendiskusikan tantangan penerapan Pancasila dalam kehidupan global, saatnya kita mengkaji peluang yang kita miliki untuk dapat ber-Pancasila di kehidupan global. Kita perlu terus menampilkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam konteks global sehingga Pancasila dapat hadir memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan global. Untuk itu, kalian perlu 1) memahami Pancasila dengan baik dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, 2) mampu menggunakan Pancasila sebagai penyelesaian masalah yang terjadi.

Ada beberapa langkah yang perlu kalian lakukan:

Bangsa yang religius, ramah dan damai

Kita patut berbangga menjadi bangsa Indonesia. Di antara karakteristik kuat yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah religiusitas, keramahan, dan mencintai perdamaian.
Di Indonesia, ada banyak agama/kepercayaan, suku, ras, dan bahasa, yang kesemua- nya dapat hidup rukun. Kita masih memiliki sejumlah tradisi yang memberi semangat kerukunan dan perdamaian. Di Bali, ada tradisi Ngejot, tradisi berupa pertukaran makanan antarpemeluk agama yang berbeda. Tradisi ini dilakukan menjelang hari raya Galungan. Pertukaran makanan ini hanyalah simbol, esensinya adalah keakraban dan kekeluargaan sesama mereka, sekalipun berbeda agama.
Di Maluku, terdapat tradisi Pela Gandong. Pela diartikan sebagai “suatu relasi perjanjian persaudaraan antara satu negeri dengan negeri lain yang berada di pulau lain dan kadang menganut agama yang berbeda”. Sedangkan gandong bermakna “adik”.
Perjanjian ini diangkat dalam sumpah yang tidak boleh dilanggar. Pada saat upacara sumpah, campuran soppi (tuak) dan darah dari tubuh masing-masing pemimpin negeri akan diminum oleh kedua pemimpin setelah senjata dan alat-alat tajam lain di celupkan, atau dilakukan dengan memakan sirih pinang. Hubungan Pela ini terjadi karena suatu peristiwa yang melibatkan beberapa desa untuk saling membantu. Dalam ikatan Pela terdapat rangkaian nilai dan aturan mengikat dalam persekutuan persaudaraan atau kekeluargaan.
Di Papua, ada tradisi Bakar Batu. Tradisi ini dilakukan ketika terjadi konflik antarsuku, untuk mencari solusi. Tradisi ini mengandung filosofi kesederhanaan, ucapan syukur, dan perdamaian.
Masyarakat Dayak memiliki tradisi Bahaump. Bahaump merupakan kata lain dari musyawarah, sebuah budaya yang dimiliki tiap suku tetapi dengan sebutan yang berbeda. Selain itu, masyarakat Dayak juga memiliki kata yang mempersatukan setiap suku yang ada di Kalimantan Barat, "Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata”. Artinya dalam hidup ini kita harus bersikap adil, jujur, dan tidak diskriminatif terhadap sesama manusia, dengan mengedepankan perbuatan-perbuatan baik seperti di surga berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Masih ada banyak tradisi lain yang menggambarkan perdamaian atau bertujuan menyelesaikan konflik sehingga warga dapat hidup rukun. Kalian dapat menggali sejumlah tradisi di daerah kalian yang menurut kalian dapat menjadi pemersatu antarbangsa.
Selain kekayaan tradisi tersebut, bangsa Indonesia juga bangsa yang religius, bangsa yang memiliki spiritualitas tinggi karena keyakinan dan kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena keyakinannya yang tinggi kepada Tuhan, ajaran-ajaranNya juga dilaksanakan dengan baik. Bangsa Indonesia memandang manusia memiliki dua dimensi: jiwa dan raga atau jasmani dan rohani. Kedua dimensi tersebut harus seimbang. Karena itulah, bangsa Indonesia tidak pernah mendahulukan raga atau jasmani daripada rohani atau jiwa.


