Hubungan Sila-sila dalam Pancasila dan Kesimpulannya
Pancasila memuat lima nilai dasar yang dijadikan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Lima nilai tersebut meliputi nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
Jimly Asshiddiqie dalam buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara menjelaskan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan. Sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa memegang posisi kunci dalam Pancasila karena memiliki cakupan paling luas. Alasannya adalah dorongan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa secara otomatis menentukan kualitas kemanusiaan seseorang di berbagai bidang. Dengan kata lain sila I meliputi sila II, III, IV, dan V.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sila-sila yang ada di dalam Pancasila saling berhubungan. Berikut ini adalah hubungan sila-sila dalam Pancasila:
1. Sila Pertama
Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung nilai Ketuhanan. Sila I meliputi sila II, III, IV, dan V.
Masyarakat menjalankan perintah agama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menjadikan agama sebagai basis untuk membangun persatuan dan kedamaian, menghargai perbedaan secara demokratis, dan berupaya mensejahterakan kehidupan sesama.
2. Sila Kedua
Terdapat nilai kemanusiaan dalam sila kedua Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab".
Artinya seluruh manusia diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang sama derajatnya, sama hak dan kewajibannya, dan tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras, dan golongan.
Dengan demikian sila kedua ini berhubungan dengan sila ke-1, ke-3, ke-4, dan ke-5.
3. Sila Ketiga
Sila ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” mengandung nilai persatuan.
Persatuan yang dimiliki bangsa Indonesia didasarkan pada nilai ketuha dan kemanusiaan yang menekankan pada kesejahteraan bersama berdasarkan sikap saling membantu.
Oleh sebab itu sila ke-3 berhubungan dengan sila ke-1, ke-2, ke-4, dan ke-5.
4. Sila Keempat
Sila keempat mengandung nilai kerakyatan. Pengambilan suatu keputusan dalam musyawarah dilandasi nilai-nilai religius yang mengedepankan sikap yang humanis dan menghargai perbedaan pendapat, serta mementingkan kepentingan bersama. Sila keempat
berhubungan dengan sila ke-1, ke-2, ke-3 dan ke-5.
5. Sila Kelima
Sila kelima mengandung nilai keadilan. Terciptanya suatu keadilan harus disertai asas ketuhanan yang berkemanusiaan, berperilaku beradab, dan menginginkan persatuan dari hasil kebijaksanaan yang demokratis. Ini terkait dengan sila ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4.
Mengapa Sila dalam Pancasila Saling Berkaitan?
Berdasarkan penjelasan yang ada di atas, dapat dilihat bahwa sila-sila yang ada di dalambPancasila saling berkaitan satu sama lainnya. Bukan tidak beralasan, keterkaitan sila dalam Pancasila tersebut terjadi karena satu bagian dengan bagian lain tidak bisa dipisahkan.Pancasila juga disebut sebagai suatu kesatuan yang sifatnya majemuk tunggal, yaitu setiap sila tidak bisa berdiri sendiri dan tidak saling bertolakan atau bertentangan.
Jadi, kesimpulannya kita harus memahami Pancasila secara utuh. Setiap sila dalam Pancasila saling berhubungan dan tidak dapt terpisahkan. Menghilangkan satu sila berarti mencabik keutuhan Pancasila dan rusaklah tata hukum di Indonesia. ----------------------------
HUBUNGAN SILA-SILA DALAM PANCASILA DAN URAIAN SINGKATNYA
Jakarta - Setiap sila dalam Pancasila adalah kesatuan yang saling terhubung dan tidak terpisahkan antara satu dan yang lain. Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan oleh Dr. Susilawati, Irlina Dewi, Ardhana Januar Mahardhani, dkk., Kaelan (2016) menyebutkan tiga hal yang menjadi kekuatan nilai setiap sila sebagai sebuah sistem.
Ketiga kekuatan yang dimaksud adalah, susunan kesatuan sila sifatnya organis, susunan kesatuan sila danmPancasila sifatnya hierarkis dan tersusun secara piramidal, serta hubungannya saling mengisi dan mengkualifikasi.Selain itu, menurut Notonagoro (Kaelan, 2016), ada lima kaitan antara satu sila dan yang lain.
Apa saja?
Hubungan Sila-Sila dalam Pancasila.
1) Sila pertama:
Ketuhanan Yang Maha Esa adalah ketuhanan yang berkemanusiaan yang adil dan beradab,
juga berpersatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2) Sila kedua
Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang Berketuhanan Yang Maha
Esa, lalu berpersatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3) Sila ketiga:
Persatuan Indonesia adalah persatuan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan
yang adil dan beradab, lalu berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
4) Sila keempat:
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
adalah kerakyatan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan
beradab, kemudian berpersatuan Indonesia, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
5) Sila kelima:
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah keadilan yang Berketuhanan Yang
Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berpersatuan Indonesia, serta
berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan.
Mengapa Sila dalam Pancasila Saling Berkaitan?
Setiap sila dalam Pancasila saling berkaitan dan mengikat, sebab satu bagian dengan bagian lain
tidak bisa dipisahkan. Pancasila juga suatu kesatuan yang sifatnya majemuk tunggal, yaitu
setiap sila tidak bisa berdiri sendiri dan tidak saling bertolakan atau bertentangan.
Seperti disebutkan sebelumnya, susunan setiap sila sifatnya hierarkis dan piramidal. Makna
sifat piramidal dalam Pancasila adalah, apabila dilihat dari urutannya, tingkat-tingkat dalam luas
dan isi sifat setiap sila merupakan pengkhususan dari sila yang sebelumnya. Sebagai contoh, sila
pertama menjadi dasar dari kemanusiaan, persatuan Indonesia, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Sementara, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, membangun,
memelihara, mengembangkan persatuan, berkerakyatan serta berkeadilan sosial.
Demikian juga seterusnya untuk sila-sila selanjutnya, Sehingga kelima sila Pancasila punya
keterkaitan yang mengikat antara satu dan yang lain.
Selain itu, seperti disebutkan sebelumnya juga di mana setiap sila saling mengisi dan
mengkualifikasi. Hal ini artinya semua sila adalah kesatuan utuh dalam hubungan hierarkis
piramidal. Satu sila bisa mengonfirmasi makna empat sila lainnya.
No comments:
Post a Comment