Pancasila Sebagai Kekuatan

Jika kita mengkaji nilai-nilai Pancasila secara mendalam, kita akan tahu bahwa nilai- nilai yang terkandung di dalamnya akan menjadi modal penting dalam kehidupan global ini.
Dengan nilai ketuhanan, bangsa Indonesia tidak terjebak pada ideologi materialis- me yang menempatkan materi di atas segala-galanya. Nilai-nilai agama yang dipegang teguh bangsa Indonesia menjadikan ia memiliki akhlak yang mulia, baik akhlak kepada sesama, kepada alam semesta, maupun akhlak sebagai warga negara.
Dengan sila kedua, bangsa Indonesia memahami dan menghargai setiap orang, sehingga ini menjadi modal penting untuk melawan segala bentuk yang tidak memanusiakan manusia, seperti melakukan diskriminasi, perundungan (bullying), streotip, dan kekerasan. Kemanusiaan yang diberi sifat “adil dan beradab” akan membawa bangsa Indonesia untuk selalu menjunjung tinggi tradisi, dan adat istiadat yang berlaku.
Dengan sila ketiga, bangsa Indonesia memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Sekalipun berbeda suku, etnis, bahasa, dan agama, bangsa Indonesia tetap dapat merajut persatuan demi kemajuan negara Indonesia.
Dengan sila keempat, bangsa Indonesia selalu mendahulukan musyawarah, sehingga segala bentuk perilaku main hakim sendiri tidak dibenarkan. Segala keputusan menyangkut kepentingan masyarakat luas selalu dilakukan melalui jalan musyawarah.
Dengan sila kelima, bangsa Indonesia senantiasa bersikap adil, bahwa setiap manusia memiliki hak asasi yang sama. Masyarakat mudah membantu orang lain yang berada dalam kesusahan, kemiskinan, dan lemah.
Semua nilai-nilai Pancasila tersebut tidak hanya tertulis di buku-buku pelajaran ataupun Undang-Undang, tetapi telah menjadi tradisi yang berurat akar dalam masyarakat Indonesia.

Meningkatkan Keterampilan Diri

Untuk meningkatkan peluang menerapkan Pancasila dalam kehidupan global, kalian perlu membekali diri dengan berbagai keterampilan penting yang dibutuhkan pada abad ini, seperti kolaborasi, komunikasi, literasi, dan lain sebagainya.
Kolaborasi sangat dibutuhkan, karena ada banyak hal yang tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kehadiran sejumlah start up di Indonesia, misalnya, pada umumnya dilakukan secara kolaboratif, dengan melibatkan banyak orang untuk sama-sama berkontribusi demi mencapai tujuan bersama.
Komunikasi juga memiliki peran yang sangat penting. Komunikasi di sini bukan hanya sekedar menguasai bahasa asing, tetapi juga mengerti tradisi tempat bahasa itu berkembang. Karena bahasa adalah salah wujud dari kebudayaan. Dengan kemampuan komunikasi, kalian dapat menyampaikan pesan dengan baik. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kalian juga dapat terhindar dari salah paham dengan orang lain yang dapat menyebabkan perselisihan.

Semua yang didapat di bangku sekolah adalah modal awal yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Jangan berpuas diri dengan capaian di sekolah. Ada banyak orang sukses yang saat di bangku sekolah tidak termasuk orang yang mendapatkan ranking kelas. Salah satu yang membuat mereka sukses adalah mental untuk terus belajar, selalu ingin tahu, dan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Rangkuman
  • Indonesia memiliki keragaman adat dan budaya, serta dikenal dengan bangsa yang mencintai perdamaian.
  • Pancasila sebagai dasar negara Indonesia menjadi kekuatan bagi rakyatnya untuk menjalankan kehidupan dengan menjunjung nilai-nilai yang luhur agar tetap dapat berkompetisi secara global.
  • Masyarakat Indonesia harus membekali diri dengan berbagai keterampilan, seperti kolaborasi, komunikasi, literasi, dan lain sebagainya. Keterampilan ini penting untuk menjadi bekal agar dapat meningkatkan peluang penerapan Pancasila secara global serta berkompetisi dengan warga dunia lainnya.
Contoh tugas membuat video pendek berdurasi (maksimal 5 menit) dengan tema "Seberapa Pancasila Aku"




Wednesday, September 1, 2021

MENGANALISIS KOSTUM UNTUK PEMAIN

Capture pada film Mulan

Oke sahabat edukasi, artikel kali ini adaah membahas tentang Kostum untuk para pemain, yang pada artikel sebelumnya kita membahas tetang Kostum untuk para pengisi acara cek disini, 

Ya, sahabat edukasi kita langsung ke pada materi ya, 

Kostum ialah, segala sesuatu yang dikenakan oleh para pemain baik itu berupa baju maupun aksesoris yang melekat dalam tubuhnya.

Nah, sahabat edukasi yang termasuk dari aksesoris yaitu seperti :

  • tas, 
  • sepatu, 
  • gelang, 
  • kalung dan 
  • segala sesuatu yang melekat pada tubuh pemain. 

Dalam dunia perfilman, baju bukan hanya dijadikan sebagai penutup tubuh, namun baju ini memiliki beberapa fungsi yang tentunya sesuai dengan konteks naratif yang ada.

Penggunaan kostum yang tepat akan mampu meyakinkan penonton dalam melihat film yang ada. Karena dengan adanya kostum akan membantu penonton mengetahui siapa tokoh dan latar belakang dari tokoh.

Terdapat perbedaan antara kostum masa silam dengan kostum masa kini dan juga kostum masa depan.

Kostum pada masa silam mengacu pada dokumentasi yang berhubungan dengan sejarah. Berbeda dengan kostum masa depan yang membutuhkan imajinasi dan kreatifitas pada perancangan nya.

Terdapat beberapa fungsi dari kostum yang tentunya akan membantu para penonton diantaranya adalah:

 

a. Ruang dan Waktu

Capture pada film The Sound of Music

Sama halnya dengan setting, kostum ini juga merupakan salah satu aspek yang sangat mudah untuk dikenali dan diidentifikasi dalam penentuan ruang dan waktu terjadinya peristiwa.

Kostum dan setting lokasi adalah kesinambungan yang tidak dapat untuk dipisahkan karena mereka hidup saling berdampingan. Setting lokasi dan kostum haruslah senada dan seimbang.

Seperti contoh ketika membuat film bertemakan sejarah kerajaan, setting yang digunakan harus sesuai dengan latar waktu pada zaman kerajaan dan diimbangi dengan kostum yang dikenakan orang terdahulu pada zaman kerajaan.

 Capture pada film Curse of the Golden Flower (2006)

b. Status Sosial

Capture pada Film TITANIC

Dengan adanya kostum, maka akan menentukan kelompok, kelas dan status sosial para pelaku cerita.

Penggunaan kostum mewah dan megah akan menandakan status sosial kalangan menengah atas, sedangkan penggunaan kostum yang compang-camping akan menandakan status sosial menengah ke bawah.

Penggunaan kostum secara detail biasanya ada pada tokoh utama dalam cerita dari pada tokoh-tokoh yang lainnya. Karena tokoh utama akan membawa jalannya cerita dari awal hingga akhir, oleh karena itu kostum akan menonjol padanya.

Jika seorang sineas membuat film yang menceritakan masa silam, maka pemakaian kostum yang berstatus sosial tinggi lebih dominan menggunakan pakaian atau busana yang mewah, megah dan elegan dari pada para dayangnya.

 

c. Kepribadian Pelaku

Gambaran karakter dan perilaku tokoh dalam cerita, dapat dijelaskan dengan menggunakan kostum. Setiap karakter tentunya memiliki ciri khas yang berbeda-beda satu sama lainnya, hal tersebut dapat terlihat dari penggunaan kostum yang dikenakan oleh pemain.

 
Capture pada film Sulli

Hal ini dapat dijumpai dalam film bertemakan remaja, dimana siswa berkaca mata menandakan bahwa siswa tersebut adalah seorang yang suka membaca buku atau kutu buku dan juga siswa yang pintar.

 

d. Warna sebagai simbol

 

Photoshoot film Harry Potter

 

Bukan hanya kostum saja, warna dari penggunaan kostum juga akan memberikan sebuah simbol-simbol tertentu yang akan menambah keindahan dari sebuah cerita.

Seperti contohnya penggunaan kostum yang berwarna hitam, memiliki simbol yang bermakna sebuah kejahatan, sedangkan untuk penggunaan kostum berwarna putih memiliki simbol yang bermakna sebuah kebaikan.

Biasanya penggunaan simbol dengan warna ini dapat dijumpai dalam film fantasi atau pun dongeng. Seperti contohnya dongeng bawang merah dan bawang putih. 

 

e. Motif Penggerak Cerita

Jika Anda pernah melihat film Cinderela dan sepatu kaca, maka penggunaan kostum itu berfungsi sebagai motif penggerak dalam cerita. Adapun dalam film nenek lampir yang memakai kostum dan memiliki tongkat sihir yang menjadi atribut wajib bagi mereka.

Capture pada film Cinderlella

Itulah yang dimaksud kostum sebagai motif penggerak dalam cerita, dalam artian bahwa kostum yang digunakan akan berkaitan dalam sebuah adegan cerita dan akan mendukung jalannya sebuah cerita

Photoshot pada film misteri Gunung Merapi

f. Image

Dengan penggunaan kostum dapat menjadikan image pelaku cerita atau bintang dalam film yang dimainkan nya. Seperti kostum yang digunakan oleh Batman, Spiderman, Superman dan masih banyak lagi.




Image ini dapat dilihat dari perkembangan dari masa ke masa walaupun kostum yang dikenakan selalu mengalami perubahan, namun penonton tetap saja dapat mengenali tokoh superhero tersebut.

Nah, sahabat edukasi, itulah tadi artikel tentang kostum pada pemain film. melihat kostum nya keren-keren kan? nah semoga menambah inspirasi buat kalian bagi sineas muda ya guys.. dan semoga bermanfaat ya... terima kasih, jangan lupa tinggalkan jejajk komentar ya... terima kasih sudah mampir.

Featured Post

Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI

  Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI Indonesia Menjelang Kemerdekaan Pada awal tahun 1945, keadaan Perang Dunia II mulai berub...